Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berawal dari Masjid, Al-Qarawiyyin di Maroko Jadi Salah Satu Universitas Tertua Dunia

Kompas.com, 30 Oktober 2026, 07:31 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

Sumber UNESCO

KOMPAS.com - Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko merupakan salah satu lembaga pendidikan bersejarah dalam peradaban Islam.

Berawal dari masjid yang didirikan pada 859 Masehi, tempat ini berkembang menjadi pusat pembelajaran agama dan ilmu pengetahuan yang menarik perhatian para pencari ilmu dari berbagai wilayah.

Sejarahnya juga berkaitan dengan peran perempuan dalam pembangunan pendidikan, terutama Fatimah al-Fihri, tokoh yang dikenal sebagai pendiri masjid tersebut.

Baca juga: Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik

Perjalanan Al-Qarawiyyin memperlihatkan bagaimana tempat ibadah, tradisi belajar, dan dukungan masyarakat berkontribusi terhadap perkembangan intelektual dunia Islam.

Berawal dari Masjid di Kota Fez

Al-Qarawiyyin terletak di kawasan medina Fez, kota bersejarah yang berkembang sejak abad ke-9.

Menurut International Centre for Islamic Culture and Arts (IRCICA), masjid ini dibangun sekitar 859–860 Masehi dan kemudian mengalami sejumlah perluasan serta pemugaran sepanjang sejarahnya.

Baca juga: Tokoh Agama Sasak TGH Lalu Nurudin Marzuki Wafat Saat Pimpin Doa

Pada masa itu, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Kompleks masjid juga menjadi ruang berkumpul masyarakat dan kegiatan pendidikan.

Tradisi pembelajaran yang berkembang di Al-Qarawiyyin kemudian memperkuat kedudukannya sebagai salah satu pusat intelektual penting di kawasan Maghrib.

Fatimah al-Fihri dan Pendirian Al-Qarawiyyin

Fatimah al-Fihri dikenal sebagai perempuan Muslim yang mendirikan Masjid Al-Qarawiyyin. Ia berasal dari keluarga yang bermigrasi dari Kairouan, wilayah yang kini berada di Tunisia, menuju Fez.

Nama Al-Qarawiyyin sendiri berkaitan dengan Kairouan, tempat asal komunitas tersebut.

Menurut World History Encyclopedia, Fatimah menggunakan kekayaan warisan keluarganya untuk membangun masjid yang kemudian menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Fez.

Kisahnya menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam peradaban Islam tidak terbatas pada kegiatan belajar, tetapi juga mencakup pembangunan sarana pendidikan dan keagamaan.

Baca juga: Mengapa Anak Disebut Perhiasan Dunia dalam Al-Quran? Ini Penjelasannya

Berkembang Menjadi Pusat Keilmuan Islam

Seiring waktu, Al-Qarawiyyin berkembang sebagai tempat pengajaran berbagai bidang ilmu.

Pembelajaran agama, termasuk Al-Qur'an dan fikih, menjadi bagian penting dari tradisi pendidikannya. Kajian sejarah juga mencatat perkembangan pembelajaran bahasa Arab dan sejumlah disiplin ilmu lain dalam lingkungan intelektual Fez.

Perkembangan tersebut berlangsung dalam konteks Fez sebagai pusat budaya dan perdagangan.

UNESCO mencatat bahwa kota ini mencapai masa kejayaan pada abad ke-13 hingga ke-14 di bawah Dinasti Marinid. Lingkungan perkotaan yang dinamis turut mendukung kehidupan keagamaan, kebudayaan, dan pendidikan.

Baca juga: 6 Amalan Selama November 2026, dari Puasa Sunah hingga Sedekah

Wakaf dan Dukungan bagi Pendidikan

Salah satu aspek penting dalam sejarah Al-Qarawiyyin adalah dukungan pendanaan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan.

Penelitian Muhammad Nazmul Hoque dan Md. Faruk Abdullah dalam Journal of Nusantara Studies pada 2021 membahas peran wakaf dalam menopang lembaga tersebut.

Wakaf merupakan penyerahan harta untuk kepentingan yang berkelanjutan sesuai ketentuan syariat.

Dalam sejarah Al-Qarawiyyin, dukungan wakaf dan sumbangan membantu membiayai kebutuhan lembaga serta komunitasnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pendidikan tidak hanya bergantung pada pengajar dan peserta didik, tetapi juga pada sistem pendanaan dan dukungan sosial.

Kedudukan Al-Qarawiyyin dalam Sejarah Pendidikan

Al-Qarawiyyin kerap disebut sebagai salah satu universitas tertua yang masih beroperasi.

Namun, penyebutan tersebut perlu dipahami dengan memperhatikan perbedaan antara lembaga pembelajaran abad pertengahan dan universitas modern yang memiliki sistem kelembagaan berbeda.

Sejarahnya bermula dari masjid dan tradisi pengajaran, bukan langsung dari bentuk universitas modern seperti sekarang.

Baca juga: Danantara Beli Hotel di Mekkah, Apa Dampaknya bagi Biaya Haji?

Terlepas dari perbedaan definisi tersebut, warisan Al-Qarawiyyin tetap penting dalam sejarah pendidikan Islam.

Lembaga ini memperlihatkan kesinambungan tradisi belajar selama berabad-abad serta hubungan antara masjid, masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Nilai Pendidikan dalam Perspektif Islam

Pentingnya ilmu juga ditegaskan dalam Al-Qur'an. Allah berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ

Yarfa‘illāhulladzīna āmanū mingkum walladzīna ūtul-‘ilma darajāt.

Artinya: “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS Al-Mujadilah: 11).

Baca juga: Dari Madinah ke Gaza, MUI Serukan Perdamaian Dunia di Italia

Ayat tersebut menegaskan kedudukan orang beriman dan berilmu. Sejarah Al-Qarawiyyin memberi gambaran bagaimana semangat mencari ilmu dapat diwujudkan melalui lembaga yang dirawat lintas generasi.

Warisan utamanya bukan hanya bangunan bersejarah, melainkan juga pentingnya menjaga akses pendidikan, mendukung kegiatan belajar, dan meneruskan pengetahuan kepada masyarakat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Calon Jemaah Haji Manggarai Barat Dapat Layanan Paspor Jemput Bola dari Imigrasi
40 Calon Jemaah Haji Manggarai Barat Dapat Layanan Paspor Jemput Bola dari Imigrasi
Aktual
Anak Mempertanyakan Agama, Ini Sikap Orang Tua yang Perlu Diperhatikan
Anak Mempertanyakan Agama, Ini Sikap Orang Tua yang Perlu Diperhatikan
Aktual
Sudah Berjanji Tapi Ada Keperluan Mendadak, Bagaimana Jika Membatalkannya?
Sudah Berjanji Tapi Ada Keperluan Mendadak, Bagaimana Jika Membatalkannya?
Aktual
Hukum Memperlakukan Anjing dalam Islam, Termasuk Larangan Menyakiti dan Menyiksanya
Hukum Memperlakukan Anjing dalam Islam, Termasuk Larangan Menyakiti dan Menyiksanya
Aktual
Hukum Membunuh Nyamuk dalam Islam, Bolehkah Menggunakan Raket Listrik?
Hukum Membunuh Nyamuk dalam Islam, Bolehkah Menggunakan Raket Listrik?
Aktual
Pesan Surah Al-A'raf Ayat 31 agar Tidak Berlebihan dalam Segala Hal
Pesan Surah Al-A'raf Ayat 31 agar Tidak Berlebihan dalam Segala Hal
Aktual
Menag Sebut Kampus di Italia dan Vatikan Ingin Belajar Keberagaman Indonesia
Menag Sebut Kampus di Italia dan Vatikan Ingin Belajar Keberagaman Indonesia
Aktual
Dari Katering hingga Laundry, Usaha Pesantren Didorong Jadi Penopang Pendidikan
Dari Katering hingga Laundry, Usaha Pesantren Didorong Jadi Penopang Pendidikan
Aktual
SKB 3 Menteri Tetapkan 17 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ini Daftarnya
SKB 3 Menteri Tetapkan 17 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ini Daftarnya
Aktual
Teks Khutbah Jumat Singkat: Jangan Jadikan Aib Orang Lain sebagai Hiburan
Teks Khutbah Jumat Singkat: Jangan Jadikan Aib Orang Lain sebagai Hiburan
Aktual
Santri Dapat Kupon Belanja Rp 20.000 di Festival Hari Santri Jakarta
Santri Dapat Kupon Belanja Rp 20.000 di Festival Hari Santri Jakarta
Aktual
Berawal dari Masjid, Al-Qarawiyyin di Maroko Jadi Salah Satu Universitas Tertua Dunia
Berawal dari Masjid, Al-Qarawiyyin di Maroko Jadi Salah Satu Universitas Tertua Dunia
Aktual
Teks Khutbah Jumat Singkat: Kritik Rakyat Bukan Kebencian, Pemimpin Perlu Mendengarkan
Teks Khutbah Jumat Singkat: Kritik Rakyat Bukan Kebencian, Pemimpin Perlu Mendengarkan
Aktual
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Ibadah Bukan Transaksi, Sudahkah Kita Ikhlas?
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Ibadah Bukan Transaksi, Sudahkah Kita Ikhlas?
Aktual
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Jangan Abai Saat Tetangga Kesulitan
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Jangan Abai Saat Tetangga Kesulitan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar