Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi

Kompas.com, 9 Agustus 2026, 13:25 WIB
Reni Susanti

Editor


MALANG, KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan kembali menggelar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) pada 30 September-6 Oktober 2026 di Pesantren An-Nur 2 Malang, Jawa Timur.

Berbeda dari sekadar perkemahan pramuka, PPSN 2026 akan mengusung tema ekoteologi dengan mendorong santri memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai keimanan.

Direktur Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan, PPSN tidak boleh hanya menjadi agenda rutin yang mempertemukan santri penggalang dan penegak dari berbagai daerah.

Baca juga: Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru

Kepramukaan, menurutnya, dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Gerakan Pramuka di lingkungan pesantren memiliki kekuatan moral dan spiritual yang luar biasa. Melalui PPSN 2026, kita mengarusutamakan gagasan ekoteologi dengan menjadikan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari nilai keimanan dan kehidupan pesantren,” ujar Basnang dikutip dari laman kemenag.go.id, Minggu (9/8/2026).

"Santri tidak hanya terampil mendirikan tenda atau dalam tali-temali, tetapi juga harus berada di barisan terdepan dalam merawat bumi," tambah dia.

Persiapan PPSN 2026 dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 di Malang.

Rapat tersebut melibatkan Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan kalangan pesantren.

Baca juga: Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya

Menjaga Lingkungan sebagai Cerminan Iman

Pengasuh Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo Malang Khoiruddin mengatakan, pesantren memiliki landasan nilai keagamaan yang kuat untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan santri.

Menurutnya, kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan selama ini juga menjadi bagian dari pendidikan di pesantren.

“Pesantren sejak awal mengajarkan kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai cerminan iman. Integrasi nilai-nilai ekoteologi dalam kegiatan kepramukaan santri akan memperkuat karakter santri yang adaptif dan berwawasan global, tetapi tetap berakar pada nilai rahmatan lil ‘alamin,” tutur Khoiruddin.

Melalui pendekatan ekoteologi, persoalan lingkungan tidak hanya dipandang dari sisi ekologis, tetapi juga dikaitkan dengan tanggung jawab manusia terhadap alam sebagai bagian dari kehidupan beragama.

Pendekatan tersebut nantinya tidak berhenti sebagai tema PPSN, tetapi diterapkan dalam kegiatan yang dijalani peserta selama perkemahan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Timur Agung Subagyo mengatakan, sejumlah kegiatan lingkungan telah masuk dalam skenario PPSN 2026.

“Pendekatan ekoteologi akan tercermin dalam skenario kegiatan, mulai dari pengelolaan sampah selama perkemahan, penanaman pohon, hingga edukasi konservasi alam yang dikemas secara interaktif bagi para santri peserta,” jelasnya.

Pemprov Jatim Siap Dukung PPSN 2026

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Budiar mengatakan, pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan Kementerian Agama dalam penyelenggaraan PPSN 2026.

Menurutnya, perpaduan pendidikan keagamaan, kepramukaan, dan kepedulian lingkungan relevan dengan tantangan ekologis yang dihadapi masyarakat.

“Jawa Timur bangga menjadi bagian dari persiapan agenda strategis ini. Kami siap memfasilitasi dan berkolaborasi dengan Kementerian Agama agar PPSN 2026 berjalan aman dan lancar, sekaligus meninggalkan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam rapat koordinasi, sejumlah persiapan dibahas mulai dari konsep kegiatan, kesiapan lokasi, sarana dan prasarana, hingga pola kolaborasi antarpihak.

PPSN 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tempat santri mengembangkan keterampilan kepramukaan dan kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Aktual
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Aktual
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Aktual
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Doa dan Niat
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Aktual
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Aktual
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar