Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag Nasaruddin Umar Jelaskan 5 Sumber Ilmu dalam Tradisi Keislaman

Kompas.com, 3 Oktober 2026, 07:52 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) memperluas cara pandang dalam mencari ilmu.

Menurutnya, tradisi keilmuan Islam tidak hanya mengandalkan buku, dosen, dan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membuka ruang bagi alam, intuisi, wahyu, ilham, dan mimpi.

Baca juga: Mana yang Didahulukan, Ilmu atau Adab? Ini Penjelasan Ulama

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat mengisi Stadium General pada Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (2/10/2026).

Ia mengatakan, salah satu kekhasan pendidikan Islam adalah upaya mencari divine knowledge atau ilmu Allah.

“Alangkah miskinnya manusia kalau gurunya hanya orang yang hidup. Sumber pelajaran dalam Al-Qur'an itu tidak hanya orang. Kita juga perlu belajar dari alam,” ujar Menag.

Baca juga: Kisah Abu Ayyub Al-Anshari, Tuan Rumah Rasulullah yang Tak Pernah Melupakan Adab

Lima Sumber Ilmu dalam Tradisi Keislaman

Nasaruddin menjelaskan, terdapat setidaknya lima sumber ilmu yang dapat menjadi bagian dari tradisi keilmuan Islam. Kelima sumber tersebut mencakup deduksi akal, intuisi, wahyu, ilham, dan mimpi.

1. Deduksi Akal

Deduksi akal menjadi salah satu cara manusia memperoleh pengetahuan. Melalui kemampuan bernalar, manusia dapat memahami berbagai persoalan dan menarik kesimpulan berdasarkan proses berpikir.

2. Intuisi

Sumber ilmu berikutnya adalah intuisi. Nasaruddin mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan intuisi sebagai salah satu kemampuan manusia dalam menangkap tanda-tanda.

"Namun, kemampuan tersebut dapat menjadi tumpul ketika nurani manusia tidak terasah," Ucapnya.

3. Wahyu

Wahyu merupakan sumber informasi sekaligus konfirmasi dalam tradisi Islam. Menurut Nasaruddin, Al-Qur'an menjadi sumber utama yang memberikan landasan bagi umat Islam dalam memahami kehidupan dan ilmu pengetahuan.

4. Ilham

Nasaruddin juga memasukkan ilham sebagai salah satu sumber ilmu. Namun, ia membedakan kedudukan ilham dengan wahyu.

Wahyu merupakan sumber kebenaran yang pasti bagi para nabi, sedangkan ilham merupakan pengalaman batin yang tidak memiliki derajat kepastian yang sama. Karena itu, ilham perlu ditempatkan secara proporsional dalam proses memperoleh pengetahuan.

5. Mimpi

Mimpi menjadi sumber ilmu kelima yang disebut Nasaruddin. Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut mendapat tempat dalam tradisi keislaman, antara lain melalui kisah Nabi Yusuf dan peristiwa penyembelihan kurban yang berkaitan dengan mimpi Nabi Ibrahim.

"Mimpi itu, alam bawah sadar itu superpower manusia. Para nabi dan wali memiliki kemampuan mengakses itu, sehingga mampu menemukan banyak kebenaran," Jelasnya.

Tradisi Keilmuan Islam Tidak Hanya dari Ruang Kelas

Menurut Nasaruddin, luasnya sumber pengetahuan menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pendekatan keilmuan yang hanya bertumpu pada satu metode.

Karena itu, mahasiswa PTKI perlu kembali membuka berbagai sumber keilmuan yang tersedia dalam khazanah Islam.

“Al-Qur'an menyediakan semuanya,” kata Menag.

Ia juga menyinggung tradisi kritik hadis yang dikembangkan para ulama, termasuk Imam Bukhari.

Menurutnya, proses verifikasi hadis yang ketat menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam memiliki mekanisme untuk menguji dan memastikan validitas informasi sebelum diterima sebagai pengetahuan yang sahih.

Nasaruddin berharap mahasiswa pascasarjana tidak hanya mengandalkan pengetahuan dari buku dan ruang kuliah. Mereka perlu mengembangkan kemampuan membaca berbagai sumber pengetahuan secara kritis dengan tetap berpijak pada tradisi keilmuan Islam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Aktual
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Aktual
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Aktual
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Aktual
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Aktual
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Aktual
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
Aktual
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Aktual
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Aktual
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Aktual
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Aktual
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Aktual
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar