Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tragedi Kesalehan Semu: Tiga Sosok yang Pertama Dilempar ke Neraka

Kompas.com, 18 Januari 2026, 07:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Jika ditanya, siapa kira-kira orang yang pertama kali akan dilemparkan ke dalam neraka?

Mungkin jawaban kita akan tertuju pada pembunuh keji, pezina, atau Firaun. Namun, sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA memberikan jawaban yang mengejutkan dan menjadi tamparan keras bagi kita semua.

Kisah yang dinukil dalam kitab Tanbihul Ghafilin ini menceritakan tentang tiga golongan manusia yang dihisab pertama kali, namun berakhir tragis di neraka.

Mereka bukanlah orang-orang yang dikenal sebagai pendosa, melainkan para ahli ibadah di mata manusia.

Baca juga: Doa agar Terhindar dari Api Neraka dan Cara Mengamalkannya

Golongan Pertama: Penghapal Alquran dengan Niat yang Salah

Orang pertama yang dipanggil adalah seorang yang telah menguasai Alquran. Allah SWT bertanya kepadanya, "Bukankah Aku telah mengajarkanmu apa yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku?"

Ia menjawab, "Benar, wahai Rabb." Allah bertanya lagi, "Lalu apa yang kau amalkan dengan ilmumu?"

Ia dengan percaya diri menjawab, "Aku membacanya (shalat dengannya) di waktu malam dan siang."

Namun, Allah Yang Maha Mengetahui isi hati berkata, "Engkau Berdusta!" Para malaikat pun serempak berkata, "Engkau Berdusta!"

Allah melanjutkan, "Engkau melakukan itu agar disebut sebagai seorang Qari' (pembaca Al-Quran yang hebat), dan julukan itu telah engkau dapatkan." Maka, ia pun diseret dan dilemparkan ke dalam neraka.

Baca juga: 7 Nama Neraka dalam Al Quran Lengkap dengan Dalilnya

Golongan Kedua: Sang Dermawan

Selanjutnya, dipanggillah seorang yang kaya raya. Allah bertanya tentang harta yang telah dianugerahkan kepadanya.

Ia menjawab, "Aku tidak meninggalkan satu jalan pun yang Engkau cintai untuk berinfak kecuali aku berinfak di sana."

Lagi-lagi, jawaban yang terdengar mulia itu dimentahkan. Allah berkata, "Engkau Berdusta!" Para malaikat pun berkata, "Engkau Berdusta!"

Allah berfirman, "Engkau melakukan itu agar disebut sebagai seorang dermawan dan julukan itu telah engkau dapatkan." Nasibnya pun sama, diseret dan dicampakkan ke dalam api neraka.

Golongan Ketiga: Sang Pejuang (Syuhada)

Terakhir, didatangkan seorang yang terbunuh di medan perang. Allah bertanya, "Untuk apa engkau terbunuh?" Ia menjawab, "Aku berperang di jalan-Mu hingga aku terbunuh."

Untuk ketiga kalinya, Allah membongkar niat yang tersembunyi. "Engkau Berdusta!" seru Allah dan para malaikat. "Engkau berperang agar disebut sebagai seorang pemberani, dan julukan itu telah engkau dapatkan." Ia pun menyusul dua orang sebelumnya ke dalam neraka.

Rasulullah SAW kemudian menepuk paha Abu Hurairah dan bersabda, "Wahai Abu Hurairah, mereka bertiga adalah makhluk Allah yang pertama kali akan membuat api neraka menyala-nyala di hari kiamat."

Baca juga: Perkara yang Dianggap Sepele Namun Menyebabkan Seseorang Masuk Neraka

Hikmah yang Dapat Diambil

Kisah ini adalah pengingat yang sangat kuat. Betapa amalan-amalan besar dan mulia di mata manusia membaca Alquran, bersedekah, bahkan jihad bisa menjadi tak bernilai sama sekali jika niatnya bengkok.

  • Pujian Manusia itu Fana: Sanjungan, 'likes', dan kekaguman orang lain adalah fatamorgana. Ia hilang seiring berjalannya waktu dan tidak akan menolong kita sedikit pun di akhirat.
  • Allah Maha Tahu Isi Hati: Kita bisa menipu seluruh dunia dengan citra salehah, namun kita tidak akan pernah bisa menipu Allah. Dia tahu persis apa yang tersembunyi di dalam dada.
  • Periksa Kembali Niat Kita: Sebelum, saat, dan sesudah beramal, mari terus bertanya pada diri sendiri: "Untuk siapa aku melakukan ini?"

Semoga Allah melindungi kita dari rusaknya niat dan menjadikan setiap amal kita murni hanya untuk mengharap ridho-Nya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar