Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Resep Buat Buka Puasa Lezat dan Bergizi Selama Ramadan

Kompas.com, 9 Februari 2026, 17:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Waktu berbuka puasa selalu menjadi momen yang dinanti. Setelah menahan lapar dan dahaga sejak fajar, tubuh membutuhkan asupan yang tepat untuk mengembalikan energi secara bertahap.

Namun, berbuka bukan sekadar melepas rasa lapar. Dalam ajaran Islam, makan saat berbuka juga dianjurkan dilakukan dengan sederhana dan tidak berlebihan. Allah SWT berfirman:

Wa kulu wasyrabu wa la tusrifu, innahu la yuhibbul musrifin.

Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf [7]: 31)

Baca juga: Puasa Senin Kamis: Bacaan Niat, Doa Buka Puasa, dan Keutamaannya

Oleh karena itu, memilih menu buka puasa yang lezat sekaligus bergizi menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan selama Ramadan.

Berikut rekomendasi resep buka puasa favorit keluarga, lengkap dengan tips gizi agar tubuh tetap bugar sepanjang bulan suci.

Prinsip Gizi Seimbang Saat Berbuka

Sebelum masuk ke resep, ada beberapa prinsip penting:

  • Awali dengan yang manis alami seperti kurma atau buah untuk mengembalikan kadar gula darah.
  • Pilih makanan berkuah hangat agar lambung beradaptasi perlahan.
  • Utamakan protein dan serat untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.
  • Batasi gorengan berlebihan agar tidak mengganggu pencernaan.

Dalam buku Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan karya Prof. Dr. Hardinsyah, M.S., dijelaskan bahwa pola makan saat puasa sebaiknya tetap memenuhi komposisi karbohidrat kompleks, protein berkualitas, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari sayur dan buah. Berikut beberapa ide resep buat buka puasa dari berbagai sumber:

Baca juga: Hukum Qadha Puasa Ramadhan Setelah Nisfu Sya’ban, Ini Penjelasannya

1. Kurma Isi Keju dan Almond

Kurma isi keju almond Kurma isi keju almond

Bahan:

10 butir kurma tanpa biji

50 gram keju cheddar, potong kecil

20 gram almond panggang

Cara Membuat:

Belah kurma tanpa memutus seluruh bagian.

Isi dengan potongan keju dan satu butir almond.

Sajikan dingin agar lebih segar.

Nilai gizi: Kurma mengandung gula alami (glukosa dan fruktosa) yang cepat mengembalikan energi, sementara keju memberi protein dan lemak sehat.

2. Kolak Pisang Ubi Santan Ringan

Kolak pisang ubi Kolak pisang ubi

Bahan:

3 buah pisang kepok, potong

200 gram ubi kuning, potong dadu

500 ml santan encer

100 gram gula aren

1 lembar daun pandan

Sejumput garam

Cara Membuat:

Rebus ubi hingga setengah empuk.

Masukkan gula aren dan daun pandan.

Tambahkan pisang dan santan.

Masak dengan api kecil hingga matang.

Tips sehat: Gunakan santan encer dan kurangi gula agar lebih ramah lambung.

Baca juga: Libur Awal Puasa Ada Long Weekend? Cek Jadwal Libur Nasional Terbaru

3. Sup Ayam Sayuran Hangat

Sup ayam Sup ayam

Menu ini cocok sebagai hidangan utama ringan setelah takjil.

Bahan:

250 gram ayam, potong kecil

1 wortel, iris

1 kentang, potong dadu

2 siung bawang putih

1 liter air

Garam dan merica secukupnya

Cara Membuat:

Rebus ayam hingga kaldu keluar.

Masukkan bawang putih dan sayuran.

Tambahkan garam dan merica.

Masak hingga semua bahan empuk.

Nilai gizi: Protein ayam membantu pemulihan otot, sementara sayuran memberi serat dan vitamin.

4. Tahu Tempe Bacem Panggang

Tempe bacem Tempe bacem

Alternatif lauk manis gurih yang lebih sehat dibanding digoreng.

Bahan:

5 potong tahu

5 potong tempe

3 siung bawang putih

2 sdm gula merah

1 sdm kecap manis

300 ml air

Cara Membuat:

Haluskan bawang putih.

Rebus tahu dan tempe bersama semua bumbu hingga meresap.

Panggang sebentar di oven atau teflon tanpa minyak berlebih.

Tips sehat: Hindari menggoreng terlalu lama untuk mengurangi lemak jenuh.

Baca juga: Tinggal Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Hitung Mundurnya

5. Es Buah Yogurt Segar

Es buah yogurt Es buah yogurt

Minuman segar yang lebih sehat dari sirup tinggi gula.

Bahan:

1 apel, potong kecil

1/2 melon, potong

100 gram anggur

200 ml yogurt plain

1 sdm madu

Cara Membuat:

Campurkan semua buah dalam mangkuk.

Tuang yogurt.

Tambahkan madu secukupnya.

Manfaat: Yogurt mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan selama puasa.

Pola Makan Ideal Saat Ramadan

Dalam buku Medicine of the prophet karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma dan air sebelum makan utama. Pola ini membantu tubuh beradaptasi secara alami.

Selain itu, perbanyak konsumsi:

  • Air putih 8 gelas antara berbuka dan sahur
  • Buah tinggi air seperti semangka
  • Karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang rebus

Serta hindari:

  • Makan terlalu cepat
  • Minuman berkafein berlebihan
  • Makanan terlalu pedas atau berminyak

Berbuka sebagai Ibadah

Berbuka puasa bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah. Rasulullah SAW bersabda:

Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah," (HR. Abu Dawud)

Dengan memilih menu sehat, kita tidak hanya menjaga tubuh tetap kuat, tetapi juga mempersiapkan diri untuk ibadah malam seperti tarawih dan tadarus.

Ramadan adalah tentang keseimbangan: antara rasa syukur, kesehatan, dan kebersamaan keluarga di meja makan. Kini, menu buka puasa mana yang ingin Anda coba pertama kali?

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar