Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jawa Barat Raih Peringkat Pertama Wisata Ramah Muslim dalam IMTI 2026

Kompas.com, 17 Oktober 2026, 09:45 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Jawa Barat meraih peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.

Capaian ini menjadi modal untuk meningkatkan layanan wisata ramah Muslim sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit, bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (16/10/2026).

"Alhamdulillah, sebuah kebanggaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima penghargaan tertinggi sebagai Provinsi Terbaik Peringkat 1 di Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026," ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Erwan Setiawan dalam rilisnya, Sabtu (19/10/2026).

Baca juga: Wisata Ramah Muslim, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Menurut Islam?

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali mengatakan, Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi salah satu pusat pariwisata ramah muslim dunia. 

IMTI merupakan instrumen untuk memetakan kesiapan dan potensi daerah dalam mengembangkan pariwisata ramah Muslim.

Hasil pemetaan tersebut digunakan sebagai bahan perumusan kebijakan pengembangan destinasi.

Bagi Jawa Barat, capaian ini diharapkan mendorong perbaikan kualitas destinasi dan layanan, memperluas pasar wisatawan domestik maupun mancanegara, serta membuka peluang bagi UMKM lokal.

Pemetaan destinasi hingga pelatihan desa wisata

Bank Indonesia meluncurkan Kajian Rekomendasi Peta Jalan Pariwisata Ramah Muslim Nasional sebagai acuan pengembangan sektor tersebut.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui Indonesia Travel Pack yang dikembangkan bersama Kementerian Pariwisata dan mitra terkait.

Layanan ini mengintegrasikan informasi destinasi, konektivitas digital, dan pembayaran, serta melengkapi pengembangan QRIS Antarnegara.

Baca juga: Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya

Promosi digital untuk menjangkau wisatawan

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, transformasi digital diperlukan untuk menjangkau pasar wisatawan Muslim global.

“Kita tidak hanya ingin mengatakan kepada wisatawan, inilah indahnya Indonesia, tetapi juga memberi tahu mereka cara menikmati dan menjelajahinya,” ujar Widiyanti.

Kementerian Pariwisata memperkuat promosi melalui Portal Visit Indonesia yang memuat informasi destinasi ramah Muslim di 38 provinsi.

Selain itu, teknologi kecerdasan artifisial melalui MaiA dimanfaatkan untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan sesuai kebutuhan dan preferensi mereka.

Pengembangan sektor ini berlangsung seiring meningkatnya posisi Indonesia dalam pemeringkatan global.

Berdasarkan keterangan Bank Indonesia, Indonesia menempati peringkat kedua Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, naik dari posisi kelima pada 2025.

Di Jawa Barat, pengembangan pariwisata ramah Muslim selanjutnya diarahkan pada penguatan kerja sama antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan pelaku usaha.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar