Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat

Kompas.com, 9 Mei 2026, 21:15 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Di tengah padatnya arus jemaah haji Indonesia di kawasan Terminal Jabal Ka’bah, Makkah, Arab Saudi, ada sosok Fransiska Mainake (38) yang tengah berjaga memastikan keselamatan dan kesehatan para tamu Allah.

Perempuan asal Malang itu bertugas sebagai petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) di Sektor Khusus Masjidil Haram selama musim haji 2026.

Sebelum bertugas di Tanah Suci, sehari-hari Fransiska yang berdarah Ambon itu bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Baca juga: 9 Titik Pos Petugas Haji Disiagakan di Masjidil Haram untuk Antisipasi Jamaah Tersesat, Ini Lokasinya

Di bawah cuaca panas ekstrem Makkah, Fransiska bersama tim PKP2JH bertugas memberikan pertolongan medis sekaligus pendampingan kepada jemaah haji Indonesia, khususnya di kawasan padat sekitar Masjidil Haram.

"Motivasi saya yang pertama adalah ingin melayani jamaah calon haji Indonesia dari segi medis. Dan yang kedua, niatnya tentu untuk beribadah," ujar Fransiska, seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Kisah Petugas Haji di Terminal Syib Amir, Tetap Bertugas di Tengah Panas Ekstrem untuk Layani Jemaah

Sempat Menolong Jemaah Haji yang Takut Tersesat

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat menemukan seorang jemaah calon haji yang kebingungan di kawasan Dar Al Tawhid.

Jemaah tersebut ingin sekali melaksanakan salat di depan Ka’bah, tetapi merasa takut tersesat karena kondisi Masjidil Haram yang sangat padat.

Fransiska lantas mengantar jemaah tersebut agar bisa melaksanakan mimpinya untuk salat di depan Ka’bah.

"Saya antar beliau ke sana. Beliau menangis terharu sambil memegang tangan saya erat sekali karena takut hilang, mengingat jamaah calon haji sangat padat. Beliau bersyukur dan terharu bisa sampai ke depan Ka'bah," kenangnya.

Fransiska Terharu Melihat Perjuangan Jemaah Haji

Menurut Fransiska, berinteraksi langsung dengan jemaah haji Indonesia yang mayoritas berusia lanjut memberikan banyak pelajaran hidup dan pengalaman spiritual yang mendalam.

Ia mengaku semakin belajar tentang kesabaran selama bertugas di Tanah Suci.

Semangat para jemaah lansia untuk berhaji juga membuatnya terharu karena sebagian besar telah menunggu antrean bertahun-tahun demi bisa berangkat ke Makkah.

"Saya terharu, mereka menunggu lama sekali dan perjuangan untuk ke sini itu tidak mudah. Sangat menakjubkan melihat betapa kuatnya tekad mereka untuk beribadah ke Tanah Suci dengan berbagai cara," ujar Fransiska.

Selain memberikan pertolongan pertama, Fransiska dan tim PKP2JH juga aktif mengedukasi jemaah terkait kesehatan, terutama bagi jemaah risiko tinggi (risti) menjelang pelaksanaan umrah wajib maupun fase puncak ibadah haji.

Siaga Tangani Kondisi Darurat di Tengah Jutaan Jemaah

Sebagai petugas medis haji, Fransiska dituntut bergerak cepat ketika ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan mendadak, mulai dari kelelahan, pingsan, hingga kondisi kritis di tengah kerumunan jemaah.

Ia mengatakan bekerja di area dengan jutaan orang dan cuaca panas bukan hal mudah.

Karena itu, petugas lapangan menerapkan sistem pendampingan atau buddy system demi menjaga keamanan dan efektivitas kerja.

Petugas tidak diperbolehkan menangani situasi sendirian dan harus selalu didampingi rekan sesama petugas, baik laki-laki maupun perempuan.

Meski pekerjaan tersebut sangat menguras tenaga, Fransiska mengaku kelelahan itu sering terbayar oleh pengalaman spiritual dan rasa syukur dari para jemaah yang berhasil dibantu.

Dedikasi para petugas seperti Fransiska menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah haji Indonesia di Tanah Suci.

Kehadiran mereka tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga menghadirkan rasa aman, empati, dan pendampingan bagi jemaah selama menjalankan ibadah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Doa dan Niat
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Doa dan Niat
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Doa dan Niat
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
Aktual
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Aktual
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Aktual
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Aktual
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Aktual
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Aktual
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Aktual
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Aktual
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
Aktual
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Aktual
Kelakar Cholil Nafis soal Ketum PBNU: Saya Tak Berani Mencalonkan Diri, Merasa Tidak Kompeten
Kelakar Cholil Nafis soal Ketum PBNU: Saya Tak Berani Mencalonkan Diri, Merasa Tidak Kompeten
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar