Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026

Kompas.com, 17 September 2026, 22:19 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejumlah pelaku UMKM yang berjualan dalam rangkaian MTQ mengaku mendapat tambahan pendapatan dari ramainya peserta dan pengunjung.

Baca juga: MTQ Nasional 2026 Diproyeksikan Gerakkan Ekonomi Jateng hingga Rp1,2 Triliun

Pedagang Tahu Gimbal Raup Omzet Hingga Rp 3 Juta

Dino, pedagang tahu gimbal khas Semarang yang membuka stan kuliner di MTQ Nasional XXXI, mengaku mengalami peningkatan pendapatan sejak hari pertama kegiatan.

Dalam sehari, omzet kotor yang diperolehnya mencapai Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pendapatan pada hari-hari biasanya.

Baca juga: Jobfair MTQ Nasional 2026 di Semarang Tawarkan 6.736 Lowongan Kerja, Cek Daftarnya

“Kalau mengikuti MTQ ini, kotor kadang sampai Rp3 juta, Rp2,5 juta,” ujar Dino saat ditemui di Stan Pameran dan UMKM MTQ Nasional XXXI Semarang, Rabu (16/9/2026).

Dino dan istri, pedagang tahu gimbal khas Semarang yang berjualan di stan kuliner MTQ Nasional XXXI. Dok Kemenag Dino dan istri, pedagang tahu gimbal khas Semarang yang berjualan di stan kuliner MTQ Nasional XXXI.

Menurut Dino, jumlah pembeli selama MTQ lebih banyak dibandingkan kondisi biasanya.

“Iya, lebih banyak,” katanya.

Ia menilai kegiatan keagamaan berskala besar seperti MTQ memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM karena menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah.

Bagi Dino, ramainya pengunjung juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan tahu gimbal sebagai salah satu kuliner khas Semarang kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah.

“Pengaruhnya sangat besar karena bisa menambah pendapatan untuk UMKM yang ada di sini. Sekaligus mempromosikan makanan khas daerahnya,” kata Dino.

Pedagang Es Krim Jadul Juga Laris Manis

Dampak serupa dirasakan Juma’in, pelaku UMKM yang menjual es krim jadul. Selama dua hari membuka lapak di Pasar Jajan Berkah MTQN ke-31, es krim buatannya mendapat sambutan dari pengunjung.

“Alhamdulillah, kami tidak pernah rugi. Dua hari di sini luar biasa. Kami sangat diuntungkan dengan adanya Pasar Jajan Berkah ini,” ujar Juma’in, Rabu (16/9/2026).

MTQ Nasional 2026 di Semarang ikut menggerakkan UMKM. Pak Juma?in, pelaku UMKM yang menawarkan es krim jadul di Pasar Jajan Berkah MTQN ke-31.Dok Kemenag MTQ Nasional 2026 di Semarang ikut menggerakkan UMKM. Pak Juma?in, pelaku UMKM yang menawarkan es krim jadul di Pasar Jajan Berkah MTQN ke-31.

Juma’in merupakan warga Sendangmulyo yang sehari-hari berjualan es krim secara keliling. Ia biasanya membuka lapak saat Car Free Day (CFD), sedangkan pada hari biasa melayani pesanan dari rumah.

Es krim tersebut dibuat secara mandiri dengan menggunakan susu murni dari Boyolali. Juma’in juga memanfaatkan mesin pengolahan yang dibuat melalui pelatihan di balai latihan kerja.

Untuk menarik konsumen muda, ia mempertahankan cita rasa tradisional sekaligus menambahkan pilihan rasa yang lebih kekinian.

“Kami ingin mempertahankan tradisionalnya, tetapi dengan sentuhan kekinian. Kalau dulu rasanya hanya itu-itu saja, sekarang kami buat dengan rasa yang lebih kekinian, yang diminati anak-anak, terutama Gen Z,” tuturnya.

Selain es krim seharga Rp 8.000, Juma’in menjual roti jadul dengan harga Rp 10.000. Produk roti tersebut bahkan lebih cepat habis. Pada hari itu, ia membawa sekitar 10 kemasan dengan masing-masing kemasan berisi 15 roti.

“Sudah habis tadi, kehabisan. Hari ini lebih banyak,” ujarnya.

Juma’in berjualan sejak sekitar pukul 09.30 WIB hingga kegiatan Pasar Jajan Berkah berakhir. Setelah MTQN ke-31 selesai, ia akan kembali menjalani rutinitas sebagai pedagang keliling, terutama di sejumlah lokasi yang menggelar kegiatan CFD.

Bagi Juma’in, keikutsertaan dalam MTQN ke-31 bukan hanya kesempatan untuk mendapatkan pendapatan tambahan.

Ia berharap pelaku UMKM dapat terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan publik sehingga memiliki ruang untuk mengembangkan usaha.

“Setiap ada event yang sifatnya umum, kami berharap ada informasi yang berkelanjutan. Tidak hanya berhenti sampai di sini, jadi kami-kami ini bisa terus tumbuh,” harapnya.

Ia juga berharap pemerintah semakin memberi perhatian kepada pelaku UMKM. Menurutnya, usaha kecil dan menengah memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat.

Selain Juma’in, sejumlah pelaku UMKM dari berbagai daerah turut memanfaatkan momentum MTQ Nasional ke-31 untuk memasarkan produk. Mereka menjajakan dagangan kepada peserta, pendamping, dan pengunjung yang datang ke Semarang.

MTQ Nasional 2026 Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal

Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Kementerian Agama, Rijal Ahmad Rangkuty, mengatakan pelaksanaan MTQ Nasional diharapkan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan usaha kuliner lokal.

“MTQ bukan hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta, kafilah, dan pengunjung dari berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan UMKM dalam rangkaian MTQ juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk dan kuliner khas daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.

“Kita berharap momentum seperti ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Semarang, khususnya pelaku UMKM. Produk-produk lokal dapat dikenal lebih luas, sehingga MTQ tidak hanya meninggalkan kesan dari sisi keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Hal tersebut sejalan dengan pandangan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyebut MTQ Nasional memiliki makna sosial dan kebangsaan yang besar.

Dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Menag mengatakan para kafilah dari berbagai penjuru Nusantara tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan.

Selain stan kuliner, rangkaian MTQ Nasional XXXI juga menghadirkan pameran UMKM dan produk kerajinan dari berbagai daerah. Sebanyak 150 stan disiapkan sebagai ruang promosi sekaligus interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Aktual
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Aktual
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Aktual
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Aktual
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Aktual
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Aktual
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Aktual
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Aktual
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa Harian
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Aktual
Baznas dan Kemenag Salurkan Rp 17,5 Miliar untuk 700 Pesantren
Baznas dan Kemenag Salurkan Rp 17,5 Miliar untuk 700 Pesantren
Aktual
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar