Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shalat Tapi Masih Bermaksiat? Begini Penjelasannya dalam Islam

Kompas.com, 24 November 2025, 22:22 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Shalat adalah ibadah utama dalam Islam. Shalat menjadi tiang agama dan menjadi pembeda antara seorang muslim dan orang kafir. Orang yang bisa melaksanakan shalat dengan baik, maka ia akan menjadi seorang muslim sejati.

Namun faktanya, banyak orang yang mengerjakan shalat tetapi masih banyak melakukan kemaksiatan. Jika yang terjadi seperti ini, bagaimana Islam menjelaskannya? Berikut ini pembahasan lengkapnya.

Baca juga: Tuma’ninah: Rukun Sholat yang Terlupakan, Fatal Akibatnya

Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Dalam surat Al Ankabut ayat 45, Allah SWT sudah menjelaskan bahwa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ 

Artinya: "Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al Quran) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Dampak shalat yang luar biasa inilah yang kemudian menjadikan shalat sebagai tolok ukur amalan seseorang. Jika shalatnya baik, maka seluruh amal akan dianggap baik. Jika shalatnya buruk, maka seluruh amalnya dianggap buruk.

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

Artinya: “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi."

Baca juga: 7 Tips Sholat Khusyu’ Agar Tidak Lalai dalam Sholat

Lantas mengapa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar? jawaban mengenai hal ini disampaikan dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَالمَ تَكُنْ لَهُ نُوْرًا وَلاَ بُرْهَانًا وَلاَ نَجَاةً وَكاَنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُوْنَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَاُبَيِّ بْنِ خَلَفَ

Artinya: “Barang siapa yang memelihara shalat, ia akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari Kiamat, dan barang siapa yang tidak memeliharanya, ia tidak akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan. Dan ia pada hari Kiamat bersama Qarun, Firaun, Haman, dan Ubai bin Khalaf." (H.R. Aḥmad dan Ath Thabrani).

Orang yang memelihara shalatnya, yaitu menjalankan shalat dengan sebaik-baiknya, maka ia akan mendapatkan cahaya dan petunjuk dari Allah SWT sehingga ia senantiasa berada di jalan yang lurus dan jauh dari maksiat atau perbuatan keji dan mungkar.

Baca juga: Tafsir Surat Al Ankabut ayat 45: Shalat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Shalat Tapi Maksiat, Apa yang Terjadi?

Ketika seseorang sudah rutin menjalankan shalat, tetapi ia masih melakukan maksiat, maka yang salah bukan redaksi ayatnya. Yang pasti salah adalah orang yang melaksanakan shalatnya. Berarti ada yang salah dengan shalatnya.

Ibnul Qayyim menyatakan: "Tidak ada ibadah yang paling menahan pelakunya dari maksiat selain shalat. Jika shalat itu tidak mampu menahan, berarti ada cacat di dalamnya."

Sementara dalam sebuah hadits disampaikan:

مَنْ صَلَّى صَلاَةً لمَ ْتَنْهَهُ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ لمَ ْيَزْدَدْ بِهَا مِنَ اللّٰهِ اِلاَّ بُعْدًا

Artinya: "Barang siapa yang telah mengerjakan shalat, tetapi salatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar, maka shalatnya itu tidak akan menambah sedikit pun (kepadanya), kecuali ia bertambah jauh dari Allah." (H.R. Ibnu Jarir).

Berdasarkan keterangan di atas, maka orang yang sudah melakukan shalat tetapi masih bermaksiat, berarti ada yang salah dengan shalatnya. Shalat yang dikerjakan tidak berkualitas, hanya sekedar rutinitas harian yang tanpa makna.

Baca juga: Bacaan Sholat Lengkap dari Niat sampai Salam: Arab, Latin, dan Artinya

Solusi Agar Shalat Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qayyim bahwa jika shalat tidak mampu menahan dari maksiat, berarti ada cacat di dalamnya. Maka agar shalat dapat mencegah dari maksiat atau perbuatan keji dan mungkar, maka seseorang harus memperbaiki shalatnya.

Shalat yang berkualitas adalah shalat yang dilaksanakan secara khusyuk. Berikut ini beberapa cara agar bisa melaksanakan shalat dengan khusyuk sehingga dampak dari shalat dapat dirasakan, yaitu tercegahnya seseorang dari perbuatan keji dan mungkar.

1. Menyempurnakan wudhu. Wudhu sebagai syarat sah shalat juga harus diperhatikan. Wudhu yang sempurna juga akan meningkatkan kualitas shalat.

2. Menghadirkan hati dalam shalat. Ibnu Katsir mengatakan bahwa shalat dapat dilakukan dengan khusyuk apabila seseorang dapat mengkonsentrasikan hatinya untuk shalat dan tidak disibukkan oleh urusan lainnya.

3. Meyakini bahwa shalat adalah sarana komunikasi dengan Allah SWT. Dengan keyakinan tersebut, maka seseorang tidak akan main-main dengan shalatnya.

Baca juga: Tata Cara Wudhu Lengkap dengan Niat, Doa, dan Keutamaannya

4. Ikhlas dalam melaksanakan shalat. Dengan keikhlasan ini, seseorang akan melakukan shalat dengan sepenuh hati, bukan paksanaan maupun rutinitas harian. Ia menghadirkan seluruh jiwa dan raganya untuk melaksanakan shalat.

5. Memahami apa yang dibaca dalam shalat. Dengan memahami bacaan dan gerakan shalat, seseorang sadar sepenuhnya apa yang dilakukan dan bisa memaknainya dengan baik.

6. Shalat dengan tuma’ninah (tenang). Tuma’ninah adalah menyempurnakan setiap gerakan shalat dan tidak tergesa-gesa. Para ulama menyebut tuma'ninah termasuk dalam rukun shalat. Dengan tuma'ninah, shalat bisa dilaksanakan dengan lebih khusyu'.

Demikian pembahasan mengapa ada orang yang shalat tapi masih melakukan maksiat serta solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar