Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Akademisi UIN Jakarta Masuk Daftar 2 Persen Ilmuwan Teratas Dunia

Kompas.com, 12 Oktober 2026, 06:33 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Dua akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Maila Dinia Husni Rahiem dan Saiful Mujani, kembali masuk daftar World’s Top 2% Scientists 2026 dalam kategori dampak sitasi tahunan.

Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar berharap capaian tersebut mendorong sivitas akademika menghasilkan penelitian yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Capaian ini membanggakan dan patut diapresiasi. Kami berharap prestasi Prof. Maila dan Prof. Saiful menginspirasi sivitas akademika untuk terus menghasilkan riset berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global,” ujar Asep dikutip dari laman Kemenag, Senin (12/10/2026).

Baca juga: Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya

Daftar tersebut menggunakan basis data indikator sitasi yang dikembangkan John PA Ioannidis dari Stanford University dan dipublikasikan melalui Elsevier Data Repository.

Kategori tahunan pada pemutakhiran 2026 menggunakan data sitasi selama 2025.

Indikator kompositnya memperhitungkan dampak sitasi dan kepengarangan untuk menggambarkan pengaruh karya ilmiah.

Riset Maila tentang pendidikan anak dan kebencanaan

Berdasarkan data TOPSCINET yang dirilis pada 8 Oktober 2026, Maila masuk daftar tersebut selama empat tahun berturut-turut, sejak 2023 hingga 2026.

Di antara ilmuwan berafiliasi di Indonesia yang tercantum dalam daftar itu, Maila menempati urutan kedua pada subbidang pendidikan dan ketiga pada bidang ilmu sosial. Secara global, ia berada di sekitar 1,2 persen teratas peneliti bidang pendidikan.

Guru Besar Pendidikan Anak Usia Dini dan Kesejahteraan Sosial tersebut meneliti kehidupan anak, resiliensi, pengalaman menghadapi bencana, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Salah satu penelitiannya membahas kerentanan perempuan dalam tsunami Aceh 2004. Artikel yang ditulis bersama Robin Ersing dari University of South Florida itu diterbitkan dalam International Journal of Disaster Risk Reduction pada 2021.

Baca juga: Daftar 10 Lembaga Mitra Kemenag untuk Mengikuti Bimbingan Perkawinan, Cantin Tak Harus ke KUA

Penelitian tersebut mengkaji pengalaman 27 penyintas yang masih berusia anak-anak ketika tsunami terjadi. Kajian ini membahas pengaruh tanggung jawab keluarga, norma sosial, dan pengetahuan keselamatan terhadap kerentanan perempuan.

Hasil penelitian itu kemudian menjadi rujukan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) dalam materi kampanye Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2023.

Dalam bidang pendidikan anak usia dini, Maila menulis artikel Storytelling in Early Childhood Education: Time to Go Digital. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran berbasis cerita serta kemampuan guru menggunakannya agar anak lebih aktif dan terlibat.

Selain menjalankan tugas akademik, Maila menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru.

Saiful meneliti opini publik dan demokrasi

Sementara itu, Saiful Mujani merupakan Guru Besar Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta.

Penelitiannya mencakup opini publik, perilaku pemilih, dan demokratisasi. Ia menggunakan pendekatan survei untuk memahami hubungan masyarakat, agama, dan kehidupan demokrasi.

Melalui Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), lembaga yang didirikannya pada 2011, Saiful mengembangkan penelitian opini publik di tingkat nasional dan daerah, termasuk kecenderungan pilihan politik serta aspirasi masyarakat.

Di lingkungan akademik, ia juga mengajar metode kuantitatif terapan dan mendampingi peneliti muda.

272 ilmuwan berafiliasi di Indonesia masuk daftar

Secara nasional, TOPSCINET mencatat 272 ilmuwan berafiliasi di Indonesia dalam daftar tahunan 2026.

Jumlah itu meningkat dari 92 ilmuwan pada 2023, 150 pada 2024, dan 209 pada 2025.

Asep mengatakan, capaian kedua akademisi tersebut menjadi dorongan bagi UIN Jakarta untuk memperkuat kualitas riset, publikasi ilmiah, dan pembinaan peneliti muda.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bagaimana Hukum Menjual Barang Halal untuk Maksiat? Ini Pandangan Islam
Bagaimana Hukum Menjual Barang Halal untuk Maksiat? Ini Pandangan Islam
Aktual
Viral Penghulu Marah Saat Akad Nikah, Kemenag Minta Maaf dan Evaluasi Pelayanan
Viral Penghulu Marah Saat Akad Nikah, Kemenag Minta Maaf dan Evaluasi Pelayanan
Aktual
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jemaah Haji Rp800.000–1,3 Juta
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jemaah Haji Rp800.000–1,3 Juta
Aktual
Adakah Fungsi Adzan Selain Memanggil Sholat Berjamaah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Adakah Fungsi Adzan Selain Memanggil Sholat Berjamaah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Suami Pakai Tabungan Istri untuk Bayar Utang? Ini Penjelasannya
Bolehkah Suami Pakai Tabungan Istri untuk Bayar Utang? Ini Penjelasannya
Aktual
1 Jumadal Ula 1448 H Jatuh pada 12 Oktober 2026, Kenali Sejarah dan Amalannya
1 Jumadal Ula 1448 H Jatuh pada 12 Oktober 2026, Kenali Sejarah dan Amalannya
Aktual
Jumadal Ula 1448 H Jatuh 12 Oktober 2026, Ini Amalan yang Bisa Dikerjakan
Jumadal Ula 1448 H Jatuh 12 Oktober 2026, Ini Amalan yang Bisa Dikerjakan
Aktual
Jejak Yaman di Tanah Suci dan Seruan Perdamaian Houthi-Arab Saudi
Jejak Yaman di Tanah Suci dan Seruan Perdamaian Houthi-Arab Saudi
Aktual
Dua Akademisi UIN Jakarta Masuk Daftar 2 Persen Ilmuwan Teratas Dunia
Dua Akademisi UIN Jakarta Masuk Daftar 2 Persen Ilmuwan Teratas Dunia
Aktual
Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Hindari Lokasi Rawan di Arab Saudi
Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Hindari Lokasi Rawan di Arab Saudi
Aktual
30 UMKM Dikurasi Masuk Haji dan Umrah Store lewat Bali Expo
30 UMKM Dikurasi Masuk Haji dan Umrah Store lewat Bali Expo
Aktual
Jangan Remehkan Wirid karena Sibuk, Kiai Miftach: Kesempatannya Hanya Selama Hidup
Jangan Remehkan Wirid karena Sibuk, Kiai Miftach: Kesempatannya Hanya Selama Hidup
Aktual
Ayah Jangan Hanya Hadir sebagai Pencari Nafkah, Anak Juga Butuh Kasih Sayang
Ayah Jangan Hanya Hadir sebagai Pencari Nafkah, Anak Juga Butuh Kasih Sayang
Aktual
Kepala BPJPH: Industri Halal Bukan Monopoli Umat Islam
Kepala BPJPH: Industri Halal Bukan Monopoli Umat Islam
Aktual
Farhan Minta MUI Bandung Tangani Judi Online hingga Edukasi Pilah Sampah
Farhan Minta MUI Bandung Tangani Judi Online hingga Edukasi Pilah Sampah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar