Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat dan Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2025: Waktu Terbaik Menyucikan Hati

Kompas.com, 7 Oktober 2025, 08:58 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Setiap bulan dalam kalender Hijriah memiliki momen istimewa yang mengajak umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah — saat bulan sedang purnama dan bersinar terang di langit malam.

Istilah Ayyamul Bidh sendiri berarti “hari-hari putih”. Nama ini merujuk pada malam-malam ketika cahaya bulan menerangi langit tanpa kegelapan, seolah menjadi simbol kebersihan hati dan jiwa bagi siapa pun yang berpuasa di hari tersebut. Rasulullah SAW pun sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa ini.

Baca juga: Keutamaan Surat Al-Fatihah: Induk Al-Qur’an yang Tiada Tanding

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Darda RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Berpuasalah tiga hari setiap bulan, karena itu seolah-olah kamu berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2025

Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI, puasa Ayyamul Bidh Oktober 2025 bertepatan dengan tanggal 5, 6, dan 7 Oktober 2025, atau 13, 14, dan 15 Rabi’ul Akhir 1447 Hijriah.

Ini menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah di pertengahan bulan, terutama bagi yang ingin melatih konsistensi dan menambah pahala di tengah kesibukan duniawi.

Melaksanakan Ayyamul Bidh Oktober 2025 juga menjadi cara sederhana untuk menjaga semangat spiritual setelah bulan-bulan besar Islam seperti Muharram dan Rabi’ul Awal.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Sama seperti puasa sunnah lainnya, ibadah ini dimulai dengan niat yang tulus. Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dibacakan pada malam hari sebelum fajar, atau di pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bidh lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Dengan niat yang benar, setiap langkah dan rasa lapar yang dirasakan menjadi bentuk ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW menyebut bahwa siapa yang berpuasa tiga hari dalam sebulan akan mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun. Ini karena satu amal kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.

Selain itu, puasa ini juga melatih keikhlasan dan kesabaran. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, puasa Ayyamul Bidh membantu umat Muslim untuk kembali menenangkan hati, memperbaiki niat, dan merasakan kembali makna menahan diri.

Dari sisi kesehatan, berpuasa tiga hari setiap bulan juga bermanfaat bagi metabolisme tubuh, membantu detoksifikasi, dan menstabilkan kadar gula serta kolesterol. Namun, niat utama tentu tetap ibadah dan mencari ridha Allah SWT.

Momentum Mencerahkan Hati

Ayyamul Bidh Oktober 2025 bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menyucikan diri dari dosa dan kebiasaan buruk. Saat malam-malam bulan purnama menerangi bumi, puasa ini menjadi simbol harapan agar hati manusia pun ikut diterangi cahaya iman.

Baca juga: 8 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Ibadah Sunnah dengan Pahala Setahun Penuh

Melalui puasa Ayyamul Bidh, umat Islam diajak untuk memperbarui semangat spiritual, memperbanyak doa, dan menebar kebaikan. Ibadah ringan ini menjadi jalan untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT agar tetap bersih, putih, dan bercahaya—seperti sinar bulan di malam hari.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Generasi Muda Dinilai Tak Siap Kerja, Gontor Tawarkan Pendidikan Holistik Pesantren
Generasi Muda Dinilai Tak Siap Kerja, Gontor Tawarkan Pendidikan Holistik Pesantren
Aktual
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Aktual
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Aktual
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Aktual
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Aktual
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Aktual
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Aktual
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Aktual
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Aktual
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Aktual
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Aktual
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Aktual
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar