Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makna di Balik Zikir 33 Kali Setelah Sholat Fardhu

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 08:33 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Membaca zikir sebanyak 33 kali setelah sholat fardhu menjadi amalan yang lazim dilakukan umat Islam.

Bacaan tersebut terdiri dari tasbih, tahmid, dan takbir yang masing-masing diulang 33 kali, kemudian dilengkapi dengan kalimat tauhid agar genap menjadi 100.

Amalan ini bukan sekadar rutinitas untuk mengisi waktu setelah salat. Setiap bacaannya mengandung makna pengagungan kepada Allah, ungkapan syukur, dan pengakuan atas kebesaran-Nya.

Anjuran tersebut juga memiliki landasan hadis yang menjelaskan keutamaan zikir setelah salat.

Baca juga: Hari Santri 2026, Menag Siapkan 5 Program untuk Pesantren

Bacaan Zikir 33 Kali Setelah Sholat Fardhu

Zikir yang umum diamalkan terdiri dari tiga bacaan. Pertama, سُبْحَانَ اللَّهِ (Subhanallah) sebanyak 33 kali, yang berarti Mahasuci Allah. Kedua, الْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdulillah) sebanyak 33 kali, yang berarti segala puji bagi Allah. Ketiga, اللَّهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) sebanyak 33 kali, yang berarti Allah Mahabesar.

Jika ketiganya dijumlahkan, terdapat 99 bacaan. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW mengajarkan agar rangkaian tersebut disempurnakan dengan kalimat tauhid: La ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.

Artinya, tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, serta Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dengan demikian, rangkaian zikir tersebut berjumlah 100 bacaan.

Baca juga: Hari Santri 2026, Menag Siapkan 5 Program untuk Pesantren

Hadis tentang Keutamaan Zikir Setelah Sholat

Anjuran membaca zikir tersebut tercantum dalam hadis riwayat Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Muslim.

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Man sabbahallaha fi duburi kulli salatin tsalatsan wa tsalatsina wa hamidallaha tsalatsan wa tsalatsina wa kabbarallaha tsalatsan wa tsalatsina, fa tilka tis‘atun wa tis‘una, wa qala tamamal-mi’ati la ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.

Artinya: “Siapa yang bertasbih kepada Allah setelah setiap sholat sebanyak 33 kali, memuji Allah sebanyak 33 kali, dan mengagungkan Allah sebanyak 33 kali, sehingga berjumlah 99, lalu menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca ‘Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu’, maka kesalahan-kesalahannya diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR Muslim, nomor 597a).

Baca juga: Santri di Era AI, Nasruddin Ingatkan Teknologi Alat Bantu, Bukan Pembimbing Spiritual

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan zikir setelah salat.

Namun, janji ampunan tersebut tidak seharusnya dipahami sebagai alasan untuk meremehkan dosa atau meninggalkan kewajiban lain.

Zikir tetap perlu disertai kesungguhan untuk bertobat dan memperbaiki perilaku.

Makna Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Bacaan Subhanallah mengajarkan seorang Muslim untuk menyucikan Allah dari segala kekurangan.

Ketika mengucapkannya, seseorang diingatkan bahwa Allah memiliki kesempurnaan yang tidak dapat disamakan dengan makhluk.

Kesadaran ini membantu manusia menempatkan dirinya secara proporsional dan tidak mudah merasa paling benar.

Sementara itu, Alhamdulillah merupakan ungkapan pujian dan syukur atas nikmat Allah.

Syukur tidak berhenti pada ucapan, tetapi dapat diwujudkan melalui penggunaan nikmat secara bertanggung jawab, membantu sesama, dan tidak menganggap keberhasilan semata-mata hasil usaha pribadi.

Baca juga: Pengawasan Syariah Tak Cukup Sebatas Administrasi

Adapun Allahu Akbar menegaskan bahwa kebesaran Allah melampaui segala sesuatu.

Mengulanginya setelah salat dapat menjadi pengingat agar urusan dunia, pencapaian, maupun persoalan sehari-hari tidak membuat seseorang melupakan kewajibannya kepada Allah.

Zikir Setelah Sholat dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an juga memerintahkan umat Islam untuk memperbanyak zikir. Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 41:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًۭا كَثِيرًۭا

Yā ayyuhallażīna āmanużkurullāha żikran kaṡīrā.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.” (QS Al-Ahzab: 41).

Baca juga: Link Twibbon Hari Santri 2026 dari PBNU, Lengkap dengan Cara Pakainya

Ayat tersebut menegaskan pentingnya mengingat Allah secara konsisten.

Meskipun ayat ini tidak menetapkan jumlah 33 kali setelah salat, kandungannya sejalan dengan anjuran memperbanyak zikir. Adapun hitungan dan susunan bacaan setelah salat merujuk pada hadis Nabi.

Mengapa Ada Zikir 33 Kali dan 34 Kali?

Dalam hadis lain, terdapat susunan zikir setelah salat berupa tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali. Artinya, amalan zikir setelah salat memiliki beberapa bentuk yang sama-sama bersumber dari riwayat hadis.

Dalam hadis riwayat Ka'b bin 'Ujrah, Rasulullah SAW menjelaskan salah satu susunan zikir setelah salat wajib.

مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ - أَوْ فَاعِلُهُنَّ - دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ ثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً وَأَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً

Mu‘aqqibātun lā yakhību qā’iluhunna (aw fā‘iluhunna) dubura kulli ṣalātin maktūbah: ṡalāṡun wa ṡalāṡūna tasbīḥatan, wa ṡalāṡun wa ṡalāṡūna taḥmīdatan, wa arba‘un wa ṡalāṡūna takbīratan.

Baca juga: Suriah Buka Kembali Masjid Berusia 1.300 Tahun Setelah 13 Tahun Tutup Imbas Perang

Artinya, “Ada sejumlah zikir yang apabila dibaca atau diamalkan setelah setiap salat wajib, orang yang mengamalkannya tidak akan merugi: 33 kali tasbih, 33 kali tahmid, dan 34 kali takbir.” (HR Muslim, nomor 596a).

Hadis ini menunjukkan bahwa zikir setelah salat memiliki beberapa susunan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Karena itu, umat Islam dapat mengamalkan susunan 33 kali tasbih, 33 kali tahmid, dan 34 kali takbir, selain susunan 33 kali untuk setiap bacaan yang dilengkapi kalimat tauhid sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Muslim 597a.

Perbedaan tersebut tidak perlu menjadi alasan untuk saling menyalahkan. Umat Islam dapat mengamalkan susunan yang memiliki landasan riwayat, sembari memahami bacaan dan konteksnya.

Yang penting, zikir dilakukan dengan mengikuti tuntunan yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan menganggap satu susunan sebagai satu-satunya bentuk yang sah.

Menjadikan Zikir sebagai Kebiasaan Bermakna

Nahdlatul Ulama dalam pembahasan tentang keutamaan zikir setelah salat wajib mengingatkan pentingnya membiasakan diri berzikir dan berdoa seusai salat.

Amalan ini relatif ringan, tetapi membutuhkan ketekunan agar tidak ditinggalkan karena terburu-buru menjalani aktivitas berikutnya.

Baca juga: Suriah Buka Kembali Masjid Berusia 1.300 Tahun Setelah 13 Tahun Tutup Imbas Perang

Agar tidak sekadar menghitung bacaan, seorang Muslim dapat melafalkan zikir dengan tenang sambil memahami artinya.

Tasbih mengingatkan pada kesempurnaan Allah, tahmid menumbuhkan rasa syukur, dan takbir meneguhkan kesadaran akan kebesaran-Nya.

Pada akhirnya, zikir 33 kali setelah salat fardu merupakan kesempatan untuk menjaga hubungan dengan Allah setelah ibadah wajib selesai.

Membiasakannya secara istiqamah, memahami maknanya, dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari membuat zikir tidak berhenti sebagai rangkaian ucapan, tetapi menjadi pengingat dalam bersikap dan bertindak.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar