Editor
KOMPAS.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta masuk kelompok peringkat 801–1000 dunia dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam bahan pemberitaan, UIN Sunan Kalijaga menempati posisi kedua di Indonesia setelah Universitas Indonesia (UI).
Kualitas penelitian menjadi indikator dengan skor tertinggi di antara lima aspek penilaian kampus tersebut.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Abdul Qoyum mengatakan, capaian itu ditopang publikasi dosen di jurnal internasional bereputasi.
“Mayoritas artikel yang diterbitkan oleh dosen-dosen UIN Sunan Kalijaga berada di jurnal-jurnal teratas. Hampir 80 persen di jurnal Q1. Ini mengindikasikan kualitas yang luar biasa,” ujar Qoyum dalam rilisnya, Rabu (30/9/2026).
Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Kini Selevel UGM, Tembus 1.000 Kampus Terbaik Dunia
THE WUR 2027 menilai perguruan tinggi melalui lima aspek, yakni pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, hubungan dengan industri, dan orientasi internasional.
Dalam data yang disampaikan, UIN Sunan Kalijaga memperoleh skor kualitas penelitian sebesar 82,8. Adapun skor pengajaran mencapai 16,7, lingkungan penelitian 16,4, hubungan dengan industri 18,3, dan orientasi internasional 45,3.
Qoyum menjelaskan, kampus memperkuat tata kelola penelitian untuk meningkatkan mutu publikasi sekaligus mendorong riset yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian insentif publikasi, pendampingan mahasiswa untuk menghasilkan inovasi, serta pengelolaan basis data yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, penguatan ekosistem penelitian diperlukan agar hasil riset mampu bersaing secara akademik dan relevan dengan persoalan sosial.
Baca juga: UIN Bandung: Keluarga Benteng Pertama Cegah Anak Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Suyitno mengingatkan bahwa pengakuan internasional harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu dan kontribusi perguruan tinggi.
“Yang terpenting adalah bagaimana capaian ini berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat,” ujar Suyitno.
Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Sahiron mengatakan, pengakuan internasional membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan sektor publik maupun industri.
“Kerja-kerja peningkatan mutu yang dilakukan perguruan tinggi Islam mulai mendapatkan pengakuan dalam pemeringkatan global. Semakin banyak PTKIN yang mampu masuk dalam pemeringkatan global, semakin kuat pula kontribusi pendidikan tinggi Islam Indonesia dalam memecahkan tantangan pembangunan nasional dan percaturan akademik dunia,” katanya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.