Editor
KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) untuk berperan aktif dalam pembentukan karakter kebangsaan generasi muda.
Dorongan ini disampaikan saat Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 di Selabintana Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (3/9/26).
Pembinaan melalui kepramukaan dinilai penting untuk menanamkan semangat gotong royong, persatuan, kepedulian sosial, dan keterampilan sebagai bekal generasi penerus bangsa.
Perkemahan yang berlangsung pada 2–4 September 2026 tersebut menjadi momentum pembinaan dan kaderisasi generasi muda melalui kegiatan kepramukaan, kebangsaan, keagamaan, kepemimpinan, kreativitas, dan pengabdian.
Baca juga: PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Menurut Listyo Sigit, kegiatan kepramukaan memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan karakter yang dibutuhkan generasi muda.
"Bagaimana membangun karakter kebangsaan, membangun jiwa saling menolong, gotong royong, jiwa persatuan, dan juga keterampilan-keterampilan lain. Pendidikan karakter kebangsaan tentunya dibutuhkan oleh mereka untuk menjadi calon-calon generasi muda penerus bangsa," ujar Listyo Sigit dilansir dari siaran pers resmi PUI, Jumat (4/9/2026).
Listyo Sigit juga menyinggung perjalanan panjang PUI yang telah tumbuh sejak sebelum Indonesia merdeka.
Sejumlah tokoh penting dalam sejarah PUI, termasuk K.H. Abdul Halim dan K.H. Ahmad Sanusi, tercatat terlibat dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang ikut merumuskan dasar negara dan UUD 1945.
Keduanya kini telah mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Republik Indonesia.
Ia berharap PUI dapat meneruskan kontribusi para pendahulunya dengan mengambil peran dalam menjaga persatuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Ini adalah tokoh-tokoh nasional yang sudah lahir sejak zaman dahulu. Ke depan, harapan kita PUI terus bisa ikut menjaga bangsa dengan keterampilan yang ada, bersama elemen masyarakat lainnya," ujarnya.
Ketua Umum PUI Raizal Arifin menambahkan, Kemah Nasional Pramuka PUI merupakan bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.
"Kemah Nasional Pramuka PUI bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi bagian dari ikhtiar kaderisasi untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, kokoh spiritualitasnya, cinta Indonesia, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," kata Raizal.
Menurut Raizal, generasi muda membutuhkan ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung.
Melalui kegiatan kepramukaan, peserta belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, persaudaraan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ia mengatakan, PUI selama ini juga banyak belajar dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, terutama dalam membangun budaya disiplin yang dinilai penting dalam proses pembinaan generasi muda.
"Selama ini PUI banyak belajar dari kepolisian tentang kedisiplinan. Nilai disiplin ini penting dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, mampu memimpin dirinya sendiri, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.
Baca juga: Hasil Muktamar ke-35 NU: Soroti Korupsi hingga Koperasi Merah Putih
Raizal berharap Kemah Nasional Pramuka PUI dapat melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga siap mengambil peran di tengah masyarakat.
"Kami ingin anak-anak muda PUI tumbuh menjadi generasi yang mampu memimpin dirinya, memimpin lingkungannya, dan pada waktunya mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT