Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Merawat Tubuh sebagai Amanah, Perawatan Diri Tak Sekadar soal Penampilan

Kompas.com, 10 September 2026, 08:57 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Merawat diri kini tidak lagi semata-mata berkaitan dengan penampilan, tetapi juga kesehatan, kenyamanan, kepercayaan diri, dan kualitas hidup.

Dalam Islam, merawat tubuh dapat dimaknai sebagai bagian dari menjaga amanah Allah SWT.

Namun, perawatan perlu dilakukan secara proporsional, tidak berlebihan, serta tetap mempertimbangkan keamanan dan manfaatnya.

“Kami percaya bahwa kecantikan bukanlah sebuah titik akhir. Ini merupakan perjalanan tentang bagaimana seseorang merawat dan memulihkan kualitas kulitnya, meningkatkan kepercayaan diri, hingga merasa lebih baik terhadap dirinya sendiri,” ujar Founder PT Regenesis Indonesia Ron Pirolo dalam rilisnya, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Jam Biologis dalam Sains dan Islam, Menjaga Ritme Tubuh untuk Cegah Penyakit Kronis

Perubahan cara pandang tersebut turut memengaruhi perkembangan industri estetika, dermatologi, kebugaran, dan longevity di Indonesia.

Kebutuhan masyarakat berkembang dari perawatan kulit wajah dan tubuh serta pembentukan kontur tubuh menuju pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh.

Perawatan pun tidak lagi dipandang sebagai tindakan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai rangkaian yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.

Di tengah banyaknya pilihan tindakan dan teknologi, keamanan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Pasien tidak hanya menginginkan hasil, tetapi juga membutuhkan produk dan tindakan yang teruji, sesuai regulasi, serta dapat dipertanggungjawabkan secara medis.

Baca juga: Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji

Perjalanan perawatan dari luar ke dalam

Ilustrasi perawatan wajah.Dok ARUNA Ilustrasi perawatan wajah.

Pendekatan tersebut diperkenalkan Regenesis Indonesia melalui Aruna 2026, forum internasional yang mempertemukan sekitar 1.000 dokter di Jakarta.

Dalam acara itu, Regenesis mengangkat tema “A Journey of Care, From Outside to Within” melalui konsep Regenesis House of Care.

Presiden Direktur PT Regenesis Indonesia Emmy Noviawati mengatakan, konsep tersebut menggambarkan perjalanan perawatan secara menyeluruh, mulai dari luar hingga ke dalam diri seseorang.

Perjalanan itu dimulai dari perawatan kulit sebagai fondasi, kemudian dilanjutkan dengan perawatan wajah dan spa.

Rangkaian tersebut di antaranya untuk perawatan struktur wajah dan laser untuk membantu pembaruan kulit.

Pendekatan perawatan kemudian diperluas dengan fisioterapi dan kebugaran untuk membantu menjaga kondisi tubuh dalam jangka panjang.

Menurut Emmy, setiap orang mempunyai kondisi dan kebutuhan berbeda. Sebagian pasien ingin memperbaiki kualitas kulit, sedangkan yang lain berupaya mengembalikan kepercayaan diri setelah mengalami perubahan pada tubuh.

Ada pula pasien yang membutuhkan pendekatan perawatan lebih menyeluruh. Oleh karena itu, tindakan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan perjalanan perawatan setiap individu.

Karena itu dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan sejumlah teknologi noninvasif untuk membantu mengencangkan otot dan kulit. Ada pula produk untuk kulit sensitif kemerahan.

Jangan hanya mengikuti tren

Emmy mengatakan, perkembangan kedokteran estetika di Indonesia diikuti dengan meningkatnya kebutuhan terhadap pendekatan perawatan yang aman dan bertanggung jawab.

“Kami melihat dokter-dokter di Indonesia semakin kritis dalam memilih teknologi dan produk. Bukan hanya mempertimbangkan apakah sebuah perawatan sedang menjadi tren, tetapi juga kualitas, landasan ilmiah, inovasi, dan manfaatnya bagi pasien,” ujar Emmy.

Menurut dia, kepercayaan pasien tidak cukup dibangun melalui komunikasi. Kepercayaan harus ditopang oleh kualitas dan keaslian produk, edukasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta konsistensi pelayanan.

Pasien juga tetap perlu berkonsultasi dengan dokter yang kompeten sebelum menjalani tindakan estetika.

Konsultasi diperlukan untuk mengetahui kondisi pasien, menentukan tindakan yang sesuai, serta memahami manfaat dan risiko yang mungkin muncul.

Pada akhirnya, perawatan diri tidak semestinya membuat seseorang terus merasa kurang atau memaksakan diri mengikuti standar kecantikan tertentu.

Perawatan dapat menjadi ikhtiar menjaga kesehatan dan mensyukuri tubuh, selama dilakukan secara aman, proporsional, dan tidak berlebihan.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Menag Ungkap 7 Faktor Pemicu Perceraian: Ekonomi hingga Beda Pilihan Politik
Menag Ungkap 7 Faktor Pemicu Perceraian: Ekonomi hingga Beda Pilihan Politik
Aktual
Tak Hanya Catat Pernikahan, KUA Disiapkan Jadi Pusat Konseling Keluarga
Tak Hanya Catat Pernikahan, KUA Disiapkan Jadi Pusat Konseling Keluarga
Aktual
Khutbah Jumat: Berbaik Sangka kepada Allah saat Menghadapi Ujian
Khutbah Jumat: Berbaik Sangka kepada Allah saat Menghadapi Ujian
Aktual
Merawat Tubuh sebagai Amanah, Perawatan Diri Tak Sekadar soal Penampilan
Merawat Tubuh sebagai Amanah, Perawatan Diri Tak Sekadar soal Penampilan
Aktual
5 Kebiasaan Berlandaskan Al-Quran untuk Menjadi Muslim Berkemajuan
5 Kebiasaan Berlandaskan Al-Quran untuk Menjadi Muslim Berkemajuan
Aktual
6 Penyebab Perceraian Menurut Menag, Termasuk Beda Pilihan Politik
6 Penyebab Perceraian Menurut Menag, Termasuk Beda Pilihan Politik
Aktual
Bolehkah Menambah Doa Saat Sujud? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Bolehkah Menambah Doa Saat Sujud? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Sholawat Nariyah Lengkap: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Membacanya
Sholawat Nariyah Lengkap: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Membacanya
Aktual
Jangan Sampai Ditolak KUA, Ini Ketentuan Baru Daftar Nikah bagi Catin
Jangan Sampai Ditolak KUA, Ini Ketentuan Baru Daftar Nikah bagi Catin
Aktual
Ketua PP Muhammadiyah: Jadi Apa Saja, Kenali Islam Jadi Lebih Baik
Ketua PP Muhammadiyah: Jadi Apa Saja, Kenali Islam Jadi Lebih Baik
Aktual
BPKH Dorong Skema Angsuran Pelunasan Biaya Haji untuk Cegah Calon Jamaah Berhutang
BPKH Dorong Skema Angsuran Pelunasan Biaya Haji untuk Cegah Calon Jamaah Berhutang
Aktual
MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
MTQ Nasional XXXI di Semarang Siap Digelar pada 11 hingga 20 September 2026
Aktual
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Sholat Qobliyah Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Mendengar Azan, Jangan Sekadar Diam: Ini Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Ahmad Muzani: Pendidikan Bukan Hanya Mengasah Kecerdasan, tetapi Juga Akhlak
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar