Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapolri Dorong Pramuka PUI Bentuk Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Kompas.com, 4 September 2026, 10:19 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) untuk berperan aktif dalam pembentukan karakter kebangsaan generasi muda.

Dorongan ini disampaikan saat Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 di Selabintana Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (3/9/26).

Pembinaan melalui kepramukaan dinilai penting untuk menanamkan semangat gotong royong, persatuan, kepedulian sosial, dan keterampilan sebagai bekal generasi penerus bangsa.

Perkemahan yang berlangsung pada 2–4 September 2026 tersebut menjadi momentum pembinaan dan kaderisasi generasi muda melalui kegiatan kepramukaan, kebangsaan, keagamaan, kepemimpinan, kreativitas, dan pengabdian.

Baca juga: PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras

Pentingnya Pendidikan Karakter

Menurut Listyo Sigit, kegiatan kepramukaan memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan karakter yang dibutuhkan generasi muda.

"Bagaimana membangun karakter kebangsaan, membangun jiwa saling menolong, gotong royong, jiwa persatuan, dan juga keterampilan-keterampilan lain. Pendidikan karakter kebangsaan tentunya dibutuhkan oleh mereka untuk menjadi calon-calon generasi muda penerus bangsa," ujar Listyo Sigit dilansir dari siaran pers resmi PUI, Jumat (4/9/2026).

Kontribusi Sejarah PUI

Listyo Sigit juga menyinggung perjalanan panjang PUI yang telah tumbuh sejak sebelum Indonesia merdeka.

Sejumlah tokoh penting dalam sejarah PUI, termasuk K.H. Abdul Halim dan K.H. Ahmad Sanusi, tercatat terlibat dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang ikut merumuskan dasar negara dan UUD 1945.

Keduanya kini telah mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Republik Indonesia.

Ia berharap PUI dapat meneruskan kontribusi para pendahulunya dengan mengambil peran dalam menjaga persatuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Ini adalah tokoh-tokoh nasional yang sudah lahir sejak zaman dahulu. Ke depan, harapan kita PUI terus bisa ikut menjaga bangsa dengan keterampilan yang ada, bersama elemen masyarakat lainnya," ujarnya.

Kaderisasi Generasi Muda

Ketua Umum PUI Raizal Arifin menambahkan, Kemah Nasional Pramuka PUI merupakan bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

"Kemah Nasional Pramuka PUI bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi bagian dari ikhtiar kaderisasi untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, kokoh spiritualitasnya, cinta Indonesia, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," kata Raizal.

Menurut Raizal, generasi muda membutuhkan ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung.

Melalui kegiatan kepramukaan, peserta belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, persaudaraan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Ia mengatakan, PUI selama ini juga banyak belajar dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, terutama dalam membangun budaya disiplin yang dinilai penting dalam proses pembinaan generasi muda.

"Selama ini PUI banyak belajar dari kepolisian tentang kedisiplinan. Nilai disiplin ini penting dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, mampu memimpin dirinya sendiri, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Baca juga: Hasil Muktamar ke-35 NU: Soroti Korupsi hingga Koperasi Merah Putih

Raizal berharap Kemah Nasional Pramuka PUI dapat melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga siap mengambil peran di tengah masyarakat.

"Kami ingin anak-anak muda PUI tumbuh menjadi generasi yang mampu memimpin dirinya, memimpin lingkungannya, dan pada waktunya mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar