Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhaj Sebut Asrama Haji “Raksasa yang Tertidur”, Apa Maksudnya?

Kompas.com, 30 September 2026, 10:45 WIB
Reni Susanti

Editor


BEKASI, KOMPAS.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong asrama haji dimanfaatkan sepanjang tahun untuk akomodasi, manasik, pelatihan, hingga kegiatan masyarakat.

Pengembangan tersebut harus tetap menjaga fungsi utamanya sebagai tempat pelayanan jemaah haji.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, mengibaratkan asrama haji sebagai “raksasa yang tertidur”. Fasilitas berupa kamar, aula, dan lahan dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan di luar musim haji.

“Jangan sampai asrama haji hanya hidup satu musim. Kita memiliki aset yang besar, tetapi kalau sepanjang tahun tidak dimanfaatkan, justru menjadi beban operasional,” ujar Ian dalam rilisnya, Rabu (30/9/2026). 

Baca juga: Kemenhaj Catat 189 Pengaduan, Ada Dugaan Penipuan Dana Haji dan Umrah

Pemanfaatan aset dan pembenahan tata kelola

Ian mengatakan, pemanfaatan asrama haji dapat diperluas untuk layanan akomodasi dan perhotelan, manasik, pelatihan, pertemuan, serta kegiatan masyarakat lainnya.

Pengembangan itu diharapkan membuat aset asrama haji terus memberikan manfaat setelah operasional haji berakhir.

Namun, menurut Ian, perubahan tidak cukup dilakukan melalui pembenahan bangunan dan fasilitas. Cara pandang pengelola juga perlu berubah agar asrama haji dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Mindset itu yang harus kita ubah. Mengubah mindset memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan,” katanya.

Pengelolaan tersebut diharapkan meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi asrama haji.

Gerbang awal perjalanan spiritual jemaah

Ian menegaskan, transformasi asrama haji tidak hanya berkaitan dengan bisnis. Ada dimensi spiritual yang melekat pada fungsinya sebagai tempat awal perjalanan jemaah menuju Tanah Suci.

Ia mengibaratkan asrama haji sebagai “doa iftitah” dalam rangkaian perjalanan ibadah haji.

“Dari aspek spiritual, asrama haji itu doa iftitah-nya. Di sinilah gerbang awal bagaimana membuka spiritual jemaah sebelum menuju Tanah Suci,” ujarnya.

Karena itu, pembenahan asrama haji juga harus menghadirkan layanan yang nyaman, bersih, tertata, dan memiliki standar yang baik. Jemaah diharapkan merasakan kualitas pelayanan tersebut sejak masih berada di Tanah Air.

Ian turut memperkenalkan gagasan Grand El-Hajj sebagai bagian dari upaya membangun citra dan standar baru asrama haji.

Menurutnya, perubahan identitas harus diikuti peningkatan nyata dalam pelayanan dan pengelolaan.

“Justru asrama haji atau Grand El-Hajj yang harus terkenal dalam penyelenggaraan haji,” katanya.

Penguatan SDM dan digitalisasi

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Nurchalis, menilai asrama haji merupakan infrastruktur strategis untuk mendukung penyelenggaraan haji.

Selain melayani jemaah, asrama haji memiliki potensi pemanfaatan untuk kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, dan kegiatan masyarakat lainnya.

Pengembangannya, menurut Nurchalis, membutuhkan penguatan tata kelola, sumber daya manusia, digitalisasi, serta model pengelolaan yang berkelanjutan.

Rakor tersebut mengundang 70 peserta yang terdiri dari pengelola asrama haji seluruh Indonesia serta pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenhaj.

Forum ini ditujukan untuk menyelaraskan visi pengelolaan, menyusun program prioritas dan indikator kinerja, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana strategis pengembangan asrama haji.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar