Editor
KOMPAS.com-Isra Miraj menjadi salah satu peristiwa agung dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa ini bukan hanya menunjukkan kebesaran Allah SWT, tetapi juga membawa pesan penting tentang kekuatan iman, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta kewajiban shalat lima waktu.
Melalui peringatan Isra Miraj, umat Islam diajak kembali merenungkan makna pertolongan Allah yang selalu hadir di balik kesulitan, sekaligus memperkuat ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat: Jadikan Momen Isra Miraj untuk Memperbaiki Kualitas Shalat
Berangkat dari hikmah besar tersebut, marilah kita simak khutbah Jumat dari KH Amin Munawar, Ketua I MUI Kota Tangerang, yang dilansir di laman MUI
Khutbah Jumat: Isra Miraj, Perjalanan Anugerah Penuh Hikmah
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا سُبُلَ السَّلَامِ وَأَفْهَمَناَ بِشَرِيْعَةِ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ ذُوالْجَلَالِ وَالْاِ كْرَامِ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الَلّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّ يْنِ
أَمَّا بَعْدُ : فَيٰٓاَيُّهَا الْإِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَي اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Pada Jumat yang penuh keberkahan ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT.
Allah masih melimpahkan rahmat, hidayah, dan pertolongan-Nya kepada kita.
Karena itu, kita dapat menunaikan rangkaian ibadah shalat Jumat di masjid ini dalam keadaan sehat wal’afiat.
Rasa syukur itu hendaknya kita wujudkan dengan terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
Takwa yang sebenar-benarnya dapat kita jalankan dengan cara imtitsalu awamirillah wajtinabu nawahihi, yakni melaksanakan segala perintah Allah SWT dan bersungguh-sungguh menjauhi semua larangan-Nya.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Khutbah Jumat Isra Miraj: Meneladani Hikmah Isra Miraj dalam Kehidupan Sehari-hari
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib mengajak diri khatib sendiri, keluarga, serta seluruh jamaah yang hadir, untuk terus berupaya meneguhkan keimanan dan ketakwaan.
Sebab, takwa adalah bekal utama yang akan mengantarkan keselamatan di dunia dengan karunia Allah, dan keselamatan di akhirat dengan rahmat-Nya.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT...
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’anul Karim:
قاَلَ تَعَالٰى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Waktu terus berjalan dari detik ke menit, dari menit ke jam, dari jam ke hari, hingga akhirnya kita kembali memasuki bulan Rajab.
Bulan ini sering diperingati di berbagai tempat, baik di kampung, desa, maupun kota.
Hal itu terjadi karena Rajab menyimpan sebuah peristiwa agung, yaitu Isra Miraj, salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Isra Miraj bukan hanya peristiwa menakjubkan yang patut dikagumi.
Baca juga: Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Waktu Semakin Cepat, Persiapkan Bekal untuk Akhirat
Peristiwa ini juga harus dipahami dari sisi latar belakangnya, agar kita mengetahui tujuan besar di baliknya serta hikmah yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan.
Peristiwa Isra Miraj terjadi sebelum Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.
Peristiwa itu berlangsung setelah sepuluh tahun masa kenabian, yakni ketika Nabi Muhammad SAW telah menjalankan dakwah selama sepuluh tahun.
Pada masa tersebut, Rasulullah SAW menghadapi kesedihan yang sangat mendalam.
Tahun itu dikenal sebagai tahun duka cita atau “Amul Hazni”.
Kesedihan Rasulullah SAW terjadi karena beliau kehilangan sosok yang sangat dekat dan sangat melindungi perjuangan dakwahnya.
Abu Thalib, paman beliau, wafat pada tahun itu.
Abu Thalib adalah sosok yang disegani, dihormati, bahkan ditakuti oleh kaum kafir Quraisy, serta berdiri teguh membela Rasulullah SAW.
Belum hilang kesedihan tersebut, Rasulullah SAW kembali diuji dengan wafatnya istri tercinta, Sayyidatina Khadijah radhiyallahu ‘anha.
Khadijah adalah pendamping utama yang menjadi penguat langkah dakwah Rasulullah SAW.
Kehilangan dua sosok besar dalam waktu yang berdekatan menjadi ujian yang sangat berat bagi beliau.
Dalam keadaan seperti itulah Isra Miraj menjadi anugerah dari Allah SWT bagi Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa itu menjadi penghibur dan penguat, sekaligus membawa harapan besar untuk melanjutkan perjuangan dakwah di masa berikutnya.
Setelah itu, tekanan dan kekerasan dari kaum Quraisy terhadap dakwah Rasulullah SAW semakin berat.
Rasulullah SAW pun menyampaikan keluh kesahnya kepada Allah SWT dalam doa sebagaimana diriwayatkan Imam Thabrani dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir, Jilid 14, Halaman 139:
إِلَيْكَ أَشْكُوْ ضَعْفَ قُوَّتِيْ وَقِلَّةَ حِيْلَتِيْ، وَهَوَانٌ عَلَى النَّاسِ
Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, Kekurangan daya upayaku di hadapan manusia."
Dari sini, kita dapat memahami bahwa Isra Miraj merupakan bentuk kasih sayang dan pertolongan Allah SWT.
Allah memberikan kekuatan baru kepada Rasulullah SAW agar tetap teguh di jalan dakwah.
Allah SWT juga menegaskan bahwa para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW pun mengalami pendustaan dan penganiayaan.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-An’am ayat 34:
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُوْذُوْا حَتّٰٓى اَتٰىهُمْ نَصْرُنَا ۚوَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚوَلَقَدْ جَاۤءَكَ مِنْ نَّبَإِ۟ى الْمُرْسَلِيْنَ
Artinya: "Sungguh rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, lalu mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat Allah. Sungguh, telah datang kepadamu sebagian berita rasul-rasul itu."
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah...
Hikmah penting dari Isra Miraj adalah keyakinan bahwa setiap ujian dan kesulitan akan diganti Allah dengan kemudahan dan pertolongan.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Syarh ayat 5 dan 6:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً (٦)
Artinya: "Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan."
Ayat ini menguatkan iman kita bahwa Allah SWT tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman.
Ketika seorang mukmin dizalimi dan disakiti oleh manusia, maka pertolongan Allah akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Hal ini tampak dalam perjalanan Rasulullah SAW ketika beliau mengalami tekanan di Makkah.
Beliau lalu mencari pertolongan ke Thaif, namun justru ditolak dan mendapat perlawanan.
Saat Rasulullah SAW hendak kembali ke Makkah, penduduknya pun terus menghalangi kehadiran beliau.
Namun, Allah SWT menolong Rasulullah SAW dengan cara yang luar biasa.
Allah mengangkat beliau ke langit sebagai bentuk pertolongan, penguatan, dan penyemangat agar beliau tetap melanjutkan perjuangan dakwah.
Hal ini sesuai dengan substansi sabda Nabi yang diriwayatkan Imam Bazzar dalam kitab al-Musnad, Jilid 15, Halaman 327:
إِنَّ الْمَعُوْنَةَ تَأْتِيْ مِنَ اللّٰهِ عَلَى قَدْرِ الْمَؤُوْنَةِ وَإِنَّ الصَّبْرَ يَأْتِيْ مِنَ اللّٰهِ عَلَى قَدْرِ الْبَلَاءِ
Artinya: "Sesungguhnya pertolongan datang dari Allah sesuai kadar kesulitan yang jalani dan kesabaran datang dari Allah sesuai kadar ujian yang dihadapi."
Semoga kita mampu mengamalkan pelajaran besar dari Isra Miraj dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap kesulitan dan ujian yang datang hendaknya kita hadapi dengan iman, sabar, dan keyakinan penuh kepada pertolongan Allah SWT.
Insya Allah, Allah akan menggantinya dengan anugerah dan jalan keluar yang indah, baik di dunia maupun di akhirat. Amin ya Rabbal Alamin.
Demikian khutbah Jumat tentang ketakwaan serta manfaat besar yang akan diperoleh orang-orang yang bertakwa.
Semoga khutbah ini membawa keberkahan, menambah kebaikan, dan menjadikan kita semua hamba yang istiqamah dalam menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Amin ya Rabbal Alamin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
You have not enough Humanizer words left. Upgrade your Surfer plan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang