Editor
KOMPAS.com — Hari Santri diperingati pada Kamis, 22 Oktober 2026. Meski menjadi peringatan nasional, Hari Santri tidak ditetapkan sebagai hari libur.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.
“Hari Santri bukan merupakan hari libur,” demikian bunyi diktum kedua dalam keputusan tersebut.
Baca juga: Tema Hari Santri 2026 dan Panduan Peringatannya, dari Upacara hingga Kegiatan Pesantren
Dengan demikian, peringatan Hari Santri tidak otomatis membuat kegiatan sekolah maupun pekerjaan diliburkan.
Untuk mengetahui perubahan jadwal atau kegiatan peringatan, siswa dan orangtua perlu mengikuti pemberitahuan resmi dari sekolah masing-masing.
Lantas, apa makna Hari Santri dan bagaimana panduan peringatannya pada 2026?
Penetapan Hari Santri merupakan bentuk pengakuan atas peran ulama dan santri dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dikutip dari laman Kementerian Agama, tanggal 22 Oktober dipilih dengan merujuk pada seruan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
Dalam pertimbangan Keppres Nomor 22 Tahun 2015, seruan tersebut berkaitan dengan kewajiban membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan dari serangan penjajah.
Peringatan ini juga dimaksudkan untuk mengenang, meneladani, serta melanjutkan pengabdian ulama dan santri dalam pembangunan bangsa.
Karena itu, makna Hari Santri tidak terbatas pada mengenang perjuangan masa lalu.
Peringatan tersebut juga menjadi pengingat untuk meneruskan semangat belajar, pengabdian, dan tanggung jawab terhadap kehidupan bersama.
Baca juga: 30 Ucapan Hari Santri 2026 Singkat dan Penuh Doa untuk WhatsApp dan Instagram
Hari Santri 2026 mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Tema tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026, yang ditetapkan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 29 September 2026.
Dalam panduan tersebut, santri ditempatkan sebagai kekuatan penting dalam membangun masa depan Indonesia.
Kontribusi santri dalam perjuangan kemerdekaan kini dilanjutkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, serta pengamalan nilai agama dan kebangsaan.
Frasa “Menguatkan Negeri” dimaknai sebagai upaya menghadirkan santri sebagai bagian dari solusi atas tantangan bangsa.
Dari pesantren, diharapkan lahir generasi yang memiliki kedalaman spiritual dan keluasan ilmu, sekaligus berkarakter, produktif, kreatif, serta adaptif terhadap perubahan.
Santri juga didorong mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan dengan membawa nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat persatuan, merawat keberagaman, dan membangun kemandirian bangsa.
Frasa “Menuju Indonesia Emas” mengarah pada upaya menyiapkan generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045.
Panduan Hari Santri 2026 menekankan empat modal yang ditempa melalui pendidikan pesantren, yakni:
1. Ilmu yang mendalam.
2. Karakter yang kuat.
3. Tradisi yang berakar.
4. Keberanian untuk berinovasi.
Dengan bekal tersebut, santri diharapkan turut menjadi penggerak menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, berkeadaban, dan sejahtera.
Meskipun bukan hari libur, Hari Santri tetap diperingati melalui berbagai kegiatan.
Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026, upacara Hari Santri dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 07.00 waktu setempat.
Pelaksanaan upacara juga disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial Kementerian Agama.
Selain upacara, peringatan dapat dilakukan melalui kegiatan pramuka santri, ekoteologi, expo kemandirian pesantren, serta kegiatan lain yang relevan dengan tema.
Seluruh kegiatan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing penyelenggara dengan tetap mengedepankan prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.