Editor
KOMPAS.com — Masjid Agung Umayyah di Kota Aleppo, Suriah, kembali dibuka pada Kamis (8/10/2026), setelah lebih dari 13 tahun tidak berfungsi akibat kerusakan parah selama perang saudara.
Pembukaan masjid berusia sekitar 1.300 tahun tersebut menandai kembalinya salah satu pusat ibadah dan pembelajaran agama di kawasan Kota Tua Aleppo, yang berstatus situs Warisan Dunia UNESCO.
Dikutip dari Al Monitor, Kamis (22/10/2026), Gubernur Aleppo Azzam al-Gharib mengatakan, pembukaan kembali masjid menjadi bagian dari upaya memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus menjaga peninggalan sejarah kota.
Baca juga: Kemenag Gerakkan Masjid dan Pesantren untuk Perkuat Ekosistem Halal
Menurutnya, sejak era Dinasti Umayyah, masjid tersebut memiliki peran penting sebagai tempat berkumpulnya ulama, pendakwah, dan pemikir.
Upacara pembukaan dihadiri Menteri Wakaf Mohammad Abu al-Khair Shukri, Penasihat Media Kepresidenan Ahmad Muwaffaq Zaidan, serta sejumlah pejabat dan ulama.
Masjid Agung Umayyah mengalami kerusakan berat selama pertempuran di Aleppo pada 2012–2016.
Penembakan artileri dan pemboman merusak sejumlah bagian bangunan, termasuk dinding, kubah, dan serambi. Artefak serta benda berharga di dalamnya juga dilaporkan dijarah atau dihancurkan.
Masjid tersebut tidak lagi berfungsi sejak 2013 setelah menaranya yang menjulang sekitar 45 meter hancur menjadi puing-puing.
Saat itu, pasukan pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak saling menyalahkan atas kehancuran menara tersebut.
Menara berpenampang persegi itu merupakan salah satu ciri khas Masjid Agung Umayyah. Bangunannya dihiasi kaligrafi Arab dengan aksara Kufik dan Naskhi.
Baca juga: Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Ini Syaratnya
Pekerjaan restorasi masjid telah dimulai pada 2017, ketika Suriah masih berada di bawah pemerintahan Bashar al-Assad.
Setelah pergantian pemerintahan, Direktorat Wakaf Aleppo melanjutkan restorasi pada November 2025. Sebelumnya, masjid sempat dibuka secara terbatas selama Ramadhan pada Maret 2025.
Pemulihan tersebut ditujukan untuk mengembalikan fungsi keagamaan dan budaya masjid sekaligus menjaga identitas arsitektur serta warisannya.
Dikutip dari MUI Digital, Masjid Agung Umayyah merupakan salah satu masjid tertua di Aleppo. Pembangunannya dimulai pada 715 Masehi, pada masa pemerintahan Khalifah Umayyah Sulaiman.
Kompleks masjid memiliki halaman tengah berlantai batu hitam dan putih yang disusun membentuk pola geometris. Halaman tersebut dikelilingi serambi dan dilengkapi ruang salat serta mimbar.
Di dalam kompleks ini juga terdapat makam yang diyakini sebagai makam Nabi Zakaria, ayah Nabi Yahya.
Selain memulihkan bangunan bersejarah, pemerintah Suriah berupaya mengembalikan fungsi masjid sebagai ruang belajar dan tempat berkumpul masyarakat.
Menteri Wakaf Mohammad Abu al-Khair Shukri menekankan bahwa pemulihan tempat ibadah perlu berjalan bersama pembangunan masyarakat.
Ia berharap masjid kembali menjadi pusat keimanan, perdamaian, dan kehidupan bersama.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.