Editor
KOMPAS.com — Upacara Hari Santri 2026 dijadwalkan berlangsung serentak pada Kamis (22/10/2026) pukul 07.00 waktu setempat. Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Dikutip dari laman Kementerian Agama, upacara menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang mengajak santri memperkuat kontribusi dalam kehidupan berbangsa. Pelaksanaannya juga dijadwalkan disiarkan melalui kanal media sosial Kemenag.
Selain upacara, peringatan Hari Santri diisi berbagai kegiatan oleh pesantren dan organisasi kemasyarakatan Islam. PBNU, misalnya, menjadwalkan apel, ziarah ke makam pendiri NU, kirab, serta mujahadah kemanusiaan untuk Palestina.
Baca juga: Hari Santri 2026 yang Keberapa? Simak Sejarah Peringatan 22 Oktober
Berdasarkan dokumen susunan acara yang dipublikasikan Kemenag, upacara di lingkungan kantor pusat dijadwalkan berlangsung di halaman Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara.
Rangkaian acaranya meliputi:
1. Persiapan pasukan upacara.
2. Komandan upacara memasuki lapangan.
3. Inspektur upacara tiba di tempat upacara.
4. Penghormatan umum dan laporan komandan upacara.
5. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.
6. Mengheningkan cipta.
7. Pembacaan teks Pancasila.
8. Pembacaan Pembukaan UUD 1945.
9. Menyanyikan Mars Hari Santri.
10. Pembacaan Resolusi Jihad.
11. Amanat inspektur upacara.
12. Pembacaan Ikrar Santri.
13. Pembacaan doa.
14. Laporan komandan upacara dan penghormatan kepada inspektur upacara.
15. Inspektur upacara meninggalkan tempat upacara.
16. Pembubaran pasukan.
Susunan tersebut merupakan agenda upacara di kantor pusat Kemenag. Adapun rincian pelaksanaan di masing-masing daerah mengikuti informasi penyelenggara setempat.
Baca juga: Contoh Teks MC Hari Santri 2026, Lengkap dari Pembukaan hingga Penutup
Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” menghubungkan warisan perjuangan santri dengan kebutuhan pembangunan masa kini.
Kontribusi tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemandirian ekonomi, serta kepedulian sosial.
Santri juga didorong untuk merawat persatuan dan keberagaman.
Pesantren diharapkan menjadi ruang tumbuhnya generasi yang memiliki kedalaman ilmu, karakter kuat, serta keberanian berinovasi untuk menghadapi masa depan.
Baca juga: 7 Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Santri 2026, Singkat dan Bermakna
Dalam rangkaian terpisah, PBNU menjadwalkan apel Hari Santri pukul 05.30–09.00 WIB.
Dikutip dari NU Online, Rabu (21/10/2026), apel tersebut diisi pembacaan Resolusi Jihad, amanat Ketua Umum PBNU, taujihat dan doa Rais Aam PBNU, penampilan teater santri, serta pelepasan kirab.
Setelah apel, agenda dilanjutkan dengan ramah tamah pukul 09.00–10.00 WIB di Gedung Universitas Hasyim Asy’ari, Jombang.
Ziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri dijadwalkan berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB.
Pada malam hari, PBNU menjadwalkan resepsi Hari Santri dan mujahadah kemanusiaan untuk Palestina pukul 18.00–23.00 WIB.
Kegiatan tersebut bertempat di Gedung Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama, Jalan Bubutan VI Nomor 2, Surabaya, Jawa Timur.
Agendanya meliputi tahlil dan doa, mahallul qiyam, sambutan Ketua Umum PBNU, serta taujihat Rais Aam PBNU.
Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pimpinan PBNU berpesan agar rangkaian peringatan diselenggarakan secara sederhana dengan tetap menjaga kekhidmatannya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.