Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru

Kompas.com, 9 Agustus 2026, 10:21 WIB
Reni Susanti

Editor


BANDUNG, KOMPAS.com - Ratusan murid kelas 10 MAN 2 Kota Bandung mengikuti Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) selama tiga hari di D'Peak Bongkor, Kabupaten Bandung, 6-8 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah mengenalkan kultur sekaligus membangun kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama sejak awal siswa memasuki jenjang SMA.

Kepala MAN 2 Kota Bandung Awaludin Hamzah mengatakan, PPK tidak dirancang sebatas kegiatan tahunan untuk menyambut murid baru.

“Kegiatan ini pijakan awal untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif, menjalankan kultur serta tradisi yang telah dibangun. Karakter yang ingin kami bentuk meliputi sikap sopan santun, disiplin, tertib, serta saling menghargai, baik kepada teman sebaya, adik kelas, maupun kakak kelas,” ujar Awaludin dalam rilisnya, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya

PPK dikemas dalam bentuk perkemahan edukatif di alam terbuka. Selama tiga hari, siswa menjalani sejumlah kegiatan yang memadukan pembentukan karakter, aktivitas kelompok, hingga pembiasaan ibadah.

Kegiatan tersebut antara lain latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), olahraga, fun games, diklat ekstrakurikuler, pentas seni dan api unggun, hingga operasi bersih.

Melalui kegiatan kelompok, siswa dilatih membangun komunikasi, kekompakan, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dengan teman.

Tahajud hingga Renungan Malam

Perwakilan murid MAN 2 Kota Bandung menyalakan api unggun di acara PPK. Dok MAN 2 KOTA BANDUNG Perwakilan murid MAN 2 Kota Bandung menyalakan api unggun di acara PPK.

Selain kegiatan fisik dan kelompok, PPK juga diisi dengan pembiasaan ibadah berjamaah.
Para siswa mengikuti shalat tahajud dan renungan malam sebagai bagian dari kegiatan refleksi diri.

Nilai keislaman seperti ukhuwah, amanah, kesabaran, kepedulian, tolong-menolong, dan saling menghargai juga diterapkan dalam berbagai aktivitas selama perkemahan.

Sementara melalui operasi bersih, siswa diajak bertanggung jawab terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.

Awaludin berharap pengalaman selama tiga hari tersebut tidak berhenti ketika PPK selesai, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan siswa selama menempuh pendidikan di MAN 2 Kota Bandung.

“Kami optimistis rangkaian kegiatan ini dapat menjadi awal terbentuknya pribadi-pribadi yang lebih baik sehingga nantinya lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki karakter yang kuat,” tambahnya.

Baca juga: Cara Akses dan Unduh Gratis 40 Buku PAI Digital Kemenag Lewat Smart PAI

PPK Jadi Investasi Karakter

Ketua Pelaksana PPK Ardi Wira Azhari mengatakan, rangkaian kegiatan disusun dengan konsep edukatif, kreatif, dan menyenangkan dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta.

Aktivitas yang diberikan diarahkan untuk mengasah kemampuan siswa dalam bekerja sama, berkomunikasi, memimpin, berpikir kritis, serta meningkatkan kepercayaan diri.

“PPK bukan sekadar kegiatan penyambutan murid baru, tetapi merupakan investasi karakter. Kami ingin setiap siswa memulai perjalanan pendidikannya di MAN 2 Kota Bandung dengan semangat, integritas, dan akhlak yang mulia, sehingga kelak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap memberikan manfaat bagi bangsa dan agama,” lanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Aktual
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Aktual
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Aktual
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar