Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kiai Musthofa Aqil Ingatkan Pengurus PBNU: Jangan Lupakan Palestina

Kompas.com, 1 Oktober 2026, 06:01 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Aqil Siroj mengingatkan pengurus masa khidmah 2026–2031 agar terus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kedaulatan.

“Tidak boleh sekecil apa pun kita lupa pada perjuangan untuk kedaulatan rakyat Palestina,” kata Kiai Musthofa dikutip dari NU Online, Kamis (1/10/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, itu menyebut genosida di Palestina sebagai persoalan yang harus menjadi perhatian dalam perjuangan NU.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana kita mempunyai hal yang mengerikan, adalah genosida dari kaum Zionis Israel,” ujarnya.

Baca juga: Gus Kikin: Dukungan untuk Palestina Telah Diajarkan KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng

Karena itu, ia menekankan pentingnya konsistensi sikap NU yang anti-Zionisme serta dukungan terhadap kedaulatan rakyat Palestina.

Kiai Musthofa juga mengajak seluruh pengurus, baik dari unsur Syuriyah maupun Tanfidziyah, menjalankan amanah dengan berpedoman pada nilai-nilai yang diwariskan para pendiri atau muassis NU.

“Oleh karena itu, kepada rekan-rekan, baik yang Syuriyah maupun yang non-Syuriyah. Insyaallah, di bawah kepemimpinan yang baru, baik yang stok lama maupun stok baru, insyaallah kita berpijak kepada titah-titah muassis kita,” katanya.

Menjadi pengurus harus siap berkhidmat

Selain menyoroti Palestina, Kiai Musthofa mengingatkan bahwa kebanggaan menjadi pengurus harus diiringi kesiapan menjalankan tanggung jawab.

“Detik ini kita ada dua. Ada perasaan bangga menjadi pengurus, ada perasaan siap menjadi pengurus,” ujarnya.

Menurutnya, kebanggaan dan kesiapan merupakan dua hal yang berbeda. Seseorang bisa merasa bangga menjadi pengurus, tetapi belum tentu siap menjalankan amanah.

“Antara bangga dan siap itu kadang berbeda. Bangga tanpa siap, tetapi kadang siap tanpa bangga,” katanya.

Baca juga: Jusuf Kalla Sambut Grand Imam Al-Aqsa, Perkuat Solidaritas Palestina

Ia menegaskan, hal yang paling dibutuhkan dari jajaran pengurus PBNU adalah kesiapan untuk berkhidmat.

“Oleh karena itu, yang diperlukan adalah kesiapan. Kesiapan apa? Kesiapan berkhidmat,” tegasnya.

Kiai Musthofa mengatakan, khidmah kepada agama dan bangsa merupakan orientasi perjuangan yang telah diletakkan para pendiri NU sejak awal.

“Dari awal, muassis itu tidak ada lain, ya, khidmat. Khidmat kepada bangsa, khidmat kepada agama,” ujarnya.

Salah satu bentuk khidmah tersebut, menurutnya, adalah menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan masyarakat, baik pada tingkat lokal maupun global.

“Terutama menjaga akidah kita, akidah Ahlussunnah wal Jamaah, baik secara lokal maupun secara global,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan bahwa dukungan NU dan Pesantren Tebuireng terhadap Palestina memiliki akar sejarah sejak masa KH Hasyim Asy’ari.

Hal itu disampaikannya dalam acara Muhadhoroh ‘Ammah di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Minggu (27/9/2026).

“Kita memiliki hubungan yang sangat panjang dengan Palestina. Tahun 1938, Kiai Hasyim Asy’ari menyuarakan kemerdekaan bagi Palestina,” ujar Gus Kikin. 

Menurut Gus Kikin, dukungan terhadap kemerdekaan dan persoalan kemanusiaan di Palestina merupakan amanah sejarah yang terus dijaga Pesantren Tebuireng dan warga Nahdliyin.

Pertemuan dengan delegasi Palestina tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas itu.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
UIN Sunan Kalijaga Peringkat Kedua Nasional di THE WUR 2027, Tepat di Bawah UI
UIN Sunan Kalijaga Peringkat Kedua Nasional di THE WUR 2027, Tepat di Bawah UI
Aktual
Kiai Musthofa Aqil Ingatkan Pengurus PBNU: Jangan Lupakan Palestina
Kiai Musthofa Aqil Ingatkan Pengurus PBNU: Jangan Lupakan Palestina
Aktual
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Aktual
PBNU 2026–2031 Berisi 210 Pengurus, Pelantikan Ditargetkan Sekitar Hari Santri
PBNU 2026–2031 Berisi 210 Pengurus, Pelantikan Ditargetkan Sekitar Hari Santri
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026
Aktual
Susunan Kepengurusan Diresmikan, PBNU Targetkan Rekonsiliasi ke Daerah dalam 100 Hari Kerja
Susunan Kepengurusan Diresmikan, PBNU Targetkan Rekonsiliasi ke Daerah dalam 100 Hari Kerja
Aktual
Gus Kikin Tegaskan Khidmah PBNU 2026-2031 Berlandaskan Qanun Asasi
Gus Kikin Tegaskan Khidmah PBNU 2026-2031 Berlandaskan Qanun Asasi
Aktual
Daftar Lengkap Susunan Kepengurusan PBNU 2026–2031
Daftar Lengkap Susunan Kepengurusan PBNU 2026–2031
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Aktual
PBNU Gelar Istighosah dan Doa Bersama Jelang Pengumuman Pengurus 2026-2031
PBNU Gelar Istighosah dan Doa Bersama Jelang Pengumuman Pengurus 2026-2031
Aktual
Hubungan Al-Qur'an dan Pancasila Menurut Penjelasan Muhammadiyah, dari Sila Pertama sampai Kelima
Hubungan Al-Qur'an dan Pancasila Menurut Penjelasan Muhammadiyah, dari Sila Pertama sampai Kelima
Aktual
Teks Ikrar, Doa, dan Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Teks Ikrar, Doa, dan Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Aktual
Kisah Abdullah bin Mas'ud, Sahabat yang Menjadi Rujukan Ilmu Al-Qur'an
Kisah Abdullah bin Mas'ud, Sahabat yang Menjadi Rujukan Ilmu Al-Qur'an
Aktual
Contoh Doa Resmi dan Singkat Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Contoh Doa Resmi dan Singkat Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Aktual
Apa Bedanya Sedekah, Infak, dan Hibah? Jangan Sampai Keliru
Apa Bedanya Sedekah, Infak, dan Hibah? Jangan Sampai Keliru
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar