Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Amalan Sebelum Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW, Lengkap dengan Hadis

Kompas.com, 21 November 2025, 17:43 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Umat Islam dianjurkan meneladani adab tidur Rasulullah SAW sebagai bagian dari sunnah yang membawa kebaikan bagi jasmani dan rohani.

Perubahan pola tidur manusia modern menjadikan tuntunan Nabi semakin relevan dalam menjaga ketenangan, kualitas istirahat, dan kesehatan.

Setiap amalan sebelum tidur memberikan nilai pahala sekaligus manfaat nyata bagi tubuh.

Baca juga: Keutamaan Berwudhu Sebelum Tidur, Dalil Hadis dan Manfaatnya bagi Muslim

Berikut adab-adab sebelum tidur sesuai hadis sahih yang diajarkan Rasulullah SAW, dilansir dari laman Muhammadiyah.

1. Tidur di Awal Malam

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidur lebih awal di malam hari.

Anjuran ini berdasarkan hadis dari Abu Barzah yang menyebut Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum sholat Isya dan tidak menyukai berbincang-bincang setelahnya.

“Bahwasanya Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum salat Isya dan berbincang-bincang setelahnya,” demikian hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

2. Berwudhu Sebelum Tidur

Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berwudhu sebelum berbaring.

Hadis al-Barra’ bin ‘Azib menyebutkan bahwa wudhu dilakukan seperti ketika bersiap sholat.

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk sholat,” sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari nomor 247.

3. Berbaring Menghadap Sisi Kanan

Rasulullah SAW membiasakan diri tidur dengan posisi miring ke kanan.

Hadis al-Barra’ bin ‘Azib kembali menegaskan anjuran tersebut setelah melakukan wudhu.

“Lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu,” demikian sabda Nabi SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Beberapa riwayat juga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak menyukai posisi tidur tengkurap.

Baca juga: 4 Waktu Terlarang Untuk Tidur dalam Islam

4. Membaca Tiga Surat dan Mengusap Tubuh

Rasulullah SAW membacakan tiga surat pendek sebelum tidur, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.

Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW meniup kedua telapak tangannya setelah membaca ketiga surat tersebut lalu mengusap bagian tubuh yang dapat dijangkau.

Amalan ini dilakukan tiga kali sebelum tidur.

Hadis riwayat Bukhari nomor 5017 menjelaskan bahwa Nabi memulai usapan dari kepala, wajah, lalu tubuh bagian depan.

5. Membaca Ayat Kursi

Ayat Kursi menjadi salah satu bacaan pelindung sebelum tidur.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa seseorang menasihatinya untuk membaca Ayat Kursi sebelum tidur agar selalu dijaga Allah.

“Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala,” demikian hadis riwayat Bukhari nomor 3275.

Baca juga: 8 Keutamaan Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Tidur dalam Islam

6. Membaca Doa Tidur

Tahapan terakhir sebelum tidur adalah membaca doa.

Hudzaifah RA meriwayatkan doa yang dibaca Rasulullah SAW setiap hendak tidur.

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأموتُ

Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati.”

Doa lain dapat diamalkan, tetapi satu versi ini cukup untuk dipraktikkan setiap malam.

Rangkaian adab tidur Rasulullah SAW bukan hanya sunnah bernilai pahala melainkan juga langkah menenangkan diri sebelum beristirahat.

Amalan-amalan tersebut membantu menjaga kualitas tidur sekaligus memupuk kedekatan spiritual kepada Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar