Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tempat Mustajab Berdoa di Masjid Nabawi yang Perlu Diketahui

Kompas.com, 18 Januari 2026, 19:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Madinah Al-Munawwarah bukan sekadar kota tujuan ziarah, tetapi juga pusat spiritual yang sarat dengan sejarah kenabian.

Bagi jamaah haji dan umrah, beribadah di Madinah menghadirkan pengalaman batin yang mendalam karena banyak lokasi di sekitar Masjid Nabawi yang memiliki keutamaan khusus dalam Islam.

Para ulama menjelaskan bahwa beberapa titik di Madinah memiliki nilai keberkahan tinggi karena menjadi saksi langsung aktivitas Rasulullah SAW dalam beribadah, berdakwah, dan bermunajat kepada Allah SWT.

Baca juga: Arab Saudi Siapkan Relawan Medis di Masjidil Haram dan Nabawi

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa memperbanyak doa di tempat-tempat yang memiliki nilai historis kenabian merupakan bentuk meneladani sunnah dan memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Allah.

Oleh karena itu, jamaah dianjurkan memanfaatkan keberadaan di Madinah untuk berdoa dengan penuh kekhusyukan dan adab.

Raudhah, Taman Surga di Antara Mimbar dan Rumah Nabi

Raudhah menjadi lokasi paling masyhur sebagai tempat doa yang mustajab di Masjid Nabawi. Area ini terletak di antara mimbar Rasulullah SAW dan rumah beliau yang kini menjadi bagian dari kompleks makam.

Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga.”

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Raudhah disebut sebagai taman surga karena limpahan rahmat, ketenangan spiritual, serta besarnya pahala ibadah di tempat tersebut.

Oleh sebab itu, jamaah dianjurkan memperbanyak doa, shalat sunnah, dan istighfar selama berada di area Raudhah.

Baca juga: Doa Mustajab di Masjid Nabawi: Melangitkan Harapan di Kota Rasulullah

Mihrab Rasulullah SAW dan Jejak Kepemimpinan Ibadah

Mihrab Rasulullah SAW berada di bagian depan Masjid Nabawi dan menjadi tempat Nabi memimpin salat berjamaah.

Lokasi ini memiliki nilai spiritual tinggi karena menjadi pusat ibadah umat Islam pada masa awal Islam.

Dalam kitab Tarikh Al-Madinah karya Ibnu Syabbah, disebutkan bahwa para sahabat dan tabi’in sering berdiam diri di sekitar mihrab untuk memperbanyak dzikir dan doa.

Mereka meyakini bahwa tempat yang digunakan Rasulullah untuk bermunajat memiliki keberkahan tersendiri.

Jamaah masa kini kerap memanfaatkan area ini untuk berdoa dengan penuh kerendahan hati, memohon ampunan, petunjuk, serta keteguhan iman.

Bab As-Salam, Gerbang Masuk Ziarah Rasulullah SAW

Bab As-Salam merupakan salah satu pintu utama Masjid Nabawi yang dilewati jamaah ketika hendak berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Dalam tradisi Islam, pintu ini memiliki makna simbolis sebagai jalan menuju salam dan penghormatan kepada Nabi.

Dalam buku Fiqh Ziarah Nabawi karya Syekh Muhammad Alawi Al-Maliki dijelaskan bahwa jamaah dianjurkan membaca shalawat, salam, dan doa ketika memasuki area ini sebagai bentuk adab kepada Rasulullah SAW.

Momen melewati Bab As-Salam sering menjadi saat yang penuh haru bagi jamaah karena menghadirkan kedekatan batin dengan Nabi.

Baca juga: 9 Aturan Khusus bagi Jemaah Perempuan di Masjidil Haram dan Nabawi

Area Sekitar Makam Rasulullah SAW

Meski jamaah tidak dianjurkan berlama-lama tepat di depan makam, area sekitarnya tetap menjadi lokasi yang dipenuhi nuansa spiritual.

Banyak jamaah memilih duduk untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa di tempat yang masih berada dalam lingkungan Rawdah dan makam Nabi.

Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ menekankan pentingnya menjaga adab ketika berada di sekitar makam Rasulullah SAW, dengan memperbanyak doa dan shalawat tanpa berlebihan dalam sikap fisik.

Tujuannya adalah menjaga kemuliaan tempat sekaligus memperkuat rasa hormat kepada Rasulullah.

Baca juga: Muazin Masjid Nabawi Syekh Faisal Nauman Wafat, Mengabdi 25 Tahun Kumandangkan Azan

Masjid Quba, Simbol Awal Peradaban Islam

Sekitar lima kilometer dari Masjid Nabawi berdiri Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah. Keutamaan masjid ini disebutkan dalam banyak hadis.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba dan salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala umrah.” (HR. Tirmidzi)

Dalam kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dijelaskan bahwa Masjid Quba menjadi simbol awal terbentuknya masyarakat Islam Madinah.

Berdoa di masjid ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan Rasulullah.

Masjid Qiblatain dan Pelajaran Ketaatan

Masjid Qiblatain dikenal sebagai tempat turunnya perintah pengalihan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah syariat Islam.

Dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam disebutkan bahwa perubahan kiblat merupakan ujian ketaatan umat Islam kepada perintah Allah.

Oleh sebab itu, jamaah yang berdoa di Masjid Qiblatain kerap memohon keteguhan iman, keikhlasan, dan kekuatan dalam menjalankan perintah agama.

Baca juga: Kisah Pembangunan Masjid Nabawi dan Sejarah Adzan

Jannatul Baqi’, Pengingat Akhir Kehidupan

Pemakaman Baqi’ atau Jannatul Baqi’ terletak di sisi timur Masjid Nabawi. Di tempat ini dimakamkan banyak sahabat Rasulullah SAW, keluarga Nabi, serta para tokoh generasi awal Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ziarahilah kubur, karena ia mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Muslim)

Dalam kitab Tazkiratul Qurtubi, dijelaskan bahwa ziarah kubur menjadi sarana muhasabah diri, melembutkan hati, serta mendorong manusia untuk memperbanyak amal saleh.

Jamaah yang berdoa di Baqi’ dianjurkan mendoakan para penghuni kubur sekaligus memohon keselamatan iman bagi diri sendiri.

Madinah sebagai Ruang Ibadah yang Hidup

Madinah Al-Munawwarah menyimpan kekayaan spiritual yang tidak hanya terpusat di Masjid Nabawi, tetapi juga tersebar di berbagai titik bersejarah.

Setiap langkah jamaah di kota ini memiliki potensi menjadi ibadah apabila disertai niat yang tulus.

Sebagaimana dijelaskan dalam Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, keberkahan tempat ibadah terletak pada perpaduan antara keikhlasan hati, adab yang benar, dan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu, keberadaan di Madinah seharusnya dimanfaatkan bukan hanya untuk berziarah, tetapi juga untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar