KOMPAS.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung menyiapkan ruang bagi santri dan siswa madrasah untuk menampilkan prestasi serta kreativitas dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain menegaskan, peringatan Hari Santri tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk menunjukkan kemampuan santri di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, seni, dan bahasa hingga teknologi.
Karena itu, panitia didorong melibatkan santri secara aktif dalam rangkaian kegiatan.
Baca juga: Tema dan Logo Hari Santri 2026 Versi Kemenag serta PBNU
Rapat persiapan yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) itu dipimpin Zulkarnain, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradonna dan Kepala Bidang PAPKI Indra Jaya.
Sejumlah pejabat dan perwakilan madrasah turut menghadiri pertemuan tersebut.
Dalam rapat itu, Zulkarnain meminta panitia memberikan ruang lebih luas bagi santri untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Menurut dia, peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk memperlihatkan potensi yang telah dikembangkan melalui pendidikan dan pembinaan di pesantren maupun madrasah.
“Keinginan saya, bagaimana kita bisa menampilkan prestasi-prestasi para santri yang ada. Jadi, yang terpenting adalah bagaimana santrinya bisa berperan aktif dalam kegiatan ini,” ujar Zulkarnain.
Sejumlah penampilan yang dapat dipersiapkan antara lain marching band, paduan suara, dan musik.
Santri juga berpeluang terlibat dalam berbagai unsur pelaksanaan upacara agar tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan peringatan tersebut.
Baca juga: Cerita Imah Babaturan 11 Tahun Bertahan hingga Repotnya Mengurus Sertifikasi Halal
Panitia turut didorong mengidentifikasi santri dan siswa madrasah yang memiliki prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Mereka diharapkan mendapat kesempatan menampilkan kemampuan yang telah membawa nama baik lembaga pendidikan masing-masing.
Zulkarnain juga mengusulkan keterlibatan santri atau siswa madrasah yang memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris sebagai pembawa acara.
Langkah ini diharapkan memperlihatkan bahwa pendidikan pesantren turut mengembangkan keterampilan komunikasi di samping pemahaman agama.
Zulkarnain menilai, potensi santri tidak terbatas pada bidang keagamaan.
Berbagai prestasi di bidang seni, bahasa, dan keterampilan lainnya perlu mendapat ruang agar masyarakat dapat melihat perkembangan pendidikan pesantren.
Karena itu, ia meminta panitia memperhatikan publikasi kegiatan melalui media massa dan media sosial.
Koordinasi dengan media dinilai penting agar rangkaian peringatan Hari Santri serta prestasi para santri dapat diketahui masyarakat luas.
Baca juga: 15 Warna Jilbab untuk Gamis Burgundy agar Terlihat Elegan
Selain publikasi, panitia diminta memastikan kesiapan teknis, pengaturan tempat, dan kedisiplinan peserta.
Persiapan tersebut diperlukan agar kegiatan berlangsung tertib dan khidmat sekaligus memberikan kesempatan kepada santri untuk menampilkan kemampuan mereka.
Kepala Bidang PAPKI Kanwil Kemenag Lampung Indra Jaya menyampaikan bahwa persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengacu pada surat edaran Menteri Agama dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama mengenai pelaksanaan peringatan tahun ini.
Berdasarkan paparan dalam rapat, upacara dijadwalkan berlangsung serentak pada Kamis (22/10/2026) dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Kanwil Kemenag Lampung merencanakan upacara di MAN 1 Bandar Lampung dengan melibatkan aparatur sipil negara Kementerian Agama, siswa madrasah, serta santri dari pesantren di sekitar Bandar Lampung.
Baca juga: Menjaga Privasi Anak Juga Bagian dari Adab dalam Islam
Gubernur Lampung direncanakan menjadi inspektur upacara. Panitia juga merencanakan keterlibatan unsur pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga keagamaan, serta pimpinan pesantren dan madrasah.
Selain upacara dan penampilan kreativitas santri, panitia menyiapkan agenda pendukung berupa penyerahan 10.000 Al-Quran.
Menurut Indra, penyerahan tersebut direncanakan melibatkan kalangan pesantren dan dilakukan secara simbolis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang mengusung konsep ekoteologi.
Agenda itu melengkapi upaya Kemenag Lampung menghadirkan peringatan yang tidak hanya berfokus pada seremoni.
Melalui pelibatan santri dalam berbagai kegiatan, peringatan Hari Santri diharapkan menjadi ruang untuk mengapresiasi prestasi sekaligus memperlihatkan kontribusi pesantren dalam membangun sumber daya manusia.
Baca juga: Menag Minta Sekolah Gratis Cakup Biaya Asrama Santri
Dengan persiapan tersebut, Kanwil Kemenag Lampung berupaya menjadikan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum bagi santri untuk tampil, berkarya, dan menunjukkan potensi mereka kepada masyarakat.
Keterlibatan aktif santri menjadi salah satu fokus agar peringatan tahun ini berlangsung khidmat sekaligus menampilkan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terus berkembang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.