Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Bedanya Sabar, Ridha, dan Tawakal? Jangan Sampai Tertukar

Kompas.com, 21 September 2026, 14:39 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketika menghadapi musibah atau kegagalan, umat Islam sering dianjurkan untuk bersabar, bertawakal, atau belajar ridha terhadap ketentuan Allah. Ketiga istilah ini memang saling berkaitan, tetapi memiliki makna dan kedudukan yang berbeda dalam ajaran Islam.

Memahami perbedaannya penting agar seorang Muslim tidak tertukar antara menahan diri, menerima ketetapan Allah, dan menyerahkan hasil setelah berikhtiar. Al-Qur'an dan hadis sahih memberikan penjelasan yang jelas mengenai ketiga akhlak mulia tersebut.

Sabar: Menahan Diri dalam Ketaatan dan Ujian

Sabar berarti menahan diri agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah, baik ketika menjalankan ketaatan, meninggalkan maksiat, maupun menghadapi ujian hidup.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 153:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Yā ayyuhallażīna āmanus-ta‘īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma‘aṣ-ṣābirīn.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Sarimbit 2027, Tak Lagi Didominasi Warna Pastel

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Justru sabar menuntut keteguhan hati untuk tetap berbuat benar meskipun menghadapi kesulitan, tekanan, atau rasa kehilangan.

Ridha: Menerima Ketetapan Allah dengan Lapang Dada

Jika sabar adalah kemampuan bertahan, maka ridha adalah keadaan hati yang menerima keputusan Allah tanpa menyimpan kebencian terhadap takdir-Nya.

Ridha tidak berarti menyukai musibah atau berhenti berikhtiar. Seorang Muslim tetap boleh bersedih, menangis, dan berusaha memperbaiki keadaan, tetapi hatinya tidak memprotes kebijaksanaan Allah SWT.

Prinsip ini selaras dengan firman Allah dalam Surah Al-Hadid ayat 23: 

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ

Likailā ta’sau ‘alā mā fātakum wa lā tafraḥū bimā ātākum.

Artinya: “Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepadamu.”

Baca juga: KH Miftachul Akhyar: Jangan Terobsesi Mengejar Keramat

Ayat ini mengajarkan keseimbangan batin: tidak larut dalam kehilangan dan tidak berlebihan dalam kenikmatan karena semuanya berada dalam ketentuan Allah.

Tawakal: Berserah Diri Setelah Berikhtiar

Tawakal sering disalahartikan sebagai pasrah tanpa usaha. Padahal, tawakal justru dimulai setelah seseorang melakukan ikhtiar terbaik yang mampu ia lakukan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali ‘Imran ayat 159:

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Fa iżā ‘azamta fatawakkal ‘alallāh, innallāha yuḥibbul-mutawakkilīn.

Artinya: “Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

Baca juga: Kemenag Catat 7.710 Perempuan Usia 15–17 Tahun Menikah Sepanjang 2026

Urutan ayat ini sangat penting. Tekad dan usaha didahulukan, baru kemudian tawakal. Artinya, menyerahkan hasil kepada Allah bukan alasan untuk meninggalkan ikhtiar.

Hadis: Ikatlah Untamu, Lalu Bertawakallah

Makna tawakal dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA.

اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

I‘qilhā wa tawakkal.

Artinya: “Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah.” (HR Jami’ at-Tirmidzi No. 2517). 

Hadis ini menjadi kaidah penting dalam Islam. Tawakal bukan berarti membiarkan sebab-sebab dunia, melainkan menggabungkan usaha yang maksimal dengan keyakinan penuh kepada Allah SWT.

Baca juga: Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35

Bagaimana Hubungan Ketiganya?

Sabar, ridha, dan tawakal bukanlah tiga sikap yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi dalam kehidupan seorang Muslim.

Seseorang yang kehilangan pekerjaan, misalnya, pertama-tama bersabar agar tidak putus asa dan tetap menjaga ibadah. Ia kemudian bertawakal dengan terus mencari pekerjaan sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah. Setelah segala ketentuan terjadi, ia belajar ridha menerima keputusan Allah sambil terus melangkah memperbaiki kehidupannya.

Urutan ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha lahiriah dan kekuatan batin.

Baca juga: Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35 

Jangan Sampai Tertukar

Ringkasnya, sabar adalah menahan diri dalam menghadapi ujian, ridha adalah menerima ketetapan Allah dengan hati yang lapang, sedangkan tawakal adalah menyerahkan hasil kepada Allah setelah ikhtiar dilakukan.

Ketiga akhlak ini menjadi bekal penting bagi seorang Muslim dalam menghadapi dinamika kehidupan. Dengan sabar seseorang tetap teguh, dengan tawakal ia tidak bergantung pada usahanya semata, dan dengan ridha ia memperoleh ketenangan karena yakin bahwa seluruh ketentuan Allah mengandung hikmah terbaik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sheikh Ibrahim Al-Madani, Muazin Masjidil Haram Wafat di Usia 51 Tahun
Sheikh Ibrahim Al-Madani, Muazin Masjidil Haram Wafat di Usia 51 Tahun
Aktual
Keffiyeh: Sejarah, Jenis, Pola, Cara Pakai, dan Simbol Solidaritas Palestina
Keffiyeh: Sejarah, Jenis, Pola, Cara Pakai, dan Simbol Solidaritas Palestina
Aktual
Hukum Makmum Masbuk Menjadi Imam untuk Jamaah Baru, Apakah Boleh? Ini Penjelasannya
Hukum Makmum Masbuk Menjadi Imam untuk Jamaah Baru, Apakah Boleh? Ini Penjelasannya
Aktual
BPKH Investasikan 70 Persen Dana Haji ke Sukuk Negara
BPKH Investasikan 70 Persen Dana Haji ke Sukuk Negara
Aktual
Kisah Abdurrahman bin Auf, Saudagar Kaya yang Tak Silau oleh Harta
Kisah Abdurrahman bin Auf, Saudagar Kaya yang Tak Silau oleh Harta
Aktual
Jadwal Libur Lebaran 2027: Potensi Libur Panjang 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Jadwal Libur Lebaran 2027: Potensi Libur Panjang 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
H20 2026 Diikuti 48 Negara, BPJPH Dorong Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia
H20 2026 Diikuti 48 Negara, BPJPH Dorong Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia
Aktual
Bukan Bersamaan, Ini Cara Mengikuti Gerakan Imam dalam Shalat Berjamaah yang Makmum Harus Tahu
Bukan Bersamaan, Ini Cara Mengikuti Gerakan Imam dalam Shalat Berjamaah yang Makmum Harus Tahu
Aktual
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat, Rekaman Adzannya Beredar di Media Sosial
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat, Rekaman Adzannya Beredar di Media Sosial
Aktual
Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram, Wafat Setelah Kumandangkan Adzan Subuh
Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram, Wafat Setelah Kumandangkan Adzan Subuh
Aktual
Mengapa Rasulullah Bersiwak Sebelum Shalat? Ini Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Bersiwak Sebelum Shalat? Ini Hikmahnya
Aktual
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara
Aktual
Mengapa Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan? Ini Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan? Ini Hikmahnya
Aktual
Apa Bedanya Sabar, Ridha, dan Tawakal? Jangan Sampai Tertukar
Apa Bedanya Sabar, Ridha, dan Tawakal? Jangan Sampai Tertukar
Aktual
Jelang Wajib Halal Produk Sandang, Begini Tips Memilih Baju Anak
Jelang Wajib Halal Produk Sandang, Begini Tips Memilih Baju Anak
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar