Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kandungan Surat Al Lahab: Kutukan Abadi Penentang Nabi

Kompas.com, 13 Januari 2026, 14:25 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Surat Al Lahab menempati urutan ke-111 dalam Al Quran. Surat ini tergolong surat Makkiyah yang terdiri dari 5 ayat. Al Lahab memiliki arti api yang bergejolak dan merujuk juga pada nama Paman Nabi Muhammad SAW, Abu Lahab.

Surat Al Lahab berisi tentang kisah Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil. Keduanya adalah pasangan penentang dakwah Nabi Muhammad SAW. Perilaku tersebut membuat keduanya dilaknat Allah SWT dalam Al Quran.

Baca juga: Surat Al Kautsar: Bacaan, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Bacaan Surat Al Lahab Lengkap dengan Artinya

1. تَبَّتْ يَدَاِ أَبِيْ لَهَبٍ وَتَبَّ

Latin: Tabbat yadaa abii lahabiw wa tabb.

Artinya: Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.

2. مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ

Latin: Maa aghnaa 'anhu maaluhuu wa maa kasab.

Artinya: Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

3. سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Latin: Sayashlaa naaran dzaata lahab.

Artinya: Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka).

4. وَامْرَأَتُهُ حَمَّلَةَ الْحَطَبِ

Latin: Wamra'atuhuu, hammaalatal hathab.

Artinya: (Begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

5. فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

Latin: Fii jiidihaa hablum mim masad.

Artinya: Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Baca juga: Surat Al Kafirun: Bacaan, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Asbabun Nuzul Surat Al Lahab

Surat Al Lahab turun ketika Nabi Muhammad mengumpulkan keluarga besar Bani Hasyim. Tujuannya untuk menyampaikan risalah Islam kepada keluarga besarnya. Namun apa yang dilakukan Nabi mendapat tentangan keras dari pamannya, Abdul Uzza atau yang lebih dikenal dengan Abu Lahab.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW naik ke bukit Shafa, mengumpulkan orang-orang Quraisy dari Bani Hasyim lalu menyeru mereka.

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَخْبَرْتُكُمْ أَنَّ الْعَدُوَّ يُصَبِّحُكُمْ أَوْ يُمَسِّيكُمْ أَمَا كُنْتُمْ تُصَدِّقُونِى

“Bagaimana pendapat kalian jika aku sampaikan kepada kalian bahwa musuh akan menyerang di pagi hari atau petang hari, apakah kalian percaya?”

Mereka menjawab, “kami percaya.”

Keluarga besar tahu bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah berbohong. Bahkan Beliau mendapat julukan Al Amin atau orang yang dapat dipercaya.

Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah SAW mengatakan,

فَإِنِّى نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَىْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

“Maka sesungguhnya aku memperingatkan kepada kalian akan datangnya adzab yang keras.”

Belum selesai berkata, tiba-tiba Abu Lahab menyela, “tabbal laka alihaadzaa (Celakalah kamu, karena inikah engkau mengumpulkan kami?)”

Setelah itu turunlah surat Al Lahab untuk membalas apa yang diucapkan Abu Lahab.

Baca juga: Surat At Takatsur: Bacaan, Arti, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Kandungan Surat Al Lahab

Kandungan surat Al Lahab berisi kutukan abadi kepada dua manusia paling celaka di dunia. Mereka adalah Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil. Keduanya sangat menentang dakwah Nabi Muhammad SAW sejak awal.

Surat ini dimulai dengan kutukan bahwa Abu Lahab akan binasa karena perbuatannya. Abu Lahab adalah orang paling menyakiti Rasulullah SAW, sangat membenci, meremehkan, dan memojokkan beliau dan ajaran yang dibawanya.

Seluruh harta benda yang susah payah dikumpulkan Abu Lahab di dunia tidak mampu menyelamatkannya dari kebinasaan di dunia dan siksaan di neraka. Tak hanya Abu Lahab, istrinya yang menjadi tukang fitnah juga mendapat kebinasaan yang sama.

Pasangan suami istri ini akan dibelenggu di neraka dan mendapatkan siksa tiada tara. Keduanya tidak mampu keluar dari neraka.

Pelajaran Berharga dari Surat Al Lahab

Pelajaran berharga dari surat Al Lahab adalah:

1. Para penentang dakwah Islam akan menjadi manusia celaka dan mendapat laknat dari Allah SWT.

2. Kekayaan dan harta benda yang dikumpulkan di dunia tidak berharga dan tidak bisa menyelamatkan dari siksa neraka, kecuali untuk sedekah dan kebaikan lainnya.

3. Keimanan dan ketakwaan adalah kunci mendapat rahmat Allah SWT sehingga dimasukkan ke dalam surga.

4. Setiap tindakan keburukan pasti akan mendapatkan balasannya.

Baca juga: Surat Al Humazah: Bacaan, Azbabun Nuzul, Dan Tafsirnya

Penutup

Surat Al Lahab adalah pengingat bagi manusia tentang bagaimana nasib orang yang menentang dakwah Islam. Mereka akan mendapat celaka dan kemurkaan Allah SWT di dunia dan akhirat.

Kekayaan dan harta benda yang dikumpulkan susah payah tidak ada harganya selama tidak ada keimanan dalam hati. Ia akan berakhir sia-sia sebagai barang yang ditinggal di dunia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar