Editor
PANGANDARAN, KOMPAS.com — Bagi pegiat lari Rieke Wirawan, olahraga menjadi cara menjaga kebugaran sekaligus mendukung aktivitas ibadah. Ia ingin dapat menjalani keseharian dan beribadah dengan sukacita.
“Buatku olahraga itu untuk kebutuhan dunia dan akhirat. Jadi selain bermanfaat untuk beraktivitas sehari-hari, olahraga dibutuhkan agar kita bisa beribadah dengan baik,” tutur Rieke kepada Kompas.com, Jumat (2/10/2026).
Alasan tersebut mendorongnya mengikuti berbagai kegiatan olahraga, termasuk Pangandarun 5K & 10K yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Bandar Udara Nusawiru, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.
Baca juga: Tips Sehat Olahraga Saat Puasa ala Maryam Al Farsi, Sprinter Olimpiade UEA
Selain berolahraga, Rieke menikmati kesempatan bertemu orang baru dalam kegiatan lari. Lokasi penyelenggaraan di kawasan wisata juga menjadi daya tarik baginya.
“Kalau event-event kaya gini tuh seru, bisa kenalan sama orang baru. Apalagi ini larinya seru ya karena di lokasi wisata,” ucapnya.
Pangandarun menawarkan konsep wisata olahraga atau sport tourism dengan menggabungkan lomba lari dan rekreasi di pesisir selatan Jawa Barat.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyampaikan, peserta dari luar daerah diharapkan dapat menjadikan lomba tersebut sebagai bagian dari perjalanan wisata bersama keluarga.
Ajang ini terbuka bagi masyarakat umum, pelari pemula, komunitas lari, hingga atlet melalui kategori jarak 5 kilometer dan 10 kilometer.
Diselenggarakan oleh Mabes TNI dan Kodam III/Siliwangi, Pangandarun merupakan bagian dari rangkaian Open Tournament Piala Panglima TNI Pangandaran 2026 untuk memperingati HUT ke-81 TNI.
Atlet lari Atjong Tio Purwanto menyambut positif konsep tersebut. Atjong, yang kini lebih banyak beraktivitas sebagai pelatih, menilai lomba di kawasan wisata menawarkan suasana berbeda dibandingkan perlombaan di perkotaan.
“Biasanya kita larinya di kota-kota terus. Jadi biar nggak jenuh, TNI sudah memberikan solusi, lari sama rekreasi. Di sana selain kita happy untuk cari prestasi juga bisa berekreasi. Apalagi bisa mengajak keluarga,” kata Atjong.
Baca juga: 5 Tips agar Lansia Tetap Sehat dan Bahagia Menurut Islam
Kehadiran peserta beserta keluarga diharapkan turut menggerakkan usaha penginapan, transportasi, kuliner, serta jasa pariwisata setempat.
Pangandarun juga dirancang menjadi ruang pertemuan komunitas lari dari Pangandaran, wilayah lain di Jawa Barat, Jabodetabek, dan berbagai kota lainnya.
Bagi pelari pemula, Atjong mengingatkan agar keikutsertaan dalam lomba tidak dibebani target waktu yang berlebihan. Ia menekankan pentingnya menikmati proses berlari.
“Untuk para pemula, lari se-happy mungkin. Jangan di-press, jangan terlalu di-press dengan target yang berlebihan. Karena tujuan pertama kita lari itu sehat dan senang. Yang penting kita sehat, senang, finish strong,” ujarnya.
Menurut Atjong, persiapan mengikuti kategori 5K dan 10K relatif lebih sederhana dibandingkan maraton. Ia menyebut latihan selama satu hingga dua bulan dapat menjadi bekal bagi peserta yang menargetkan menyelesaikan lomba dengan baik.
“Untuk 5 dan 10 kilometer ini kalau targetnya finish strong, sebulan sampai dua bulan sudah cukup untuk latihan,” katanya.
Atjong menjelaskan, latihan dapat berupa joging atau lari berintensitas ringan dengan jarak yang ditambah secara bertahap.
Adapun peserta yang mengejar prestasi dapat menyesuaikan latihan dengan target masing-masing.
Pendaftaran Pangandarun 5K & 10K telah dibuka. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat berolahraga sekaligus meluangkan waktu untuk berwisata bersama keluarga.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.