Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cahaya Ramadhan, 30 Ribu Lampu LED Hiasi Jantung Kota London

Kompas.com, 18 Februari 2026, 11:22 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kota London kembali bersinar menyambut Ramadhan 1447 Hijriah. Ratusan ribu cahaya lampu LED menghiasi kawasan West End, menghadirkan nuansa hangat di tengah udara musim semi Inggris.

Peresmian dekorasi dilakukan langsung oleh Wali Kota London, Sadiq Khan. Dengan menekan tombol simbolis, Khan menyalakan instalasi cahaya bertuliskan “Happy Ramadan” yang membentang di salah satu pusat keramaian kota tersebut.

Tradisi tahunan ini bukan sekadar hiasan kota. Ia telah menjadi simbol pengakuan terhadap keberagaman serta kontribusi komunitas Muslim di Inggris.

Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, Raja Salman Doakan Palestina dan Perdamaian Dunia

30.000 Lampu LED Terangi West End

Mengutip laporan dari Middle East Eye, instalasi tahun ini terdiri dari sekitar 30.000 lampu LED yang membentuk ornamen geometris khas seni Islam.

Pendanaan dekorasi berasal dari Aziz Foundation, lembaga filantropi yang fokus pada pemberdayaan pendidikan dan kepemimpinan Muslim di Inggris.

Program pencahayaan Ramadhan di London pertama kali digelar pada 2023. Saat itu, London tercatat sebagai kota besar pertama di Eropa Barat yang menghadirkan dekorasi lampu khusus Ramadhan di ruang publik utama.

Menurut laporan The New Arab, perayaan ini bertujuan memperkuat kohesi sosial dan merayakan keberagaman budaya di ibu kota Inggris.

Instalasi cahaya dijadwalkan menyala sepanjang bulan suci. Menjelang akhir Ramadhan, tulisan akan berubah menjadi “Happy Eid” untuk menandai Idul Fitri.

Baca juga: 30.000 Lampu Ramadhan Terangi West End London, Wali Kota Sadiq Khan Serukan Persatuan

Simbol Toleransi di Kota Multikultural

Dalam sambutannya, Sadiq Khan mengajak seluruh warga—Muslim maupun non-Muslim—untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat persatuan.

Ia menekankan pentingnya solidaritas di tengah meningkatnya ketegangan global dan kasus Islamofobia di berbagai negara.

London, menurutnya, dapat menjadi contoh kota yang menjunjung nilai inklusivitas dan kebersamaan.

Sebagai kota dengan populasi Muslim yang signifikan, London mencerminkan wajah Islam yang hidup berdampingan dengan berbagai komunitas agama lain, mulai dari Kristen, Yahudi, Hindu, hingga masyarakat tanpa afiliasi agama.

Dalam buku Islam in Britain: Religion, Politics and Identity karya Sophie Gilliat-Ray dijelaskan bahwa identitas Muslim di Inggris berkembang seiring proses integrasi sosial dan partisipasi publik yang semakin luas. Perayaan Ramadhan di ruang kota menjadi bagian dari ekspresi identitas tersebut.

Ramadhan dalam Cahaya Peradaban

Ramadhan sendiri memiliki makna spiritual yang mendalam. Allah SWT berfirman:

Syahru Ramadhānal ladzī unzila fīhil-Qur’ān hudal linnāsi wa bayyinātim minal hudā wal furqān

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah individual, tetapi juga momentum menghadirkan nilai rahmat bagi seluruh manusia.

Dalam konteks masyarakat modern, simbol cahaya sering dimaknai sebagai harapan dan pencerahan.

Hal ini sejalan dengan tradisi lampu Ramadhan di berbagai negara, seperti fanous di Mesir atau mahya di Turki.

Dalam buku The Venture of Islam karya Marshall G.S. Hodgson disebutkan bahwa ekspresi budaya dalam Islam kerap berkembang mengikuti dinamika sosial tanpa kehilangan esensi spiritualnya.

Baca juga: Malaysia Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 1447 H pada 19 Februari 2026

London dan Ekspresi Keislaman Global

Dekorasi Ramadhan di London menunjukkan bagaimana kota global dapat merangkul identitas religius sebagai bagian dari ruang publik.

Fenomena ini juga mencerminkan perubahan lanskap Eropa dalam memandang keberagaman agama.

Jika dahulu ekspresi keagamaan cenderung bersifat privat, kini ia tampil terbuka sebagai bagian dari wajah kota.

Khan bahkan mengajak umat Muslim untuk menjadikan bulan suci ini sebagai kesempatan mendoakan masyarakat terdampak konflik di berbagai belahan dunia, termasuk Sudan, Gaza, dan Ukraina.

Pesan tersebut menegaskan dimensi universal Ramadhan sebagai bulan kepedulian, empati, dan solidaritas lintas batas.

Cahaya yang Lebih dari Sekadar Dekorasi

Lampu-lampu LED yang menggantung di West End mungkin hanya menyala selama satu bulan. Namun maknanya melampaui sekadar instalasi visual. Ia adalah simbol pengakuan, dialog, dan harapan.

Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan, cahaya Ramadhan di London menjadi pengingat bahwa nilai-nilai spiritual dapat menemukan tempatnya di ruang publik modern.

Ramadhan 1447 Hijriah pun hadir, tidak hanya di masjid dan rumah-rumah, tetapi juga di jantung kota global menerangi jalan, sekaligus menghangatkan hati.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Aktual
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Aktual
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Aktual
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Aktual
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Aktual
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Aktual
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Aktual
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Gontor 100 Tahun: Dari Hutan Ponorogo hingga Melahirkan Jaringan Pesantren di Indonesia
Aktual
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Waketum MUI Ingatkan Kufur dan Zalim Sebabkan Hilangnya Nikmat Allah
Aktual
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Islam Melarang Berkata Kasar dan Menghina, Ini Dalil Al-Qur'an dan Hadisnya
Aktual
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Kiai Hasan kepada Prabowo: Selama Bapak Husnuzan kepada Gontor, Kami pun Husnuzan
Aktual
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Kisah Mushaf Al Quran yang Dicium Prabowo, Ditulis Santri Gontor Selama 3 Tahun
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar