Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Nama-nama Bulan dalam Kalender Hijriyah

Kompas.com, 18 September 2025, 19:56 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Kalender Hijriyah adalah kalender yang dimiliki oleh kaum Muslimin. Kalender ini mulai digunakan pada tahun ke-17 setelah peristiwa hijrah kaum Muslimin ke Madinah, tepatnya pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.

Kalender hijriyah didasarkan pada gerak rotasi bulan, berbeda dengan kalender masehi yang didasarkan pada gerak rotasi matahari.

Untuk jumlah harinya, kalender hijriyah dalam satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari. Sementara untuk jumlah bulannya ada 12. Nama-nama bulan dalam kalender hijriah disesuaikan dengan penanggalan orang-orang Arab.

Baca juga: 7 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai nama-nama bulan dalam kalender hijriah, berikut nama dan Sejarah penamaannya.

Nama-nama Bulan Hijriah

Berikut Ini nama-nama bulan dalam kalender hijriah:

1. Muharram

2. Shafar

3. Rabi'ul Awal

4. Rabi'ul Akhir

5. Jumadil Awal

6. Jumadil akhir

7. Rajab

8. Sya’ban

9. Ramadhan

10. Syawal

11. Dzulqa’dah

12. Dzulhijjah

Baca juga: 11 Amalan Pembuka Pintu Rezeki Halal dan Berkah

Sejarah Nama-nama Bulan Hijriah

Sedangkan untuk Sejarah nama-nama bulan hijriah, berikut ulasan selengkapnya:

Muharram

Bulan Muharram berasal dari kata haram yang artinya terlarang bisa juga berarti yang dihormati.

Bulan pertama pertama dinamakan Muharram karena bulan ini sangat dihormati oleh orang -orang Arab. Bentuk penghormatan tersebut adalah dengan melarang melakukan peperangan di bulan ini.

Shafar

Shafar artinya kosong. Bulan kedua dinamakan shafar karena pada bulan ini, orang-orang Arab biasa melakukan perang atau bepergian pada bulan ini sehingga rumah-rumahnya menjadi kosong.

Ada pula yang mengaitkan penamaan bulan Shafar dengan penyakit kuning yang menimpa. Dalam Bahasa Arab, penyakit kuning dinamakan ‘ashfar’. Ini juga yang menyebabkan masyarakat Arab jahiliyah mempercayai bahwa bulan Shafar adalah bulan sial.

Rabi'ul Awal

Rabi'ul Awal berasal dari kata rabi’ dan awal. Rabi’ sering diartikan dengan hujan di musim semi, warna hijau pada tumbuh-tumbuhan, dan juga rerumputan yang tumbuh di musim semi. Sementara awal artinya permulaan.

Bulan ini dinamakan Rabi'ul awal karena menandai datangnya musim semi.

Baca juga: 3 Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal

Rabi'ul Akhir

Kalau Rabi'ul awal menandai datangnya musim semi, maka Rabi'ul akhir berarti akhir dari musim semi yang berlangsung selama dua bulan, yaitu dari bulan Rabi'ul awal dan Rabi'ul akhir.

Musim semi yang awal dan akhir ditandai dengan tumbuhnya tanaman kam’ah (jamur truffle) dan naura’, lalu setelah akan bermunculan buah-buahan.

Jumadil Awal

Jumadil Awal berasal dari kata Jumadi dan awal. Jumadi berarti musim dingin karena pada bulan ini air membeku (jumud). Sedang awal berarti permulaan.

Jumadil awal menandai permulaan datangnya musim dingin yang membuat air membeku.

Jumadil Akhir

Jumadil akhir merupakan kelanjutan dari Jumadil awal, dimana saat itu masih dalam suasana musim dingin.

Rajab

Rajab berasal dari kata urjubu yang berarti berhenti dari perang dan pengepungan. Rajab juga bermakna melepaskan tombak dari besi tajamnya untuk menahan diri dari peperangan.

Rajab merupakan salah satu bulan haram dimana orang-orang Arab menghormatinya. Penghormatan ini dilakukan dengan cara menghentikan atau dilarang perang.

Sya’ban

Sya’ban berasal dari kata sya’b yang artinya suku, bangsa, atau sekelompok orang. Bulan ini dinamakan Sya’ban karena pada bulan ini orang-orang Arab pergi berkelompok untuk mencari air.

Ramadhan

Ramadhan berasal dari kata ramad yang artinya panas terik. Pada bulan ini sedang berlangsung musim panas. Kata panas juga dikaitkan dengan diampuninya dosa-dosa seperti api yang sangat panas dan membakar habis sesuatu yang dilumatnya.

Baca juga: Kisah Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah

Syawal

Bulan syawal dikaitkan pada gerakan ekor unta yang bergerak karena memasuki musim kawin unta atau unta betina yang kekurangan air susu. Ada juga yang mengartikan syawal berasal dari kata syala yang artinya meningkat.

Dzulqa’dah

Bulan Dzulqa’dah berasal dari kata dzul dan qa'dah. Dzul artinya pemilik, sementara qa’dah artinya duduk.

Penamaan bulan ini karena bangsa Arab pada masa lampau menjadikan bulan ini sebagai waktu untuk beristirahat, tidak melakukan peperangan, dan menetap di daerahnya, serta mempersiapkan ibadah haji.

Dzulhijjah

Bulan dzulhijjah berasal dari kata dzul yang artinya pemilik dan hijjah yang berarti haji. Bulan ini dinamakan demikian karena merujuk pada datangnya bulan haji.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar