Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Sleman Gandeng DMI dan BAZNAS Ajak Gen Z Makmurkan Masjid

Kompas.com, 13 Oktober 2026, 17:23 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mendorong generasi Z atau Gen Z aktif memakmurkan masjid.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama Program Gen Z Memakmurkan Masjid dan Penguatan Pengelolaan Masjid Ramah pada Selasa (13/10/2026). Program ini juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola masjid agar lebih profesional, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan umat.

Kegiatan tersebut dihadiri 17 kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kapanewon, Ketua DMI Kabupaten Sleman, jajaran BAZNAS Kabupaten Sleman, takmir masjid, serta perwakilan remaja masjid.

Kemenag Sleman Dorong Masjid Lebih Dekat dengan Gen Z

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Nadhif mengatakan, keterlibatan generasi muda diperlukan agar masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga ruang untuk mengembangkan ilmu, karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Menurut dia, upaya tersebut sejalan dengan semangat Sleman Sembada untuk mewujudkan masyarakat yang agamis.

Baca juga: Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?

“Semangat Sleman Sembada yang mencerminkan masyarakat agamis harus kita wujudkan melalui langkah nyata. Salah satunya dengan memastikan masjid menjadi ruang yang dekat dengan generasi muda,” kata Nadhif dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi Kemenag Sleman (13/10/2026). 

Ia menilai, potensi semakin jauhnya sebagian generasi muda dari lingkungan masjid perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, pendekatan yang dilakukan perlu menyesuaikan kebutuhan, minat, dan karakter generasi muda saat ini.

Nadhif menegaskan, Gen Z perlu diberi ruang untuk terlibat dan berkreasi dalam kegiatan kemasjidan. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara Kemenag, KUA, DMI, BAZNAS, pengurus masjid, dan remaja masjid.

Remaja Masjid Didorong Menjadi Penggerak Kegiatan

Ketua DMI Kabupaten Sleman Masuko Haryono mengatakan, upaya memakmurkan masjid perlu berjalan beriringan dengan peningkatan manfaat masjid bagi masyarakat.

Baca juga: Abu Talhah Al-Anshari, Sahabat yang Sedekahkan Kebun Kesayangannya

Menurut Masuko, masjid perlu dihidupkan melalui kegiatan ibadah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan masjid tidak hanya berpusat pada kegiatan ritual, tetapi juga berkontribusi terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi generasi muda melalui berbagai inovasi. Remaja masjid diharapkan tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi turut mengambil peran dalam merencanakan, menggerakkan, dan melaksanakan program.

Masuko menilai, ruang keterlibatan, pendampingan, dan kepercayaan diperlukan agar kreativitas anak muda berkembang. Program yang melibatkan generasi muda juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masjid lain.

BAZNAS Perkuat Pengelolaan Zakat di Masjid

Selain mendorong partisipasi Gen Z, kerja sama tersebut mencakup penguatan tata kelola zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid-masjid.

Baca juga: Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir 

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Sleman Andung Prihadi Santosa mengatakan, keberadaan UPZ diharapkan membuat penghimpunan dan penyaluran zakat lebih terorganisasi serta membantu memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia berharap setiap masjid di Kabupaten Sleman dapat membentuk UPZ sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Pengelolaan yang terarah dinilai penting agar potensi zakat di lingkungan masjid dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kemenag Sleman bersama DMI dan BAZNAS berharap kerja sama ini memperkuat pengembangan masjid yang ramah bagi generasi muda, meningkatkan tata kelola kemasjidan, serta mengoptimalkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.

Melalui program tersebut, masjid diharapkan menjadi ruang yang memberi kesempatan kepada generasi muda untuk belajar, berkontribusi, dan mengembangkan kepedulian sosial sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Baca juga: MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar