Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hasad dalam Islam: Penyebab, Dampak, dan Cara Menghindari Sifat Dengki

Kompas.com, 11 Desember 2025, 07:38 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Hasad atau dengki adalah perasaan tidak senang terhadap kenikmatan atau keberuntungan yang dimiliki orang lain, disertai dengan keinginan agar kenikmatan tersebut hilang atau berpindah kepada dirinya.

Dalam Islam, hasad adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Hasad tidak hanya menginginkan hilangnya kenikmatan orang lain, tetapi juga berharap agar kenikmatan tersebut berpindah kepada dirinya.

Dalam buku Panduan Muslim Sesuai Alquran dan Assunnah karya Dr Abu Zakariya Sutrisno tertulis, hasad sangat diharamkan karena pada hakekatnya hasad adalah bentuk tidak ridha dengan keutamaan yang Allah bagikan atas makhluk-Nya.

Baca juga: Bacaan Doa agar Terhindar dari Sifat Hasad Lengkap dengan Artinya

Seperti dalam Alquran Surat An Nisa ayat 54:

اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ عَلٰى مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۚ فَقَدْ اٰتَيْنَآ اٰلَ اِبْرٰهِيْمَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاٰتَيْنٰهُمْ مُّلْكًا عَظِيْمًا ۝٥٤

am yaḫsudûnan-nâsa ‘alâ mâ âtâhumullâhu min fadllih, fa qad âtainâ âla ibrâhîmal-kitâba wal-ḫikmata wa âtainâhum mulkan ‘adhîmâ

Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah menganugerahkan kerajaan (kekuasaan) yang sangat besar kepada mereka.

Allah juga memerintahkan untuk berlindung dari orang-orang yang hasad. Allah berfirman dalam QS Al Falaq ayat 5.

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَࣖ ۝٥
wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Rasulullah SAW memperingatkan bahaya sifat hasad (dengki) dalam hadis riwayat Abu Dawud, bersabda:

"Jauhilah oleh kalian sifat hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar".

Sifat hasad ini sangat berbahaya karena dapat merusak hubungan antar sesama dan menghancurkan amal baik seseorang.

Baca juga: Bahaya Sifat Hasad dalam Islam dan Cara Mengatasinya

Apa Penyebab Hasad?

Dilansir dari laman UIN Alauddin, hasad sering kali dipicu oleh beberapa faktor internal maupun eksternal. Berikut adalah beberapa penyebab umum timbulnya perasaan dengki dalam diri seseorang:

Kurangnya Rasa Syukur

Ketidakmampuan untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah bisa memunculkan perasaan hasad. Ketika seseorang tidak puas dengan apa yang dimilikinya, ia akan cenderung merasa iri terhadap orang lain yang memiliki lebih banyak.

Lemahnya Keimanan

Keimanan yang lemah menyebabkan seseorang sulit menerima ketentuan Allah. Hasad muncul karena ketidakmampuan untuk menerima takdir dan berkah yang diberikan kepada orang lain, sehingga merasa iri dan menginginkan hal yang sama.

Keinginan untuk Mendapatkan Pengakuan

Keinginan untuk diakui dan dihargai lebih dari orang lain dapat mendorong seseorang untuk merasa iri terhadap mereka yang mendapatkan perhatian atau prestasi lebih besar. Rasa tidak puas terhadap diri sendiri menjadi penyebab utama dari sifat hasad.

Penyakit Hati

Hasad adalah penyakit hati yang sangat merusak. Ketika hati dipenuhi dengan perasaan tidak senang terhadap keberuntungan orang lain, hal ini bisa menurunkan kualitas ibadah dan kehidupan sosial seseorang. Penyakit hati seperti ini perlu segera diatasi agar tidak menurunkan ketenangan jiwa dan hubungan antar sesama.

Baca juga: Kisah Seorang Masuk Surga Karena Tidak Punya Rasa Hasad dan Dendam

Bagaimana Cara Menghindari Hasad?

Hasad dapat dihindari dengan memperkuat iman, menjaga hati, dan meningkatkan hubungan baik dengan sesama. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu menghindari sifat hasad:

Memperkuat Iman dan Takwa

Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah adalah langkah pertama untuk menghindari perasaan hasad. Dengan iman yang kuat, seseorang akan lebih mudah menerima takdir Allah dan tidak merasa iri terhadap orang lain.

Selalu Bersyukur

Bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah adalah cara terbaik untuk menghindari perasaan hasad. Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur'an bahwa dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita.

Fokus pada Diri Sendiri

Alihkan perhatian dari kehidupan orang lain dan fokus pada perbaikan diri sendiri. Dengan memiliki tujuan hidup yang jelas dan fokus pada pencapaian pribadi, kita akan lebih puas dengan apa yang kita miliki dan mengurangi perasaan iri.

Berdoa untuk Kebaikan Orang Lain

Mengucapkan doa untuk kebaikan orang lain adalah cara yang sangat efektif untuk menghindari hasad. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk senantiasa mendoakan kebaikan bagi orang lain sebagai bentuk kasih sayang dan empati, serta untuk menghindari perasaan iri.

Meningkatkan Silaturahmi dan Empati

Dengan menjaga hubungan baik dan mempererat silaturahmi, kita dapat mengurangi perasaan dengki. Mengembangkan rasa empati dan memahami perjuangan orang lain membantu kita untuk lebih menerima kenyataan dan bersyukur atas apa yang kita miliki.

Kesimpulan

Hasad adalah penyakit hati yang dapat merusak hubungan antar sesama dan menghilangkan amal kebaikan. Menghindari hasad membutuhkan usaha untuk memperkuat iman, selalu bersyukur, dan menjaga hubungan baik dengan orang lain. Dengan berdoa untuk kebaikan orang lain dan meningkatkan empati, kita bisa mencegah hasad dan menjaga kedamaian dalam hati serta hubungan sosial.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar