Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberangkatkan sebanyak 32 Musyrif Diny ke Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (12/5/2026).
Kehadiran Musyrif Diny menjadi hal baru dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.
Para ulama lintas organisasi kemasyarakatan Islam tersebut bertugas memberikan pendampingan, bimbingan ibadah, sekaligus mengawal kesesuaian syariat selama pelaksanaan haji.
Baca juga: Arab Saudi Siapkan 33.000 Bus dan 5.000 Taksi untuk Layani Jemaah Haji 2026
Mereka nantinya ditempatkan di berbagai sektor dan daerah kerja (daker) Makkah maupun Madinah untuk mendampingi jamaah haji Indonesia.
Ketua Musyrif Diny 2026 KH M Cholil Nafis menjelaskan tugas utama Musyrif Diny ialah ikut menentukan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji yang sesuai syariat Islam.
Baca juga: Skema Murur Haji 2026: Jamaah Wajib Lewati Tengah Malam di Muzdalifah
Menurut dia, Musyrif Diny berperan memastikan kebijakan teknis di lapangan tetap memenuhi ketentuan fikih ibadah haji.
“Seperti murur, bagaimana yang sesuai? Dari syariahnya seperti apa? Kemudian dilaksanakan dalam praktiknya,” kata Kiai Cholil di Madinah, Sabtu (16/5/2026).
Wakil Ketua Umum MUI itu menjelaskan Musyrif Diny berbeda dengan Mustasyar Diny.
Mustasyar Diny lebih berfungsi sebagai penasihat keagamaan atau konsultasi ibadah apabila terdapat pertanyaan terkait penyelenggaraan haji.
Sementara itu, Musyrif Diny terlibat langsung dalam pelayanan dan pengarahan ibadah kepada jamaah maupun pembimbing haji di setiap kloter.
“Karena harus mengarahkan para pembimbing haji, mengarahkan jamaah. Jadi kan masing-masing kloter sudah ada pembimbing, bahkan travel sudah ada pembimbing. Sebenarnya akhirnya untuk menyatukan pendapat yang rajih (lebih berbobot-Red) yang mau diambil," katanya.
“Maka musyrif diny-lah yang akan menjadi pemberi fatwanya, pemberi pendapatnya untuk dipakai oleh kita semua," katanya.
Kiai Cholil mengatakan para Musyrif Diny terdiri dari tokoh agama Islam laki-laki dan perempuan dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia.
Mereka akan ditempatkan di sektor-sektor jamaah haji Indonesia di wilayah Makkah dan Madinah untuk memberikan pendampingan ibadah kepada jamaah.
Sebanyak 32 Musyrif Diny tersebut telah tiba di Madinah melalui Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz pada Selasa (12/5/2026).
Berikut nama-nama Musyrif Diny yang diberangkatkan Kemenhaj ke Tanah Suci: