Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026

Kompas.com, 29 Mei 2026, 21:17 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Jemaah haji kloter pertama Debarkasi Makassar dijadwalkan tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada 1 Juni 2026.

Kelompok terbang pertama tersebut membawa ratusan jamaah asal Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar yang kembali dari Tanah Suci setelah menunaikan ibadah haji 1447 Hijriah.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Makassar telah menyiapkan proses penyambutan serta pemeriksaan kesehatan bagi seluruh jamaah setibanya di Tanah Air.

Baca juga: Debarkasi Haji YIA Siap Terapkan Kepulangan Jemaah Tanpa Melalui Asrama

Setelah proses penerimaan selesai, jamaah akan diserahkan kepada panitia daerah masing-masing untuk dipulangkan ke wilayah asal.

Berdasarkan data yang diterima Tribun-Timur.com, jadwal pemulangan jamaah haji Debarkasi Makassar tahun 1447 H/2026 M menunjukkan kloter pertama akan berangkat dari Jeddah pada 1 Juni pukul 03.30 waktu Arab Saudi.

Jamaah dijadwalkan tiba di Makassar pada hari yang sama pukul 22.30 WITA.

Baca juga: Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026

Kloter Pertama Akan Bawa 387 Jamaah

Kloter pertama Debarkasi Makassar membawa 386 jamaah asal Kabupaten Soppeng dan satu jamaah asal Kota Makassar.

Sementara itu, kloter kedua dijadwalkan tiba pada hari berikutnya dengan membawa 387 jamaah asal Kabupaten Sidrap.

Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar Ikbal Ismail mengatakan pihaknya telah menyiapkan seluruh proses penyambutan dan penerimaan jamaah haji.

“Tanggal 1 Juni kloter pertama insyaallah mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Jamnya 22.30 Insyaallah,” katanya saat dihubungi Tribun Timur, Jumat (29/5/2026).

Jamaah Haji akan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Ikbal menjelaskan proses penerimaan jamaah tetap dilakukan secara menyeluruh begitu jamaah tiba di embarkasi Makassar.

“Tetap ada penerimaan. Jadi, kami akan menyambut Jemaah yang habis melaksanakan ibadah haji,” ujarnya.

Menurut dia, setelah proses penyambutan, seluruh jamaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada panitia daerah masing-masing.

“Kami akan melaksanakan proses penerimaan, mengecek semua jemaah terkait kesehatannya, apanyalah,” ungkapnya.

“Apabila sudah selesai kami menerima, kami serahkan ke panitia daerah,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Kloter Pertama Jemaah Haji Tiba di Makassar 1 Juni 2026". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Aktual
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Aktual
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Aktual
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Aktual
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
Aktual
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Aktual
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Aktual
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Aktual
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Aktual
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Aktual
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Aktual
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
Aktual
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Aktual
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com