Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fathu Makkah: Penaklukan Kota Mekkah Tanpa Pertumpahan Darah

Kompas.com, 19 September 2025, 18:57 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Perkembangan Islam di Madinah menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Islam menjadi kekuatan baru yang sangat diperhitungkan. Hampir semua hambatan dan tantangan berhasil dilalui dengan gemilang.

Orang-orang Arab yang awalnya keras dengan Nabi Muhammad SAW dan orang-orang muslim satu persatu berhasil ditaklukkan. Tersisa satu kekuatan yang masih eksis, yaitu kampung halaman mereka sendiri, Mekkah.

Saat-saat yang dinantikan untuk bisa kembali ke Mekkah pun akhirnya tiba. Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin akhirnya bisa menaklukkan Mekkah melalui peristiwa Fathu Makkah. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 20 Ramadhan tahun ke-8 Hijriah.

Baca juga: Kisah Pengepungan Rumah Nabi Muhammad SAW Sebelum Hijrah

Latar Belakang Fathu Makkah

Peristiwa Fathu Makkah dilatarbelakangi oleh penyerangan Bani Bakr yang didukung kaum Musyrikin Mekkah kepada Bani Khuza’ah yang bersekutu dengan Rasulullah.

Dengan liciknya, Bani Bakr berkhianat terhadap perjanjian damai yang telah diikat oleh Kaum Muslimin dan sekutunya dengan Kaum Musyrikin Quraisy dan sekutunya.

Kaum Bani Bakr menyerang kaum Bani Khu'zaah sangat mereka lemah. Penyerangan ini juga mendapat dukungan amunisi dari kaum Musyrikin Quraisy. 

Para petinggi Bani Khuza’ah kemudian menemui Nabi Muhammad SAW untuk mengadukan kejadian ini. Nabi Muhammad SAW berjanji akan menolong mereka. Maka Nabi Muhammad SAW segera menyiapkan pasukan untuk berangkat ke Mekkah.

Penolakan Ajakan Damai oleh Nabi Muhammad SAW

Mendengar Nabi Muhammad SAW menyiapkan pasukan untuk menyerang Mekkah, penduduk Mekkah merasa sangat ketakutan dan mengutus Abu Sufyan untuk menemui Nabi Muhammad SAW guna memperbarui perjanjian damai.

Nabi Muhammad SAW menolak permohonan tersebut. Abu Sufyan kemudian merayu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali bin Abu Thalib untuk membujuk agar membatalkan keputusan menyerang kota Mekkah. Namun semua menolak. Ali bin Abi Thalib menasihatkan agar Abu Sufyan melindungi orang-orangnya sendiri.

Dengan sikap Nabi Muhammad SAW ini, Abu Sufyan merasa pasrah. Ia tahu tidak akan mampu menghadapi kaum Muslimin yang sudah semakin kuat. Ia kembali ke Mekkah dengan tangan hampa.

Setelah seluruh pasukan siap, Nabi Muhammad SAW berdoa sebelum berangkat dengan doa seperti ini: "Ya Allah, tutuplah penglihatan dan pendengaran orang-orang Quraisy agar tidak mengetahui informasi keberangkatan kami, supaya kami bisa menyerang mereka dengan mengejutkan di dalam negeri mereka sendiri."

Baca juga: Strategi Dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah

Keberangkatan Nabi Muhammad SAW ke Mekkah

Nabi Muhammad SAW bersama sekitar 10 ribu pasukan berangkat ke Mekkah dengan baju besi. Saat mendekati Mekkah, Abbas bin Abdul Muthalib mengajak Abu Sufyan menemui Nabi Muhammad SAW.

Dengan kondisi tak berdaya menghadapi kedatangan kaum Muslimin, Abu Sufyan akhirnya menyatakan keislamannya. Ia kemudian kembali kepada kaumnya.

Abu Sufyan kemudian mengumumkan tiga hal yang bisa dilakukan agar selamat saat pasukan Nabi Muhammad SAW memasuki Mekkah sebagaimana dipesankan Beliau, yaitu memasuki rumah Abu Sufyan bin Harb, menutup pintu rumahnya, dan memasuki Masjidil Haram.

Penaklukan Kota Mekkah

Saat Khalid bin Walid memasuki Mekkah bersama sejumlah pasukan, sempat terjadi perlawanan dari pasukan yang dipimpin Ikrimah bin Abu Jahal, Suhail bin Amr, dan beberapa orang lainnya.

Mereka akhirnya bisa dikalahkan dan melarikan diri. Ikrimah bin Abu Jahal sempat lari ke Yaman sebelum akhirnya masuk Islam dengan jaminan dari istrinya yang sudah masuk Islam terlebih dahulu.

Nabi Muhammad SAW dan pasukan Kaum Muslimin akhirnya berhasil masuk ke kota Mekkah tanpa ada pertumpahan darah.

Setelah seluruh Mekkah berhasil ditaklukkan, Nabi Muhammad SAW melakukan thawaf sebanyak 7 putaran di Ka’bah. Beliau kemudian meminta kunci Ka’bah dan memasukinya. Di dalamnya terdapat sebuah patung burung merpati, Beliau menghancurkannya. Patung-patung lain juga dihancurkan atas perintah Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Para Penentang Dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah

Pidato Nabi Muhammad SAW kepada Penduduk Mekkah

Nabi Muhammad SAW selanjutnya berpidato dihadapan kaum Quraisy dan bertanya: "Wahai orang-orang Quraisy, menurut kalian kira-kita apa yang akan aku lakukan kepada kalian."

Orang-orang Quraisy menjawab: "Kebaikan. Karena engkau adalah saudara yang mulia dan anak saudara yang mulia."

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Pergilah, sesungguhnya kalian bebas."

Perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam mengemban risalah berakhir dengan kemenangan gemilang. Mereka yang semula keras permusuhannya akhirnya tunduk tanpa pertumpahan darah. Nabi Muhammad SAW bermukim di Mekkah selama 15 malam sebelum beranjak ke Hunain.

Tahun Utusan

Keberhasilan Nabi Muhammad SAW menaklukkan Mekkah membuktikan besarnya kekuatan kaum Muslimin dan mereka sadar tidak mampu memerangi mereka. Oleh karena itu, suku-suku lain di jazirah Arab mengirimkan utusan untuk menemui Nabi Muhammad SAW dan menyatakan keislamannya.

Hal tersebut terjadi pada tahun ke-9 Hijriyah dan disebut juga dengan Sanatul Wufuud (Tahun Utusan).

Baca juga: Kisah Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah

Pada tahun itu pula turun surat An Nashr 1-3:

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ - ١

Artinya: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan."

وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ - ٢

Artinya: "Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah."

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ - ٣

Artinya: "Maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima taubat."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar