Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Sumber Segala Dosa Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah

Kompas.com, 1 Oktober 2025, 20:17 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Ibnul Qayyim Al Jauziyah adalah seorang ulama besar asal Damaskus yang banyak membahas tentang penyimpangan-penyimpangan manusia, yaitu melakukan dosa dan kemasiatan.

Salah satu yang menjadi pembahasan adalah 3 sumber segala dosa yang dilakukan makhluk-makhluk Allah SWT, khususnya manusia.

Ketiga sumber segala dosa tersebut adalah sombong (al kibr), tamak (al hirsh), dan dengki (hasad). Untuk penjelasan lengkapnya, simak di bawah ini.

Baca juga: 7 Dampak Memakan Harta Haram di Dunia dan Akhirat

Pendapat Ibnul Qayyim Mengenai 3 Sumber Segala Dosa

Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam kitab Al Fawaid menjelasakan tentang 3 sumber segala dosa. Berikut perkataannya:

"Barangsiapa yang terbebas dari tiga sifat ini, maka dia akan terlindung dari segala macam kejelekan. (Ketahuilah), kekafiran itu berasal dari sifat sombong. Maksiat berasal dari sifat tamak. Sikap melampaui batas dan kezaliman berasal dari sifat dengki (hasad).”

Berdasarkan perkataan Ibnul Qayyim tersebut, inilah sumber segala dosa dan dampaknya.

1. Sombong menyebabkan kekafiran

2. Tamak menyebabkan kemaksiatan

3. Dengki menyebabkan bersikap melampaui batas dan berbuat kezaliman.

Penjelasan Mengenai 3 Sumber Segala Dosa

Adapun penjelasan mengenai 3 sumber segala dosa adalah sebagai berikut:

Sombong (Al Kibr).

Definisi dari sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Artinya: “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (H.R. Muslim).

Sombong adalah dosa pertama yang dilakukan oleh makhluk Allah SWT, yaitu dilakukan oleh Iblis ketika menolak sujud kepada Adam AS.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (Q.S. Al Baqarah: 34).

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa Iblis bersikap sombong yang menyebabkannya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang kafir.

Jika dilihat lebih jauh, musuh-musuh para Nabi yang enggan beriman bukanlah karena mereka tidak tahu bahwa yang disampaikan para Nabi itu adalah sebuah kebenaran, tetapi karena adanya sifat sombong dalam diri mereka sehingga mereka tetap dalam kekafirannya.

Baca juga: Ayat Al Quran dan Hadits tentang Larangan Berjudi Serta Dampak Buruknya

Tamak (Al Hirsh)

Tamak adalah sifat menginkan sesuatu sebanyak-banyaknya untuk membuatnya nafsunya puas. Namun sifat tamak tidak akan pernah terpenuhi hingga seseorang mati.

Sifat tamak ini yang menyebabkan manusia melakukan kemaksiatan atau melanggar aturan-aturan Allah SWT.

Tamak merupakan dosa pertama yang dilakukan oleh manusia, yaitu Adam AS ketika menginginkan kehidupan abadi di surga dengan memakan buah khuldi.

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ

Artinya: "Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (Q.S. Thaha: 120).

Pada ayat di atas Iblis menggoda Adam AS untuk memakan pohon yang dilarang. Iblis mengatakan bahwa jika memakan buah dari pohon tersebut, ia akan mendapatkan hidup abadi dan kerajaan yang tidak akan binasa.

Sikap tamak yang ada membuat Adam memenuhi bujukan Iblis tersebut dan melanggar aturan yang telah ditetapkan Allah SWT.

Semua kemaksiatan lain, seperti korupsi, berzina, berjudi, dan kemaksiatan-kemaksiatan lainnya disebabkan karena sifat tamak manusia.

Baca juga: Arti Tabarruj dan Dasar Pelarangannya dalam Islam

Dengki (Hasad)

Dengki adalah perasaan tidak senang terhadap kenikmatan, kebahagiaan, atau keberuntungan orang lain, dan disertai dengan keinginan agar kenikmatan tersebut hilang dari orang tersebut.

Dengki adalah dosa pertama yang dilakukan manusia di bumi, yaitu saat Qabil iri terhadap Habil.

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya: "Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!" (Q.S. Al Maidah: 27).

Dalam ayat di atas, Qabil merasa iri dengan Habil karena kurban Habil diterima, sementara kurban Qabil ditolak. Hal tersebut menimbulkan rasa dengki di hati Qabil sehingga muncul niat untuk membunuhnya.

Sifat dengki inilah yang membuat seseorang bersikap melampaui batas yaitu dengan berusaha menghilangkan nikmat yang ada pada orang lain atau bahkan melakukan pembunuhan. Hal ini adalah termasuk sikap zalim.

Demikianlah tiga sumber segala dosa menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah. Semoga semua kamum muslimin dihindarikan dari tiga hal tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar