Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?

Kompas.com, 18 September 2026, 16:01 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hidup modern identik dengan kecepatan. Jadwal yang padat, pekerjaan yang menumpuk, hingga notifikasi yang terus berdatangan membuat banyak orang terbiasa melakukan segala sesuatu tergesa-gesa.

Sayangnya, kebiasaan itu kadang terbawa hingga ke dalam ibadah.

Tidak sedikit orang yang shalat secepat mungkin agar segera kembali bekerja, membaca Al-Qur'an tanpa tadabbur, atau berdoa sekadar menggugurkan kewajiban.

Padahal, Islam mengajarkan bahwa ibadah bukan perlombaan mengejar waktu, melainkan perjumpaan seorang hamba dengan Allah SWT yang menuntut kekhusyukan dan ketenangan.

Baca juga: Cara Mengajarkan Anak Shalat Tanpa Membuatnya Tertekan

Allah SWT Memuji Orang yang Khusyuk dalam Shalat

Allah SWT menjadikan kekhusyukan sebagai salah satu ciri utama orang beriman. Kekhusyukan tidak mungkin lahir dari ibadah yang dilakukan dengan tergesa-gesa.

Dalam QS Al-Mu'minun Ayat 1–2, Allah berfirman: 

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Qad aflaḥal-mu’minūn. Allażīna hum fī ṣalātihim khāsyi‘ūn.

Artinya: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.”

Baca juga: Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah

Ayat ini menunjukkan bahwa keberuntungan seorang mukmin tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah, tetapi juga kualitas kehadiran hati ketika beribadah.

Rasulullah Menegur Orang yang Shalat Terburu-buru

Salah satu hadis paling terkenal tentang tuma'ninah adalah kisah seorang sahabat yang shalat dengan sangat cepat.

Rasulullah SAW tidak langsung menyalahkannya, tetapi memintanya mengulang shalat hingga tiga kali.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA

ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ

Irji‘ fa ṣalli fa innaka lam tuṣalli.

Artinya: “Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.” (HR Sahih al-Bukhari No. 793; Sahih Muslim No. 397.)

Setelah itu, Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap ruku' dan sujud dilakukan hingga tenang. Dari hadis inilah para ulama menetapkan bahwa tuma'ninah merupakan rukun shalat, bukan sekadar sunnah.

Apa Itu Tuma'ninah?

Tuma'ninah berarti diam sejenak hingga anggota badan benar-benar tenang pada setiap gerakan shalat.

Seseorang tidak berpindah dari ruku' ke sujud atau dari sujud ke duduk sebelum tubuhnya kembali stabil.

Baca juga: Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran

Karena itu, shalat yang terlalu cepat hingga menghilangkan ketenangan dapat mengurangi bahkan membatalkan kesempurnaan ibadah apabila rukun-rukunnya tidak terpenuhi.

Hikmah tuma'ninah adalah memberi ruang bagi hati untuk menghadirkan kesadaran bahwa ia sedang berdiri di hadapan Allah.

Manusia Memang Diciptakan Tergesa-gesa

Islam memahami bahwa sifat tergesa-gesa merupakan bagian dari tabiat manusia. Namun, sifat tersebut perlu dikendalikan agar tidak menguasai ibadah.

QS Al-Isra Ayat 11, Allah berfirman: 

وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

Wa kānal-insānu ‘ajūlā.

Artinya: “Dan manusia bersifat tergesa-gesa.”

Ayat ini menjadi pengingat bahwa kecenderungan terburu-buru adalah sifat manusia, tetapi bukan alasan untuk menjadikan ibadah kehilangan kekhusyukannya.

Justru ibadah menjadi latihan mengendalikan diri dari ritme hidup yang serba cepat.

Baca juga: Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Darurat Umrah

Ibadah Bukan Sekadar Rutinitas

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kualitas ibadah jauh lebih penting daripada sekadar menyelesaikannya.

Membaca Al-Qur'an dengan perlahan, berdzikir dengan memahami makna, dan berdoa dengan penuh harap merupakan bentuk menghadirkan hati dalam ibadah.

Dalam kehidupan sehari-hari, meluangkan beberapa menit lebih lama untuk shalat sering kali terasa berat.

Padahal, waktu yang singkat itu justru menjadi jeda yang menenangkan pikiran, meredakan kecemasan, dan mengembalikan orientasi hidup kepada Allah SWT.

Baca juga: Kemenhaj Blokir Siskopatuh Travel Anissa Ahmada, Setoran Jemaah Ditaksir Rp120 Miliar

Cara Melatih Ibadah agar Tidak Tergesa-gesa

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu menghadirkan ketenangan dalam ibadah.

Pertama, datang lebih awal sebelum shalat sehingga tidak terburu-buru mengejar takbiratul ihram.

Kedua, memahami bacaan shalat agar setiap ayat yang dibaca memiliki makna di dalam hati.

Ketiga, memberi jeda pada setiap ruku' dan sujud hingga tubuh benar-benar tenang.

Keempat, menjauhkan ponsel atau gangguan lain selama beribadah agar fokus tidak mudah terpecah.

Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut membantu mengubah ibadah dari sekadar rutinitas menjadi momen perjumpaan yang penuh kesadaran.

Baca juga: Khutbah Jumat: Amalan yang Dapat Dikerjakan pada Bulan Rabiul Akhir

Jalan Menuju Khusyuk di Tengah Kesibukan

Kesibukan bukan alasan untuk mempercepat ibadah, melainkan alasan untuk semakin membutuhkan ibadah yang berkualitas.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, shalat mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak, menenangkan jiwa, dan mengingat tujuan hidup yang lebih besar.

Karena itu, ketika hidup terasa semakin terburu-buru, jangan biarkan ibadah ikut kehilangan tuma'ninah.

Sebab, justru dalam ketenangan itulah seorang hamba lebih dekat dengan ridha Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Qur'an: Batasi Gawai dan TV
Aktual
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
5 Akibat Perbuatan Zalim dalam Islam, Ada Azab hingga Datangnya Bencana
Aktual
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Hidup Serba Cepat, Mengapa Ibadah Tidak Boleh Tergesa-gesa?
Aktual
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Aktual
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Apakah Istinja Cukup dengan Mengguyurkan Air? Ini Penjelasan Fikih
Aktual
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Tim Aceh Raih Juara 1 Fahmil Qur’an Putri MTQ Nasional 2026
Aktual
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
Aktual
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Aktual
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir
Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir
Aktual
Tren Baju Lebaran 2027: Hijau Botol Cocok dengan 13 Warna Hijab Ini
Tren Baju Lebaran 2027: Hijau Botol Cocok dengan 13 Warna Hijab Ini
Aktual
Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Darurat Umrah
Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Darurat Umrah
Aktual
Menhaj Sidak Travel Umrah di Jombang, Akses Siskopatuh Anissa Ahmada Ditutup
Menhaj Sidak Travel Umrah di Jombang, Akses Siskopatuh Anissa Ahmada Ditutup
Aktual
Kemenhaj Blokir JGroup dan Annisa Ahmada dari Siskopatuh
Kemenhaj Blokir JGroup dan Annisa Ahmada dari Siskopatuh
Aktual
Kemenhaj Blokir Siskopatuh Travel Anissa Ahmada, Setoran Jemaah Ditaksir Rp120 Miliar
Kemenhaj Blokir Siskopatuh Travel Anissa Ahmada, Setoran Jemaah Ditaksir Rp120 Miliar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar