Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan

Kompas.com, 24 Oktober 2026, 15:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kemendikdasmen menetapkan jadwal khusus Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta dari jenjang SMA/MA/sederajat, serta pondok pesantren yang setara.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharuddin menjelaskan, pelaksanaan TKA untuk kelompok tersebut dibagi menjadi dua tahap berdasarkan jenis mata pelajaran yang diujikan.

Baca juga: Jadwal TKA 2026, Portal Resmi, dan Kisi-kisi Materi SD hingga SMA

Jadwal TKA Pesantren 2026 dan Ujian Susulan

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 bagi santri pondok pesantren dibagi menjadi dua tahap, yakni ujian mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan.

Kemendikdasmen juga menyiapkan jadwal susulan bagi peserta yang berhalangan mengikuti ujian sesuai jadwal utama.

Baca juga: Jadwal TKA SMA/SMK 2026 untuk 4 Hari, Lengkap Per Sesi dan Durasinya

Jadwal TKA gelombang khusus dan ujian susulan bagi peserta PKBM, SKB, dan pondok pesantren sebagai berikut:

  • Gelombang khusus mata pelajaran wajib: 31 Oktober-1 November 2026
  • Gelombang khusus mata pelajaran pilihan: 7-8 November 2026
  • Susulan gelombang khusus mata pelajaran wajib: 21-22 November 2026
  • Susulan gelombang khusus mata pelajaran pilihan: 28-29 November 2026

Jadwal susulan diperuntukkan bagi peserta yang mengalami kendala teknis, sakit, atau kondisi pengecualian lainnya, termasuk terdampak bencana.

Khusus peserta terdampak bencana, pendaftaran ujian susulan dapat difasilitasi melalui koordinasi dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.

Jadwal TKA 2026 untuk SMA/MA dan SMK/MAK

Selain gelombang khusus bagi peserta PKBM, SKB, dan pondok pesantren, Kemendikdasmen menetapkan dua gelombang pelaksanaan TKA bagi peserta pendidikan formal jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK.

Berikut jadwal pelaksanaan dan susulan TKA 2026:

  • Gelombang pertama: 26-29 Oktober 2026
  • Gelombang kedua: 2-5 November 2026
  • Gelombang khusus mata pelajaran wajib: 31 Oktober-1 November 2026
  • Gelombang khusus mata pelajaran pilihan: 7-8 November 2026
  • Susulan gelombang pertama: 16-19 November 2026
  • Susulan gelombang kedua: 23-26 November 2026
  • Susulan gelombang khusus mata pelajaran wajib: 21-22 November 2026
  • Susulan gelombang khusus mata pelajaran pilihan: 28-29 November 2026

Pelaksanaan TKA susulan diperuntukkan bagi peserta yang mengalami kendala teknis, sakit, atau kondisi pengecualian lainnya, termasuk bencana.

Pemerintah mengimbau satuan pendidikan memperhatikan kesiapan peserta dan kondisi lingkungan sebelum mengikuti ujian.

Jadwal Susulan TKA bagi Peserta Terdampak Bencana

Kemendikdasmen memberikan kesempatan mengikuti TKA susulan bagi peserta yang tidak dapat mengikuti ujian sesuai jadwal utama karena kondisi tertentu, termasuk bencana.

Khusus peserta yang terdampak bencana, pendaftaran untuk mengikuti jadwal susulan dapat difasilitasi melalui koordinasi dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.

Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharuddin menegaskan, keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tim pelaksana menjadi prioritas dalam setiap tahapan TKA.

"Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan murid, juga seluruh tim pelaksanaan, merupakan prioritas utama kami. Sekolah yang kondisinya belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama," kata Toni secara daring dalam kegiatan Taklimat Media Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK di Jakarta Pusat pada Jumat sore.

Menurut Toni, penentuan jadwal pelaksanaan TKA harus mempertimbangkan kondisi setiap satuan pendidikan, termasuk aspek keselamatan, kesehatan, akses, dan kesiapan penyelenggaraan.

Ia menambahkan, penyesuaian jadwal merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan layanan asesmen berjalan adil dengan tetap memperhatikan kondisi peserta didik di setiap wilayah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar