KOMPAS.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mendorong generasi Z atau Gen Z aktif memakmurkan masjid.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama Program Gen Z Memakmurkan Masjid dan Penguatan Pengelolaan Masjid Ramah pada Selasa (13/10/2026). Program ini juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola masjid agar lebih profesional, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan umat.
Kegiatan tersebut dihadiri 17 kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kapanewon, Ketua DMI Kabupaten Sleman, jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman, takmir masjid, serta perwakilan remaja masjid.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Nadhif mengatakan, keterlibatan generasi muda diperlukan agar masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga ruang untuk mengembangkan ilmu, karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Menurut dia, upaya tersebut sejalan dengan semangat Sleman Sembada untuk mewujudkan masyarakat yang agamis.
Baca juga: Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
“Semangat Sleman Sembada yang mencerminkan masyarakat agamis harus kita wujudkan melalui langkah nyata. Salah satunya dengan memastikan masjid menjadi ruang yang dekat dengan generasi muda,” kata Nadhif dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi Kemenag Sleman (13/10/2026).
Ia menilai, potensi semakin jauhnya sebagian generasi muda dari lingkungan masjid perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, pendekatan yang dilakukan perlu menyesuaikan kebutuhan, minat, dan karakter generasi muda saat ini.
Nadhif menegaskan, Gen Z perlu diberi ruang untuk terlibat dan berkreasi dalam kegiatan kemasjidan. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara Kemenag, KUA, DMI, BAZNAS, pengurus masjid, dan remaja masjid.
Ketua DMI Kabupaten Sleman Masuko Haryono mengatakan, upaya memakmurkan masjid perlu berjalan beriringan dengan peningkatan manfaat masjid bagi masyarakat.
Baca juga: Abu Talhah Al-Anshari, Sahabat yang Sedekahkan Kebun Kesayangannya
Menurut Masuko, masjid perlu dihidupkan melalui kegiatan ibadah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan masjid tidak hanya berpusat pada kegiatan ritual, tetapi juga berkontribusi terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi generasi muda melalui berbagai inovasi. Remaja masjid diharapkan tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi turut mengambil peran dalam merencanakan, menggerakkan, dan melaksanakan program.
Masuko menilai, ruang keterlibatan, pendampingan, dan kepercayaan diperlukan agar kreativitas anak muda berkembang. Program yang melibatkan generasi muda juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masjid lain.
Selain mendorong partisipasi Gen Z, kerja sama tersebut mencakup penguatan tata kelola zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid-masjid.
Baca juga: Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Andung Prihadi Santosa mengatakan, keberadaan UPZ diharapkan membuat penghimpunan dan penyaluran zakat lebih terorganisasi serta membantu memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap setiap masjid di Kabupaten Sleman dapat membentuk UPZ sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Pengelolaan yang terarah dinilai penting agar potensi zakat di lingkungan masjid dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kemenag Sleman bersama DMI dan BAZNAS berharap kerja sama ini memperkuat pengembangan masjid yang ramah bagi generasi muda, meningkatkan tata kelola kemasjidan, serta mengoptimalkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.
Melalui program tersebut, masjid diharapkan menjadi ruang yang memberi kesempatan kepada generasi muda untuk belajar, berkontribusi, dan mengembangkan kepedulian sosial sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Baca juga: MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.