Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, termasuk tokoh agama dan santri, menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk membantu pendataan warga yang membutuhkan bantuan sosial.
Menurut Nasaruddin, kepedulian sosial merupakan panggilan iman sekaligus wujud persaudaraan yang diajarkan seluruh agama.
“Mari bergerak bantu sesama. Jangan biarkan ada tetangga kita yang terpuruk karena kemiskinan ekstrem, sakit, atau putus sekolah tanpa ada perhatian dari kita,” ujar Nasaruddin dalam rilisnya, Minggu (4/10/2026).
Ajakan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah mendata penerima bantuan sosial agar bantuan tepat sasaran dan warga yang berhak menerimanya tidak terlewat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program perlindungan sosial nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Menag Ajak ASN Kemenag Jadi Agen Perlinsos: Panggilan Iman dan Persaudaraan
Nasaruddin meminta seluruh jajaran Kementerian Agama berperan aktif mendampingi masyarakat dalam proses pendataan.
Ajakan itu ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN), guru, dosen, penyuluh agama, penghulu, pembimbing masyarakat, serta kiai dan santri.
Ia berpesan agar pendampingan dilakukan dengan ikhlas, jujur, dan penuh dedikasi untuk menjaga kemaslahatan umat serta martabat kemanusiaan.
Melalui keterlibatan masyarakat, warga yang membutuhkan perlindungan sosial di lingkungan sekitar diharapkan dapat teridentifikasi dan tercatat. Kelompok tersebut mencakup masyarakat miskin, masyarakat rentan, dan warga berkebutuhan khusus.
Baca juga: Kemenag Dukung Percepatan Pendaftaran Perlinsos 2027, Libatkan Penyuluh dan Penghulu
Masyarakat yang ingin menjadi Agen Perlinsos dapat mengikuti langkah berikut:
1. Pastikan sudah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).
2. Buka portal Perlinsos Digital Agen.
3. Klik “Daftar Menjadi Agen”.
4. Lengkapi data diri dan lakukan verifikasi wajah.
5. Setujui Pernyataan Komitmen Agen.
6. Selesaikan proses pendaftaran.
Agen Perlinsos diharapkan membantu menemukan warga yang membutuhkan perlindungan sosial dan mendampingi pendataan mereka melalui portal tersebut.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.