Editor
KOMPAS.com — Awal puasa Ramadan 1448 Hijriah jatuh pada Senin, 8 Februari 2027, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah.
Tanggal tersebut tercantum dalam kalender yang dihitung Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
KHGT menggunakan perhitungan astronomis dengan cakupan global untuk menentukan awal bulan kamariah.
Dilansir dari laman Muhammadiyah, Sabtu (17/10/2026), penentuan awal Ramadan tersebut mengacu pada terpenuhinya kriteria posisi Bulan pada Ahad, 7 Februari 2027.
Baca juga: Kalender Ramadhan 2027: Perkiraan Awal Puasa, Libur Lebaran, dan Masuk Kerja
Ijtimak atau konjungsi menjelang Ramadan terjadi pada Sabtu, 6 Februari 2027, pukul 15.56.07 UTC. Namun, pada hari itu, posisi Bulan belum memenuhi parameter KHGT.
Kriteria kalender baru terpenuhi keesokan harinya di Darwin, Australia. Saat Matahari terbenam, tinggi Bulan geosentrik mencapai 5 derajat 54 menit 45 detik, sedangkan elongasi geosentriknya sebesar 8 derajat 14 menit 19 detik.
Elongasi merupakan jarak sudut antara Bulan dan Matahari. Dalam KHGT, batas minimal yang digunakan adalah elongasi geosentrik 8 derajat dan tinggi Bulan geosentrik 5 derajat sebelum pukul 00.00 UTC.
Terpenuhinya kriteria pada 7 Februari tersebut menjadi dasar penanggalan 1 Ramadan pada hari berikutnya, yakni 8 Februari 2027.
Baca juga: Jadwal Awal Ramadhan 2027, Libur Lebaran hingga Hari Pertama Masuk Kerja dan Sekolah
KHGT dirancang untuk menyatukan tanggal awal bulan Hijriah di seluruh dunia. Karena itu, pemenuhan kriteria astronomis tidak harus terjadi di setiap negara.
Apabila parameter kalender telah terpenuhi di suatu wilayah sesuai ketentuan KHGT, hasilnya digunakan sebagai dasar penentuan awal bulan secara global.
Kesamaan tanggal ini mengikuti pergantian hari di masing-masing wilayah, bukan berarti seluruh dunia memulai puasa pada satu waktu yang persis bersamaan.
Pendekatan tersebut bertujuan memberikan kepastian penanggalan untuk kebutuhan ibadah, kegiatan masyarakat, dan perencanaan jangka panjang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.