Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raja Charles Mengutip Hadis Nabi saat Puji Sultan Oman, Apa Maknanya?

Kompas.com, 22 Oktober 2026, 18:12 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Raja Inggris Charles III mengutip hadis Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab saat menjamu Sultan Oman Haitham bin Tariq di Kastil Windsor pada Selasa (20/10/2026).

Momen tersebut menjadi sorotan karena Raja Charles menggunakan perkataan Rasulullah SAW untuk memuji karakter penduduk Oman di hadapan tamu kenegaraan.

Baca juga: Cara Mengecek Hadis Viral di Media Sosial

Kutipan itu disampaikan dalam jamuan makan malam kenegaraan yang menjadi bagian dari kunjungan Sultan Haitham ke Inggris selama tiga hari.

Selain menyoroti hubungan diplomatik kedua negara, Raja Charles juga mengapresiasi peran Oman dalam membangun perdamaian di tengah konflik.

Baca juga: Mengapa Orang Baik Tetap Diuji? Simak Penjelasan Hadis Nabi

Raja Charles Mengutip Hadis Nabi saat Jamuan Kenegaraan

Mengutip Anadolu Ajansı, Raja Charles III dan Ratu Camilla menyambut Sultan Haitham bin Tariq pada Selasa dalam kunjungan kenegaraan pertama Sultan Oman ke Inggris dalam 44 tahun.

Pada malam harinya, keduanya menggelar jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormati sang sultan di Kastil Windsor.

Dalam pidatonya, Raja Charles mengutip hadis Nabi Muhammad SAW ketika memuji rakyat Oman, yang kemudian menjadi perhatian publik setelah rekamannya tersebar luas di media sosial.

"Jika engkau datang kepada penduduk Oman, mereka tidak akan mencelamu maupun memukulmu."

Kutipan tersebut merujuk pada hadis yang menggambarkan sikap penduduk Oman terhadap seseorang yang datang kepada mereka. Raja Charles menggunakan hadis itu untuk menyoroti karakter masyarakat Oman sekaligus memberikan penghormatan kepada tamu kenegaraannya.

Momen ini menjadi perhatian karena raja Inggris tersebut mengutip perkataan Nabi Muhammad SAW dalam acara resmi kenegaraan, di tengah upaya mempererat hubungan antara Inggris dan Oman.

Charles Puji Peran Oman dalam Membangun Perdamaian

Selain mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, Raja Charles juga menyoroti hubungan kemitraan yang telah lama terjalin antara Inggris dan Oman.

Ia juga menekankan pentingnya peran Oman dalam menjembatani pihak-pihak yang berbeda di tengah konflik.

Dalam pidatonya, Raja Charles menyampaikan bahwa hubungan bilateral yang bertahan lintas generasi merupakan salah satu simbol keberhasilan kemitraan kedua negara.

"Tak banyak simbol keberhasilan yang lebih membahagiakan daripada hubungan yang terus terjalin dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tambahnya.

Kunjungan kenegaraan Sultan Haitham berlangsung selama tiga hari dan menjadi kunjungan pertama dalam 44 tahun.

Jamuan di Kastil Windsor menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kunjungan tersebut, sekaligus memperlihatkan penghormatan Inggris terhadap hubungan historis dengan Oman.

Makna Hadis tentang Keutamaan Penduduk Oman

Hadis yang dikutip Raja Charles III adalah tukilan dari sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Barzah dan tercantum dalam Shahih Muslim nomor 2544.

Riwayat ini menceritakan pengalaman seseorang yang diutus Rasulullah SAW kepada suatu kelompok masyarakat Arab, tetapi justru mendapat perlakuan kasar. Namun hal itu tidak berlaku untuk orang-orang Oman.

Berikut teks hadis tersebut dalam bahasa Arab:

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ، عَنْ أَبِي الْوَازِعِ، جَابِرِ بْنِ عَمْرٍو الرَّاسِبِيِّ سَمِعْتُ أَبَا بَرْزَةَ، يَقُولُ بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ SAW رَجُلاً إِلَى حَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَسَبُّوهُ وَضَرَبُوهُ فَجَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ SAW فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ SAW " لَوْ أَنَّ أَهْلَ عُمَانَ أَتَيْتَ مَا سَبُّوكَ وَلاَ ضَرَبُوكَ " .

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Barza bahwa Rasulullah SAW mengutus seseorang ke suatu suku di antara suku-suku Arab. Mereka mencelanya dan memukulinya. Dia datang kepada Rasulullah SAW dan menceritakan kepadanya (kisah kekejaman yang dilakukan terhadapnya oleh orang-orang suku itu). Kemudian beliau (Nabi yang Mulia) berkata: Jika kamu datang kepada orang-orang Oman, mereka tidak akan mencelamu dan tidak akan memukulimu.

Hadis tersebut menggambarkan pujian Rasulullah SAW terhadap penduduk Oman yang dinilai tidak akan mencela atau memukul orang yang datang kepada mereka.

Sikap ini menjadi gambaran tentang pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik, termasuk mereka yang datang sebagai utusan atau tamu.

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan penduduk Oman dalam konteks akhlak dan perlakuan terhadap orang lain.

Rasulullah SAW menggambarkan mereka sebagai masyarakat yang tidak akan mencela atau memukul orang yang datang kepada mereka, berbeda dengan kelompok yang sebelumnya memperlakukan utusan itu secara kasar.

Pesan utama hadis ini berkaitan dengan pentingnya menjaga kehormatan orang lain, menghindari kekerasan, dan memperlakukan tamu dengan baik.

Di masa kini, nilai-nilai tersebut juga relevan dalam membangun hubungan antarmasyarakat maupun antarnegara.

Pengutipan hadits oleh Raja Charles dalam jamuan kenegaraan ini menjadi perbincangan karena memperlihatkan bagaimana hadist Nabi digunakan untuk menyampaikan penghormatan kepada masyarakat Oman sekaligus sebagai bagian dari pesan diplomatik.

Momen tersebut tidak hanya menyoroti hubungan Inggris dan Oman, tetapi juga menarik perhatian terhadap pesan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar