Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Abu Qatadah Al-Anshari, Kesatria yang Dijuluki Penunggang Kuda Rasulullah

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 16:40 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Abu Qatadah Al-Anshari merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai penunggang kuda Rasulullah. Nama aslinya adalah Al-Harits bin Rib'i. Ia dikenal karena keberaniannya dalam menghadapi musuh, salah satunya ketika pasukan Muslim mengejar kelompok penyerang yang merampas hewan tunggangan milik Rasulullah.

Peran Abu Qatadah dalam peristiwa tersebut tercatat dalam Sahih Muslim. Riwayat itu tidak hanya menggambarkan keberaniannya di medan pertempuran, tetapi juga memuat pujian Nabi Muhammad terhadap kemampuannya sebagai penunggang kuda. Biografinya turut dibahas Ibn Hajar al-'Asqalani dalam Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah dan Ibn Sa'd dalam At-Ṭabaqāt al-Kubrā.

Mengenal Abu Qatadah Al-Anshari

Abu Qatadah berasal dari kalangan Anshar, yakni kaum Muslimin Madinah yang menolong Nabi Muhammad dan para sahabat yang berhijrah dari Makkah. Nama lengkapnya dikenal sebagai Al-Harits bin Rib'i bin Baldamah Al-Anshari. Ia lebih populer dengan kunyah Abu Qatadah.

Baca juga: Sudah Memulai Puasa Sunnah, Bolehkah Membatalkannya di Tengah Hari?

Dalam Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah, Ibn Hajar menyebut Abu Qatadah sebagai penunggang kuda Rasulullah. Sementara itu, Ibn Sa'd memasukkannya dalam pembahasan mengenai para sahabat. Sejumlah sumber biografi berbeda pendapat mengenai keikutsertaannya dalam Perang Badar, tetapi ia tercatat mengikuti Perang Uhud dan peperangan setelahnya bersama Nabi Muhammad.

Peristiwa Dzu Qarad

Salah satu peristiwa yang menunjukkan kemampuan Abu Qatadah terjadi ketika kelompok penyerang yang dipimpin Abdurrahman Al-Fazari menyerbu hewan tunggangan milik Rasulullah. Salamah bin Al-Akwa' mengejar para penyerang sambil memberikan perlawanan hingga pasukan berkuda kaum Muslimin menyusul.

Baca juga: 5 Ayat Al-Quran untuk Amanat Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Doa Penutup

Dalam riwayat Salamah yang tercantum dalam Sahih Muslim, Abu Qatadah mengejar Abdurrahman Al-Fazari dan berhasil membunuhnya. Riwayat ini menjadi dasar kuat untuk menjelaskan perannya dalam peristiwa Dzu Qarad, tanpa perlu menambahkan adegan atau dialog yang tidak tercantum dalam sumber.

Pujian Nabi Muhammad kepada Abu Qatadah

Setelah peristiwa itu, Rasulullah memberikan pujian kepada Abu Qatadah dan Salamah bin Al-Akwa'. Pujian tersebut tercatat dalam Sahih Muslim nomor 1807a.

لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا قَالَ: خَيْرُ فُرْسَانِنَا الْيَوْمَ أَبُو قَتَادَةَ، وَخَيْرُ رَجَّالَتِنَا سَلَمَةُ

Lā a'lamuhu illā qāla: Khayru fursāninā al-yawma Abū Qatādah, wa khayru rajjālatinā Salamah.

Baca juga: Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi

Artinya: “Aku tidak mengetahui (lafaznya) kecuali beliau mengatakan, ‘Penunggang kuda terbaik kita hari ini adalah Abu Qatadah, dan pejalan kaki terbaik kita adalah Salamah.’” (Sahih Muslim nomor 1807a)

Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Kitab Al-Jihad wa al-Siyar, nomor 1807a. Riwayat tersebut memperlihatkan pengakuan Nabi Muhammad terhadap peran keduanya dalam menghadapi serangan dan mengejar kelompok musuh.

Keberanian dalam Perang Hunain

Abu Qatadah juga meriwayatkan pengalamannya dalam Perang Hunain. Dalam Sahih Muslim nomor 1751c, ia menceritakan peristiwa ketika seorang musuh menyerang seorang Muslim. Abu Qatadah kemudian menyerang orang tersebut dari belakang dan berhasil mengalahkannya.

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ عَامَ حُنَيْنٍ، فَلَمَّا الْتَقَيْنَا كَانَ لِلْمُسْلِمِينَ جَوْلَةٌ، فَرَأَيْتُ رَجُلًا مِنَ الْمُشْرِكِينَ قَدْ عَلَا رَجُلًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَدَرْتُ حَتَّى أَتَيْتُهُ مِنْ وَرَائِهِ، فَضَرَبْتُهُ عَلَى حَبْلِ عَاتِقِهِ.

‘An Abī Qatādah qāla: Kharajnā ma‘a Rasūlillāhi ﷺ ‘āma Ḥunayn, fa-lammā iltaqaynā kāna lil-muslimīna jawlah, fara’aytu rajulan mina al-musyrikīna qad ‘alā rajulan mina al-muslimīn, fastadartu ḥattā ataytuhu min warā’ihi, faḍarabtuhu ‘alā ḥabli ‘āt iqihi.

Baca juga: Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi

Artinya: Dari Abu Qatadah, ia berkata, “Kami pergi bersama Rasulullah pada tahun Perang Hunain. Ketika bertemu musuh, kaum Muslimin sempat terpukul mundur. Aku melihat seorang laki-laki dari kaum musyrik telah menguasai seorang Muslim. Aku berputar hingga mendatanginya dari belakang, lalu memukulnya pada bagian antara leher dan bahunya.”

Setelah pertempuran, Rasulullah menjelaskan ketentuan mengenai hak atas barang milik musuh yang berhasil dikalahkan, apabila orang yang mengalahkannya dapat menghadirkan bukti. Abu Qatadah kemudian memperoleh barang yang menjadi haknya berdasarkan keputusan tersebut.

Baca juga: Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam

Riwayat ini menunjukkan bahwa kisah Abu Qatadah tidak terbatas pada satu peristiwa. Pengalamannya dalam beberapa peperangan juga tercatat melalui hadis yang diriwayatkannya, sehingga perjalanan hidupnya dapat ditelusuri melalui sumber-sumber Islam yang dapat diperiksa.

Warisan Sejarah Abu Qatadah

Julukan penunggang kuda Rasulullah melekat pada Abu Qatadah karena perannya dalam peperangan pada masa Nabi Muhammad. Riwayat Dzu Qarad menjadi salah satu catatan paling jelas tentang kemampuannya, terutama karena pujian Nabi terhadap Abu Qatadah disebutkan secara langsung dalam hadis.

Kisahnya juga mengingatkan bahwa penulisan sejarah sahabat perlu bertumpu pada sumber yang dapat diverifikasi. Dengan merujuk pada karya biografi klasik dan kitab hadis, sosok Abu Qatadah dapat dikenali melalui peristiwa yang memiliki dasar riwayat, bukan semata-mata melalui cerita populer yang belum jelas sumbernya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar