Penulis
KOMPAS.com — Gerakan Pemuda (GP) Ansor membentuk Satuan Tugas (Satgas) Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 sebagai upaya memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah berbagai bencana alam dan kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Satgas tersebut akan menggerakkan seluruh perangkat organisasi GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan Rijalul Ansor untuk terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan di sejumlah daerah di Indonesia.
Peresmian sekaligus pelepasan Satgas Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 dilakukan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin di Masjid KH Abdurrahman Wahid, Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakuran Muktamar ke-36 NU di Jombang.
"Kita bahu membahu membangun persatuan dan gotong royong meringankan beban masyarakat terdampak bencana," kata Addin dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
Baca juga: Supangat Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, GP Ansor Tanggung Pendidikan Anaknya
Salah satu agenda utama Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 adalah gerakan bersih-bersih sungai secara serentak di berbagai daerah.
Selain itu, Satgas akan terlibat dalam penanganan banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung api, gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga persoalan kekeringan dan kebutuhan air bersih.
Menurut Addin, gerakan bersih-bersih sungai dilakukan sebagai bagian dari mitigasi bencana sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran sungai dan mencegah pencemaran lingkungan.
"Selain untuk memitigasi banjir dan mencegah pencemaran lingkungan, kita juga ingin menjaga kualitas air bersih serta mendaur ulang limbah-limbah yang berpotensi menambah nilai ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Gerakan tersebut, lanjut Addin, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diluncurkan pemerintah pada awal 2026 untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih.
Addin meminta seluruh perangkat organisasi GP Ansor mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung gerakan kemanusiaan tersebut.
"Seluruh perangkat sumber daya organisasi agar digerakkan. Singsingkan lengan baju kita, keluarkan sumber daya kita dan kelola personel organisasi untuk kemaslahatan Indonesia," kata Addin.
Menurut dia, aksi kemanusiaan tidak hanya menjadi respons terhadap bencana yang sudah terjadi, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan dan solidaritas masyarakat.
Satgas diharapkan dapat bergerak sesuai kebutuhan dan kondisi di masing-masing daerah.
Dalam pelaksanaannya, GP Ansor akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sektor swasta, hingga elemen masyarakat.
Selain aksi sosial dan penanganan bencana, Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 juga akan diisi kegiatan spiritual melalui Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor.
Addin mengatakan gerakan tersebut akan dikemas sebagai gerakan spiritual kebangsaan.
"Selain itu MDS Rijalul Ansor akan melakukan gerakan spiritual kebangsaan, dimulai dari ziarah makam raja-raja Nusantara, para ulama, peringatan Maulid Nabi, shalat istisqa, pemberian ijazah, dan doa untuk bangsa," ujarnya.
Baca juga: Badan Usaha Milik Ansor Rambah Bisnis Kendaraan Listrik dan Panel Surya
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat dimensi spiritual sekaligus memperkokoh persatuan kebangsaan.
Dengan menggabungkan aksi sosial, penanganan bencana, kepedulian lingkungan, serta kegiatan spiritual, GP Ansor berharap Aksi Kemanusiaan Ansor 2026 dapat menjadi gerakan bersama untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di berbagai daerah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.