KOMPAS.com - Islam mengajarkan adab dalam setiap aktivitas, termasuk ketika memasuki dan keluar dari kamar mandi.
Meski tampak sederhana, Rasulullah SAW memberikan tuntunan mulai dari membaca doa, mendahulukan kaki kiri saat masuk, hingga keluar dengan kaki kanan.
Adab tersebut menjadi bagian dari sunnah yang mencerminkan penghormatan terhadap kebersihan, kesucian, dan akhlak seorang Muslim.
Para ulama menjelaskan bahwa kaki kanan didahulukan ketika memasuki tempat yang mulia, seperti masjid, sedangkan kaki kiri dianjurkan saat memasuki tempat yang kurang mulia, termasuk kamar mandi.
Sebaliknya, ketika keluar, kaki kanan didahulukan sebagai simbol kembali menuju keadaan yang baik dan suci.
Baca juga: Doa Masuk Kamar Mandi dan Keluar: Arab, Latin, Arti, serta Adabnya
Adab ini berangkat dari kebiasaan Rasulullah SAW yang selalu mengutamakan sebelah kanan dalam perkara-perkara yang baik dan mulia.
Dari kaidah tersebut, para ulama menetapkan bahwa tempat yang tidak dimuliakan dianjurkan dimasuki dengan kaki kiri. Kamar mandi disebut sebagai tempat yang tidak dimuliakan karena fungsinya sebagai lokasi membuang najis dan kotoran.
Diriwayatkan oleh Aisyah RA
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ، فِي طُهُورِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَتَنَعُّلِهِ
Kānan Nabiyyu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama yu‘jibuhut-tayammunu fī sya’nihi kullihi, fī ṭuhūrihi wa tarajjulihi wa tana‘‘ulih.
Artinya: “Rasulullah SAW menyukai mendahulukan yang kanan dalam seluruh urusannya; ketika bersuci, menyisir rambut, dan memakai sandal.” (HR Sahih al-Bukhari No. 168 dan Sahih Muslim No. 268.)
Hadis ini menjadi dasar bahwa perkara yang dimuliakan didahulukan dengan kanan, sedangkan memasuki kamar mandi dianjurkan dengan kaki kiri.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Sebelum memasuki kamar mandi, Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-khubuṡi wal-khabā’iṡ.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR Sahih al-Bukhari No. 142 dan Sahih Muslim No. 375.)
Doa ini dianjurkan dibaca sebelum membuka pintu kamar mandi atau sesaat sebelum masuk sebagai bentuk memohon perlindungan kepada Allah.
Selain mendahulukan kaki kiri, Islam mengajarkan beberapa adab ketika berada di kamar mandi.
Pertama, menjaga aurat dengan menutup pintu atau memastikan tidak terlihat orang lain.
Kedua, menghindari berbicara tanpa kebutuhan karena kamar mandi merupakan tempat membuang kotoran.
Ketiga, tidak membawa mushaf Al-Qur’an atau benda yang memuat lafaz Allah apabila tidak ada kebutuhan mendesak.
Keempat, membersihkan diri dengan sempurna setelah buang hajat sebagai bagian dari thaharah.
Adab-adab tersebut bertujuan menjaga kehormatan diri sekaligus menumbuhkan kebiasaan hidup bersih yang menjadi bagian dari ajaran Islam.
Setelah selesai, Rasulullah SAW mengajarkan agar keluar dengan kaki kanan sambil membaca doa berikut.
Diriwayatkan oleh Aisyah RA
غُفْرَانَكَ
Ghufrānak.
Artinya: “Aku memohon ampunan-Mu.” (HR Jami’ at-Tirmidzi No. 7 dan Sunan Abu Dawud No. 30).
Doa yang singkat ini mengandung makna mendalam.
Para ulama menjelaskan bahwa seorang hamba memohon ampun kepada Allah karena menyadari masih banyak kekurangan dalam mengingat-Nya, sekaligus bersyukur atas nikmat kesehatan dan kemampuan tubuh membuang kotoran.
Adab kamar mandi berkaitan erat dengan konsep bersuci (*thaharah*) yang menjadi syarat sah shalat. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 6.
Allah berfirman dalam QS Al-Ma’idah Ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti faghsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku, usaplah kepalamu, dan basuh kakimu sampai kedua mata kaki.”
Ayat ini menunjukkan bahwa kebersihan bukan sekadar urusan fisik, tetapi menjadi bagian dari persiapan spiritual seorang Muslim sebelum menghadap Allah dalam shalat.
Berikut urutan adab sesuai sunnah Rasulullah SAW:
Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan adab hingga perkara sehari-hari. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, aktivitas yang tampak biasa pun dapat bernilai ibadah dan menjadi wujud ketaatan kepada Allah SWT.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.