Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah melaporkan masih ada 120 jemaah haji Indonesia yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Para jemaah tersebut belum dapat dipulangkan ke Tanah Air karena masih membutuhkan penanganan medis dan menunggu dinyatakan layak terbang oleh dokter.
Pemerintah Indonesia memastikan seluruh jemaah yang masih dirawat tetap menjadi tanggung jawab negara hingga dapat kembali ke Indonesia.
Baca juga: Bakom RI Sebut Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses, Pemerintah Targetkan Persingkat Masa Tunggu
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji terus berlangsung, sementara jumlah jemaah yang wafat di Arab Saudi tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan hingga saat ini masih terdapat 120 jemaah haji Indonesia yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Baca juga: 393 Jemaah Haji Asal Gorontalo dari Kloter 28 Tiba di Makassar, Kloter 30 Bersiap Menyusul
“Masih ada 120 jemaah yang dirawat. Mereka akan dipulangkan jika sudah dinyatakan layak untuk terbang,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu mengatakan pemerintah tetap bertanggung jawab terhadap seluruh jemaah yang masih menjalani perawatan hingga mereka dapat dipulangkan ke Tanah Air.
Kondisi kesehatan para jemaah juga akan terus dipantau oleh petugas haji yang masih bertugas di Arab Saudi.
Apabila kondisi kesehatan mereka mulai membaik dan dokter menyatakan sudah layak melakukan perjalanan udara, para jemaah akan segera dipulangkan ke Indonesia.
“Sekalipun Kloternya sudah pulang, pasti kita akan pulangkan selama dokter mengatakan sudah layak terbang,” kata dia.
Sementara itu, hingga Selasa tercatat sebanyak 350 jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi.
Menurut Gus Irfan, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dengan selisih lebih dari 100 orang.
Meski demikian, Kementerian Haji dan Umrah menilai angka tersebut masih cukup besar sehingga perlu terus ditekan melalui penguatan aspek istitaah kesehatan bagi calon jemaah haji.
“Jumlah yang cukup besar menurut kami, tapi Alhamdulillah ini masih bisa di bawah tahun lalu, lebih dari 100 bedanya. Sehingga ini suatu capaian kita walaupun bukan capaian yang memuaskan, tapi tahun depan kita akan segera perketat, perkuat lagi, istitha'ah kesehatan bagi para jemaah kita,” kata dia.
Hingga Selasa, jumlah jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Tanah Air mencapai 149.726 orang atau tergabung dalam 387 kelompok terbang (kloter).
Masih terdapat 130 kloter yang berada di Madinah dan akan dipulangkan secara bertahap ke Indonesia.
“Di Makkah sudah bersih dari jemaah kita, dan ini artinya tinggal sisa sekitar 29 persen dari seluruh jemaah kita yang masih berada di Madinah. Dan Alhamdulillah berangsur-angsur akan kembali,” kata Gus Irfan.
Hal serupa juga berlaku bagi petugas haji yang akan dipulangkan secara bertahap ke Indonesia, dengan kepulangan terakhir dijadwalkan pada 4 Juli 2026 mendatang.
Pemerintah memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berjalan hingga seluruh jemaah dan petugas kembali ke Tanah Air.
Sementara itu, jemaah yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi akan tetap mendapatkan pendampingan dan dipulangkan setelah kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang