Penulis
KOMPAS.com - Titik akhir perjalanan Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj adalah Sidratul Muntaha. Di tempat inilah Rasulullah SAW berdialog dengan Allah SWT untuk menerima perintah sholat.
Banyak yang menerima keberadaan Sidratul Muntaha tanpa mengetahui apa atau seperti apa Sidratul Muntaha itu sebenarnya. Namun bagi yang penasaran tentang sidratul mutaha, berikut ini pembahasan Sidratul Muntaha menurut Al Quran dan Sunnah serta penafsiran para ulama.
Baca juga: Sidratul Muntaha, Titik Tertinggi Perjalanan Nabi Muhammad
Sidratul Muntaha berasal dari kata Sidr atau Sidrah dan Muntaha. Sidr atau Sidrah artinya pohon bidara, sedangkan muntaha artinya paling tinggi atau batas akhir.
Sidratul Muntaha berarti pohon bidara sebagai tempat paling tinggi atau batas akhir yang bisa dijangkau makhluk Allah SWT.
Pohon bidara dalam hal ini bukanlah pohon bidara yang berduri seperti yang sering ditemui. Pohon bidara ini tidak berduri sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran.
وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ
Artinya: “Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. Yaitu (mereka) yang berada di antara pohon bidara (Sidr) yang tak berduri” (Q.S Al Waqiah: 27-28).
Ayat Al Quran yang menjelaskan tentang Sidratul Muntaha terdapat dalam surat An Najm ayat 13-18.
وَلَقَدْ رَآهُ نزلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (17) لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (18)
Artinya: "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar".
Baca juga: Makna Pengangkatan Nabi Idris AS dalam Peristiwa Isra Mi’raj
Sementara dalam hadits Rasulullah SAW dijelaskan:
لَمَّا عُرِجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ رُفِعْتُ إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، فَرَأَيْتُ عِنْدَهَا نُورًا عَظِيمًا، وَإِذَا وَرَقُهَا مِثْلُ آذَانِ الْفُيُولِ، وَإِذَا نَبْقُهَا مِثْلُ قِلَالِ هَجَرَ
Artinya: “Ketika dimi’rajkan ke langit, aku dinaikkan ke Sidratul Muntaha. Kemudian, aku melihat cahaya yang agung. Daun-daun Sidratul Muntaha itu seperti kuping-kuping gajah dan buah-buahnya seperti kendi besar" (H.R. Ahmad).
Dari dua dalil di atas, Sidratul Muntaha adalah pohon yang daun-daunnya besar seperti kuping gajah dan buahnya seperti kendi besar. Di dekat Sidratul Muntaha adalah surga tempat tinggal para syuhada.
Beberapa ulama menjelaskan tentang Sidratul Muntaha, berikut beberapa diantaranya:
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut Sidratul Muntaha sebagai batas tertinggi langit dan tempat terdekat dengan ‘Arsy Allah. Hanya Rasulullah SAW yang diperbolehkan melihatnya secara langsung dalam Isra Mi’raj.
Daunnya disebutkan menjadi batas penglihatan makhluk, makhluk tidak bisa melewatinya kecuali atas izin Allah.
Imam Al Qurtubi menyebut Sidratul Muntaha sebagai pohon agung di tepi Surga, yang merupakan tanda kemuliaan dan keagungan Allah. Pohon ini tidak seperti pohon biasa, tetapi simbol ketinggian spiritual dan kekuasaan Allah.
Ibnu Abbas menganggap pohon ini sebagai simbol tertinggi kemuliaan dan batas perjalanan spiritual makhluk.
Baca juga: Ayat-ayat Al Quran Tentang Peristiwa Isra Miraj Lengkap dengan Artinya
Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon bidara yang terletak di langit tertinggi. Pohon ini mempunyai daun-daun yang besar seperti telinga gajah dan buahnya seperti kendi-kendi besar.
Sidratul Muntaha menjadi tempat terakhir yang dapat dijangkau makhluk Allah SWT. Itupun hanya Rasulullah SAW yang dapat menjangkaunya. Tidak ada yang bisa melampaui setelahnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang