Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Langkah Menuju Sholat Berkualitas, Bukan Sekadar Rutinitas

Kompas.com, 18 Januari 2026, 19:04 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Sholat adalah kewajiban utama bagi setiap muslim. Dalam kondisi apapun, sholat tidak boleh ditinggalkan. Banyak umat Islam yang sudah menjalankan sholat, namun sholatnya hanya sekedar rutinitas, hanya menggugurkan kewajiban dan tidak berkualitas.

Sholat yang tidak disertai dengan kesadaran dan kualitas yang baik seringkali hanya terasa kosong dan tidak memberikan efek spiritual bagi jiwa dan kehidupan. Padahal sholat adalah jaminan bagi manusia untuk selamat di akhirat.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa barangsiapa yang sholatnya baik, maka seluruh amalnya dianggap baik. Sebaliknya, bila sholatnya buruk maka seluruh amalannya akan dinilai buruk. Hal ini terjadi karena sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.  

Agar sholat bisa memberikan perubahan dalam kehidupan secara keseluruhan dan membawa selamat di akhirat, ada 6 langkah yang bisa dilakukan untuk menuju sholat yang berkualitas, bukan sekedar rutinitas.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Sunnah Rasulullah

1. Memperbaiki Wudhu

Wudhu adalah pintu masuk untuk sholat. Tanpa wudhu, sholat tidak sah dilaksanakan. Selain sebagai syarat sah sholat, wudhu juga menjadi fondasi kekhusyukan. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa membersihkan anggota wudhu harus diiringi dengan kesadaran membersihkan dosa dan kelalaian hati.

Wudhu yang dilakukan dengan tenang, sempurna, dan penuh kesadaran akan menyiapkan jiwa untuk menghadap Allah. Jangan meremehkan wudhu yang terburu-buru, karena ia akan berpengaruh langsung pada kualitas sholat.

2. Memperbaiki Gerakan dan Bacaan Sholat

Sholat yang baik adalah sholat yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menegur seseorang yang sholatnya tergesa-gesa dan bersabda:

“Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat.”

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menegaskan pentingnya thuma’ninah (tenang) dalam setiap gerakan sholat. Gerakan yang tergesa-gesa dapat menghilangkan kekhusyukan dan bahkan mengurangi kesempurnaan sholat.

Perbaikan bacaan sholat juga sangat penting. Bacaan adalah ruh dari gerakan. Ketika gerakan dan bacaan benar, maka sholat akan menjadi lebih sempurna dan berkualitas.

Baca juga: Peristiwa Isra Miraj Lengkap: Tahun Kesedihan hingga Perintah Sholat

3. Istiqamah Sholat di Awal Waktu

Sholat di awal waktu menjadi salah satu amalan yang dicintai Allah SWT. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam As-Sholah wa Hukmu Tarikiha menjelaskan bahwa sholat di awal waktu mencerminkan kesungguhan hati dalam memenuhi panggilan Allah, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Membiasakan sholat di awal waktu akan melatih disiplin, ketenangan jiwa, dan rasa dekat dengan Allah SWT.

4. Istiqamah Berjamaah di Masjid

Sholat berjamaah di masjid bagi laki-laki menjadi perintah yang ditekankan oleh Rasulullah SAW. Bahkan dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW hendak mendatangi rumah orang-orang yang tidak berjamaah di masjid dan akan membakar rumahnya. Ini merupakan peringatan keras bahwa sholat berjamaah bagi laki-laki sangat ditekankan.

Sholat berjamaah di masjid juha memiliki keutamaan pahala yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda:

“Sholat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dibanding sholat sendirian.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam Fathul Bari', Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa berjamaah di masjid juga berfungsi menjaga konsistensi sholat dan melindungi seseorang dari kemalasan dan godaan setan.

Lingkungan masjid yang kondusif juga akan membantu hati menjadi lebih khusyuk dalam sholat, sekaligus memperkuat ikatan ukhuwah sesama muslim.

Baca juga: Panduan Lengkap Sholat Sunnah Rawatib: Niat, Tata Cara, dan Jumlah Rakaatnya

5. Memahami dan Memaknai Bacaan Sholat

Salah satu penyebab sholat terasa hambar adalah tidak memahami makna bacaan sholat. Padahal, setiap bacaan adalah dialog langsung dengan Allah SWT.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa bacaan Al-Fatihah adalah inti komunikasi antara hamba dan Rabb-nya. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits qudsi:

“Aku membagi sholat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian…”
(HR. Muslim)

Dengan memahami arti bacaan seperti takbir, surat Al Fatihah, surat atau ayat dalam Al Quran, bacaan rukuk, sujud, dan tasyahud, sholat akan berubah dari rutinitas menjadi perjumpaan spiritual yang mendalam.

6. Berdoa Memohon Sholat Berkualitas

Kualitas sholat bukan semata datang dari ikhtiar manusia. Sejatinya semua itu merupakan taufik dari Allah SWT. Oleh karena itu, doa menjadi kunci utama agar sholat bisa berkualitas. Rasulullah SAW sendiri sering berdoa:

“Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.” (HR. Abu Dawud).

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami’ Al-Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa meminta pertolongan Allah adalah bentuk kerendahan hati seorang hamba agar ibadahnya diterima dan diperbaiki.

Baca juga: Niat Sholat Wajib 5 Waktu Sendiri dan Berjamaah: Arab, Latin, dan Arti

Penutup

Meningkatkan kualitas sholat adalah perjalanan seumur hidup. Ia dimulai dari wudhu, disempurnakan dengan gerakan dan bacaan, dijaga dengan istiqamah, dan dihidupkan dengan pemahaman serta doa.

Sebagaimana dikatakan oleh Imam Hasan Al-Bashri:

“Sholat yang khusyuk adalah sholat yang menundukkan hati sebelum menundukkan anggota tubuh.”

Semoga enam langkah ini menjadi wasilah bagi kita untuk menghadirkan sholat yang lebih khusyuk, tenang, dan dicintai Allah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar