Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seperti Apa Sidratul Muntaha? Simak Penjelasan Para Ulama

Kompas.com, 16 Januari 2026, 10:35 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Titik akhir perjalanan Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj adalah Sidratul Muntaha. Di tempat inilah Rasulullah SAW berdialog dengan Allah SWT untuk menerima perintah sholat.

Banyak yang menerima keberadaan Sidratul Muntaha tanpa mengetahui apa atau seperti apa Sidratul Muntaha itu sebenarnya. Namun bagi yang penasaran tentang sidratul mutaha, berikut ini pembahasan Sidratul Muntaha menurut Al Quran dan Sunnah serta penafsiran para ulama.

Baca juga: Sidratul Muntaha, Titik Tertinggi Perjalanan Nabi Muhammad

Pengertian Sidratul Muntaha

Sidratul Muntaha berasal dari kata Sidr atau Sidrah dan Muntaha. Sidr atau Sidrah artinya pohon bidara, sedangkan muntaha artinya paling tinggi atau batas akhir.

Sidratul Muntaha berarti pohon bidara sebagai tempat paling tinggi atau batas akhir yang bisa dijangkau makhluk Allah SWT.

Pohon bidara dalam hal ini bukanlah pohon bidara yang berduri seperti yang sering ditemui. Pohon bidara ini tidak berduri sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran.

وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ

Artinya: “Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. Yaitu (mereka) yang berada di antara pohon bidara (Sidr) yang tak berduri” (Q.S Al Waqiah: 27-28).

Gambaran Sidratul Muntaha dalam Al Quran dan Hadits

Ayat Al Quran yang menjelaskan tentang Sidratul Muntaha terdapat dalam surat An Najm ayat 13-18.

وَلَقَدْ رَآهُ نزلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (17) لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (18)

Artinya: "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar".

Baca juga: Makna Pengangkatan Nabi Idris AS dalam Peristiwa Isra Mi’raj

Sementara dalam hadits Rasulullah SAW dijelaskan:

لَمَّا عُرِجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ رُفِعْتُ إِلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، فَرَأَيْتُ عِنْدَهَا نُورًا عَظِيمًا، وَإِذَا وَرَقُهَا مِثْلُ آذَانِ الْفُيُولِ، وَإِذَا نَبْقُهَا مِثْلُ قِلَالِ هَجَرَ

Artinya: “Ketika dimi’rajkan ke langit, aku dinaikkan ke Sidratul Muntaha. Kemudian, aku melihat cahaya yang agung. Daun-daun Sidratul Muntaha itu seperti kuping-kuping gajah dan buah-buahnya seperti kendi besar" (H.R. Ahmad).

Dari dua dalil di atas, Sidratul Muntaha adalah pohon yang daun-daunnya besar seperti kuping gajah dan buahnya seperti kendi besar. Di dekat Sidratul Muntaha adalah surga tempat tinggal para syuhada.

Pendapat Para Ulama tentang Sidratul Muntaha

Beberapa ulama menjelaskan tentang Sidratul Muntaha, berikut beberapa diantaranya:

1. Ibnu Katsir

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut Sidratul Muntaha sebagai batas tertinggi langit dan tempat terdekat dengan ‘Arsy Allah. Hanya Rasulullah SAW yang diperbolehkan melihatnya secara langsung dalam Isra Mi’raj.

Daunnya disebutkan menjadi batas penglihatan makhluk, makhluk tidak bisa melewatinya kecuali atas izin Allah.

2. Al Qurtubi

Imam Al Qurtubi menyebut Sidratul Muntaha sebagai pohon agung di tepi Surga, yang merupakan tanda kemuliaan dan keagungan Allah. Pohon ini tidak seperti pohon biasa, tetapi simbol ketinggian spiritual dan kekuasaan Allah.

3. Ibnu Abbas

Ibnu Abbas menganggap pohon ini sebagai simbol tertinggi kemuliaan dan batas perjalanan spiritual makhluk.

Baca juga: Ayat-ayat Al Quran Tentang Peristiwa Isra Miraj Lengkap dengan Artinya

Kesimpulan

Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon bidara yang terletak di langit tertinggi. Pohon ini mempunyai daun-daun yang besar seperti telinga gajah dan buahnya seperti kendi-kendi besar.

Sidratul Muntaha menjadi tempat terakhir yang dapat dijangkau makhluk Allah SWT. Itupun hanya Rasulullah SAW yang dapat menjangkaunya. Tidak ada yang bisa melampaui setelahnya. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 16 Januari 2026 tentang Isra Miraj: Perjalanan Penuh Hikmah dan Perintah Shalat
Khutbah Jumat 16 Januari 2026 tentang Isra Miraj: Perjalanan Penuh Hikmah dan Perintah Shalat
Doa dan Niat
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Mulai Dibuka Akhir Januari, Catat Jadwal War Pertamanya!
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Mulai Dibuka Akhir Januari, Catat Jadwal War Pertamanya!
Aktual
Seperti Apa Sidratul Muntaha? Simak Penjelasan Para Ulama
Seperti Apa Sidratul Muntaha? Simak Penjelasan Para Ulama
Doa dan Niat
Makna Isra Miraj bagi Dedi Mulyadi: Kesunyian, Keikhlasan, dan Introspeksi Seorang Pemimpin
Makna Isra Miraj bagi Dedi Mulyadi: Kesunyian, Keikhlasan, dan Introspeksi Seorang Pemimpin
Aktual
20 Ucapan Isra Miraj 2026 Penuh Makna untuk Status WhatsApp
20 Ucapan Isra Miraj 2026 Penuh Makna untuk Status WhatsApp
Aktual
Cerita Dahnil soal Jamaah Haji Asal Lampung, Jual Rumah dan Hidup Menumpang demi Berhaji
Cerita Dahnil soal Jamaah Haji Asal Lampung, Jual Rumah dan Hidup Menumpang demi Berhaji
Aktual
Isra Miraj 2026 Hari Ini: Makna, Sejarah, dan Hikmah Peristiwa Agung Nabi Muhammad SAW
Isra Miraj 2026 Hari Ini: Makna, Sejarah, dan Hikmah Peristiwa Agung Nabi Muhammad SAW
Aktual
Masjid Al Jabbar: Dari Ikon Kebanggaan Jadi Beban Anggaran Jabar
Masjid Al Jabbar: Dari Ikon Kebanggaan Jadi Beban Anggaran Jabar
Aktual
Keuangan Syariah Melaju Kencang, Pangsa Pasar Tembus 30 Persen dan Lampaui Pertumbuhan Nasional
Keuangan Syariah Melaju Kencang, Pangsa Pasar Tembus 30 Persen dan Lampaui Pertumbuhan Nasional
Aktual
Makna Pengangkatan Nabi Idris AS dalam Peristiwa Isra Mi’raj
Makna Pengangkatan Nabi Idris AS dalam Peristiwa Isra Mi’raj
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Singkat: Jadikan Momen Isra Miraj untuk Memperbaiki Kualitas Shalat
Khutbah Jumat Singkat: Jadikan Momen Isra Miraj untuk Memperbaiki Kualitas Shalat
Aktual
35 Ucapan Isra Mi’raj 2026 Paling Menyentuh, Penuh Doa dan Makna
35 Ucapan Isra Mi’raj 2026 Paling Menyentuh, Penuh Doa dan Makna
Aktual
Wamenhaj Dahnil Yakin Presiden Prabowo Gembira jika Lihat Semangat Petugas Haji 2026
Wamenhaj Dahnil Yakin Presiden Prabowo Gembira jika Lihat Semangat Petugas Haji 2026
Aktual
Menag: Salat Ajarkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan, Ini Makna Isra Mikraj
Menag: Salat Ajarkan Kepedulian Sosial dan Lingkungan, Ini Makna Isra Mikraj
Aktual
Tanda-Tanda Amalan Diterima Allah, Apa yang Bisa Dirasakan?
Tanda-Tanda Amalan Diterima Allah, Apa yang Bisa Dirasakan?
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com