Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suhu di Arab Saudi Diperkirakan Tetap di Atas Normal hingga Oktober

Kompas.com, 2 Agustus 2026, 12:53 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com - Jemaah umrah Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi dalam beberapa bulan ke depan perlu mewaspadai kondisi cuaca yang diperkirakan lebih ekstrem.

National Center for Meteorology (NCM) memprediksi suhu di sebagian besar wilayah Arab Saudi akan tetap berada di atas rata-rata hingga Oktober 2026.

Selain cuaca panas, risiko hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat juga diperkirakan mulai meningkat sejak September.

Baca juga: Unik, Kreator Konten Arab Saudi Sulap Unta Jadi Bintang Media Sosial Lewat Video Viral

Dalam laporan prakiraan iklim tiga bulanan untuk Agustus, September, dan Oktober, NCM menyebutkan peluang suhu permukaan berada di atas kondisi normal mencapai 60 hingga 80 persen di hampir seluruh wilayah Arab Saudi.

Kenaikan suhu paling signifikan diperkirakan terjadi pada Agustus dan Oktober. Pada periode tersebut, suhu udara dapat mencapai hingga 2,5 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang.

Kondisi ini bisa menjadi perhatian bagi jemaah yang akan menjalankan ibadah umrah agar dapat mempersiapkan kesehatan dan perlengkapan perjalanan dengan baik.

Baca juga: Saudi Ancam Denda Rp 482 Juta bagi Perusahaan Haji-Umrah yang Tak Laporkan Jemaah Overstay

Agustus Diperkirakan Menjadi Bulan Paling Kering

NCM memperkirakan Agustus akan menjadi bulan dengan curah hujan paling rendah selama periode prakiraan.

Curah hujan diprediksi berada di bawah normal di sebagian wilayah Jazan, Al-Baha, Najran, Asir, Makkah, Madinah, Tabuk, Riyadh, dan Provinsi Timur.

Sementara itu, sebagian besar wilayah lainnya diperkirakan masih menerima curah hujan yang mendekati rata-rata.

Adapun anomali suhu tertinggi pada Agustus diperkirakan terjadi di wilayah barat Al-Baha, Asir, dan bagian barat daya Makkah.

Curah Hujan Meningkat pada September

Memasuki September, kondisi cuaca diperkirakan mulai berubah. Curah hujan diproyeksikan meningkat di atas rata-rata di sejumlah wilayah, seperti Tabuk, Madinah, Al-Baha, Asir, Makkah, Qassim, Hail, Al-Jouf, dan Northern Borders.

Menurut NCM, hujan pada September berpotensi turun dengan intensitas sedang hingga lebat.

Pada saat yang sama, suhu udara diperkirakan tetap berada hingga 2 derajat Celsius di atas kondisi normal di sebagian besar wilayah Arab Saudi.

Oktober Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat

Memasuki Oktober, hampir seluruh wilayah Arab Saudi diperkirakan menerima curah hujan di atas rata-rata.

NCM memperingatkan hujan berpotensi meningkat menjadi lebat hingga sangat lebat, bahkan dapat mencapai intensitas ekstrem di beberapa lokasi.

Di sisi lain, suhu udara diperkirakan masih bertahan hingga 2,5 derajat Celsius di atas rata-rata, terutama di wilayah Najran, Asir, Al-Baha, Makkah, Riyadh, dan Provinsi Timur.

Riyadh dan Provinsi Timur Tetap Lebih Hangat

NCM memperkirakan Riyadh akan mengalami suhu yang lebih hangat dari biasanya sepanjang Agustus hingga Oktober.

Meski wilayah selatan provinsi diprediksi menerima curah hujan di bawah normal pada Agustus, bagian utara Riyadh diperkirakan mengalami curah hujan di atas rata-rata pada September sebelum meluas ke sebagian besar wilayah pada Oktober.

Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Provinsi Timur. Wilayah tersebut diperkirakan tetap mencatat suhu di atas rata-rata, dengan bagian barat daya mengalami salah satu kenaikan suhu tertinggi di Arab Saudi pada Oktober.

Sementara itu, curah hujan yang semula berada di bawah normal di wilayah selatan Provinsi Timur pada Agustus diproyeksikan meningkat dan meluas ke sebagian besar wilayah pada Oktober.

Kecepatan Angin Diperkirakan Meningkat

Selain suhu dan curah hujan, NCM juga memperkirakan kecepatan angin akan lebih tinggi dari kondisi normal selama periode Agustus hingga Oktober.

Secara umum, kecepatan angin diproyeksikan meningkat hingga 1,5 meter per detik di sebagian besar wilayah Arab Saudi.

Khusus pada Oktober, anomali kecepatan angin diperkirakan mencapai 2,4 meter per detik di atas rata-rata, terutama di wilayah selatan, tengah, dan timur.

NCM mengimbau instansi pemerintah, petugas tanggap darurat, dan masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca jangka pendek serta peringatan dini yang diterbitkan lembaga tersebut.

Pusat meteorologi itu juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem bersifat lokal, termasuk hujan lebat yang terjadi secara tiba-tiba, tetap dapat muncul meskipun belum sepenuhnya tergambar dalam prakiraan iklim musiman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar