Editor
KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar khataman Al Quran di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan ini melibatkan hafiz dan hafizah dari Kementerian Agama (Kemenag) yang bersama aparatur sipil negara (ASN) membaca Al Quran hingga khatam dalam sehari.
Baca juga: Hari Santri 2026, 850 Siswa Sabilillah Lamongan Gelar Salat Istisqa di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
Dilansir dari Antara, pada peringatan Hari Santri Nasional 2026, para penghafal Al Quran atau hafiz dan hafizah dari Kemenag ditugaskan ke sejumlah kantor OPD di lingkungan Pemkab Karawang.
"Kegiatan khataman Al Quran di seluruh OPD ini melibatkan para hafiz dan hafizah dari Kementerian Agama," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh di Karawang, Kamis (22/10/2026).
Baca juga: Khutbah Jumat 23 Oktober 2026: Refleksi Hari Santri untuk Menguatkan Ukhuwah Wathaniyah
Mereka bertugas untuk memimpin pembacaan ayat-ayat Al Quran bersama ASN hingga khatam dalam satu hari.
Menurut Aep, kegiatan tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam aktivitas pemerintahan sekaligus memohon keberkahan bagi masyarakat Karawang.
"Tentunya kita mencari keberkahan pada momentum Hari Santri Nasional ini. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadikan nilai-nilai kebaikan buat kita semua," katanya.
Aep mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap dunia pesantren. Menurut dia, Karawang memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan berbasis pesantren.
Saat ini, terdapat 632 pondok pesantren di Kabupaten Karawang yang berperan dalam membentuk karakter serta mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Kepala Kantor Kementerian Agama Karawang Sopian mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di daerah tersebut dilaksanakan secara sederhana melalui sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai pihak.
"Selain upacara, peringatan Hari Santri tahun ini juga ada simaan atau tadarus Al Quran di setiap OPD," kata dia.
Dalam kegiatan khataman Al Quran tersebut, Kemenag Karawang menugaskan lima hingga enam hafiz dan hafizah di setiap OPD.
Para penghafal Al Quran itu membaca bersama ASN hingga seluruh rangkaian khataman selesai dalam satu hari.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.