Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Merawat diri kini tidak lagi semata-mata berkaitan dengan penampilan, tetapi juga kesehatan, kenyamanan, kepercayaan diri, dan kualitas hidup.
Dalam Islam, merawat tubuh dapat dimaknai sebagai bagian dari menjaga amanah Allah SWT.
Namun, perawatan perlu dilakukan secara proporsional, tidak berlebihan, serta tetap mempertimbangkan keamanan dan manfaatnya.
“Kami percaya bahwa kecantikan bukanlah sebuah titik akhir. Ini merupakan perjalanan tentang bagaimana seseorang merawat dan memulihkan kualitas kulitnya, meningkatkan kepercayaan diri, hingga merasa lebih baik terhadap dirinya sendiri,” ujar Founder PT Regenesis Indonesia Ron Pirolo dalam rilisnya, Kamis (10/9/2026).
Baca juga: Jam Biologis dalam Sains dan Islam, Menjaga Ritme Tubuh untuk Cegah Penyakit Kronis
Perubahan cara pandang tersebut turut memengaruhi perkembangan industri estetika, dermatologi, kebugaran, dan longevity di Indonesia.
Kebutuhan masyarakat berkembang dari perawatan kulit wajah dan tubuh serta pembentukan kontur tubuh menuju pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh.
Perawatan pun tidak lagi dipandang sebagai tindakan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai rangkaian yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.
Di tengah banyaknya pilihan tindakan dan teknologi, keamanan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.
Pasien tidak hanya menginginkan hasil, tetapi juga membutuhkan produk dan tindakan yang teruji, sesuai regulasi, serta dapat dipertanggungjawabkan secara medis.
Baca juga: Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Ilustrasi perawatan wajah.Pendekatan tersebut diperkenalkan Regenesis Indonesia melalui Aruna 2026, forum internasional yang mempertemukan sekitar 1.000 dokter di Jakarta.
Dalam acara itu, Regenesis mengangkat tema “A Journey of Care, From Outside to Within” melalui konsep Regenesis House of Care.
Presiden Direktur PT Regenesis Indonesia Emmy Noviawati mengatakan, konsep tersebut menggambarkan perjalanan perawatan secara menyeluruh, mulai dari luar hingga ke dalam diri seseorang.
Perjalanan itu dimulai dari perawatan kulit sebagai fondasi, kemudian dilanjutkan dengan perawatan wajah dan spa.
Rangkaian tersebut di antaranya untuk perawatan struktur wajah dan laser untuk membantu pembaruan kulit.
Pendekatan perawatan kemudian diperluas dengan fisioterapi dan kebugaran untuk membantu menjaga kondisi tubuh dalam jangka panjang.
Menurut Emmy, setiap orang mempunyai kondisi dan kebutuhan berbeda. Sebagian pasien ingin memperbaiki kualitas kulit, sedangkan yang lain berupaya mengembalikan kepercayaan diri setelah mengalami perubahan pada tubuh.
Ada pula pasien yang membutuhkan pendekatan perawatan lebih menyeluruh. Oleh karena itu, tindakan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan perjalanan perawatan setiap individu.
Karena itu dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan sejumlah teknologi noninvasif untuk membantu mengencangkan otot dan kulit. Ada pula produk untuk kulit sensitif kemerahan.
Emmy mengatakan, perkembangan kedokteran estetika di Indonesia diikuti dengan meningkatnya kebutuhan terhadap pendekatan perawatan yang aman dan bertanggung jawab.
“Kami melihat dokter-dokter di Indonesia semakin kritis dalam memilih teknologi dan produk. Bukan hanya mempertimbangkan apakah sebuah perawatan sedang menjadi tren, tetapi juga kualitas, landasan ilmiah, inovasi, dan manfaatnya bagi pasien,” ujar Emmy.
Menurut dia, kepercayaan pasien tidak cukup dibangun melalui komunikasi. Kepercayaan harus ditopang oleh kualitas dan keaslian produk, edukasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta konsistensi pelayanan.
Pasien juga tetap perlu berkonsultasi dengan dokter yang kompeten sebelum menjalani tindakan estetika.
Konsultasi diperlukan untuk mengetahui kondisi pasien, menentukan tindakan yang sesuai, serta memahami manfaat dan risiko yang mungkin muncul.
Pada akhirnya, perawatan diri tidak semestinya membuat seseorang terus merasa kurang atau memaksakan diri mengikuti standar kecantikan tertentu.
Perawatan dapat menjadi ikhtiar menjaga kesehatan dan mensyukuri tubuh, selama dilakukan secara aman, proporsional, dan tidak berlebihan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT