KOMPAS.com - Setiap pasangan tentu menginginkan rumah tangga yang dipenuhi ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan.
Namun, kehidupan pernikahan tidak lepas dari ujian, mulai dari perbedaan pendapat, persoalan ekonomi, hingga komunikasi yang kurang baik.
Dalam Islam, menjaga keutuhan keluarga tidak hanya dilakukan melalui ikhtiar memperbaiki hubungan, tetapi juga dengan memohon pertolongan Allah SWT melalui doa.
Baca juga: 6 Penyebab Perceraian Menurut Menag, Termasuk Beda Pilihan Politik
Al-Quran dan sunnah mengajarkan sejumlah doa yang dapat diamalkan agar pasangan diberi hati yang lembut, dipersatukan dalam kebaikan, serta dijauhkan dari perselisihan yang dapat berujung pada perceraian.
Doa-doa ini bukan jaminan hilangnya masalah, melainkan ikhtiar spiritual agar rumah tangga selalu berada dalam lindungan Allah.
Salah satu doa paling utama untuk memohon keharmonisan keluarga terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74.
Ayat ini sering disebut sebagai doa keluarga sakinah karena berisi permohonan agar pasangan dan keturunan menjadi penyenang hati.
Baca juga: Mengapa Rasulullah Dijuluki Al-Amin? Ini Kisahnya
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dhurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan: 74)
Menurut para mufasir, ungkapan qurrata a'yun menggambarkan kebahagiaan yang menghadirkan ketenteraman batin.
Keharmonisan rumah tangga dalam Islam bukan hanya diukur dari tercukupinya kebutuhan materi, tetapi dari hadirnya rasa damai, saling menghormati, dan tumbuhnya ketakwaan dalam keluarga.
Selain doa dari Al-Qur'an, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa agar hubungan antarmanusia dipenuhi kedamaian dan persatuan hati. Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Al-Baihaqi.
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin: Allāhumma allif baina qulūbinā wa aslih dzāta baininā wahdinā subulas salām wa najjinā minadz dzulumāti ilan nūr wa jannibnal fawāhisy mā zhahara minhā wa mā bathan wa bārik lanā fī asmā'inā wa abshārinā wa qulūbinā wa azwājinā wa dhurriyyātinā wa tub ‘alainā innaka antat-Tawwābur-Rahīm.
Artinya: “Ya Allah, satukanlah hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, tunjukilah kami jalan-jalan keselamatan, selamatkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya, jauhkanlah kami dari segala perbuatan keji, berkahilah pendengaran, penglihatan, hati, pasangan, dan keturunan kami, serta terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Baca juga: 6 Penyebab Perceraian Menurut Menag, Termasuk Beda Pilihan Politik
Doa ini mengandung permohonan yang sangat luas, mulai dari persatuan hati, perbaikan hubungan, hingga keberkahan bagi pasangan dan anak-anak.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan doa ini diamalkan secara rutin oleh suami maupun istri.
Al-Qur'an menjelaskan bahwa tujuan pernikahan adalah menghadirkan ketenangan dalam kehidupan. Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً
Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājan litaskunū ilaihā wa ja‘ala bainakum mawaddatan wa raḥmah.
Artinya: “Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu memperoleh ketenangan kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS Ar-Rum: 21)
Ayat ini menjadi landasan konsep sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Sakinah berarti ketenteraman, mawaddah adalah cinta yang tumbuh melalui komitmen, sedangkan rahmah merupakan kasih sayang yang melahirkan sikap saling memaafkan dan peduli terhadap pasangan.
Baca juga: 7 Penyebab Rumah Tangga Retak yang Sering Diabaikan Menurut Islam
Islam mengajarkan bahwa doa harus berjalan berdampingan dengan ikhtiar.
Ketika muncul perselisihan, pasangan dianjurkan menyelesaikannya melalui musyawarah, menjaga komunikasi yang baik, serta menghindari ucapan yang melukai hati.
Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras agar suami istri tidak membuka rahasia rumah tangga kepada orang lain. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa orang yang menyebarkan rahasia pasangannya termasuk manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat. Nilai ini menunjukkan bahwa kepercayaan merupakan fondasi penting dalam mempertahankan pernikahan.
Karena itu, doa agar dijauhkan dari perceraian bukan hanya berarti memohon agar konflik hilang, tetapi juga memohon kekuatan untuk memperbaiki diri, mengendalikan emosi, dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Tidak ada ketentuan waktu khusus untuk membaca doa keharmonisan rumah tangga.
Seorang Muslim dapat mengamalkannya setelah sholat fardhu, pada sepertiga malam terakhir, ketika sujud, maupun di antara adzan dan iqamah yang termasuk waktu mustajab untuk berdoa.
Dengan mengamalkan doa-doa yang diajarkan Al-Quran dan sunnah disertai usaha menjaga akhlak serta komunikasi, pasangan diharapkan mampu membangun keluarga yang dipenuhi ketenangan, kasih sayang, dan dijauhkan dari perpecahan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT